2016, Inna Hotel Group Bidik Pendapatan Naik 20%

0
977
Inna Sindhu Beach Hotel, Sanur,

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: PT Hotel Indonesia Natour (Persero) atau Inna Hotel Group membidik pendapatan tahun 2016 sebesar Rp 600 miliar atau mengalami grafik kenaikan 20 persen dibandingkan proyeksi pendapatan sampai akhir 2015 sebesar Rp 500 miliar. Badan usaha milik negara (BUMN) di bidang perhotelan optimis bakal tercapai, meski terjadi gejolak ekonomi dan rendahnya daya beli masyarakat untuk berwisata.

“Memang, krisis ekonomi yang melanda dunia saat ini berpengaruh terhadap tingkat kunjungan wisatawan ke Indonesia. Namun, kami punya strategi untuk mengejar target pendapatan itu,” papar Direktur Utama Inna Hotel Intan Abdams Katoppo di Jakarta, Rabu kemarin.

Salah satu strategi mendukung pelaksanaan event-event berskala besar yang mendatangkan minat turis untuk menyambangi jaringan hotel yang dikelolanya, salah satunya adalah Bali World Music Festival yang akan digelar 4-6 Desember 2015 mendatang. Pagelaran musik etnik di Bali ini merupakan salah satu terobosan untuk menarik wisatawan asing dan dalam negeri terutama mereka yang mencintai musik. “Bali World Music Fetival ini merupakan terobosan yang kita harapkan bisa menarik wisatawan datang terutama ke Bali,” harapnya.

Untuk meningkatkan kenyamanan para pecinta musik tersebut, Intan mengaku akan meneruskan program renovasi hotel-hotel yang dikelolanya. Tahun lalu, perusahaan telah merampungkan pemugaran dua hotel yaitu Grand Inna Muara di Padang dan Inna Kuta Beach di Kuta, Bali.

Tahun ini, Intan menyebut dalam proses merenovasi enam hotel yaitu Inna Grand Bali Beach di Sanur, Inna Putri Bali di Nusa Dua, Inna Bali di Denpasar, Inna Garuda di Yogyakarta, Inna Simpang di Surabaya, serta Inna Samudera Beach di Pelabuhan Ratu, Sukabumi. “Keenam hotel itu ditargetkan selesai bertahap mulai tahun ini hingga tahun depan. Nantinya, setelah renovasi, jumlah kamar Inna Hotel Group secara keseluruhan akan bertambah menjadi 2.400, dari saat ini 2.200 unit,” jelasnya.

Ia menyebut untuk mendanai kegiatan tersebut, Inna Hotel telah mengalokasikan dana Rp 1,5 triliun sejak tahun lalu. “Sebagian pendanaan ditutup dari pinjaman dan penerbitan surat utang. Inna Hotel juga sedang menjajaki peluang initial public offering (IPO) pada 2016 mendatang,” jelasnya. ([email protected])

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.