2015, Wisatawan Indonesia Naikkan Anggaran Perjalanan Wisata

0
925
Turis muslim berwisata di Pantai NTB

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: TripAdvisor mengumumkan hasil penelitian TripBarometer1, survei akomodasi dan wisatawan terbesar di dunia. Dilaksanakan oleh firma penelitian independen Ipsos, atas nama TripAdvisor, penelitian ini adalah analisa dari lebih dari 44.000 respon dari wisatawan dan sektor perhotelan di dunia, dengan 594 responden dari Indonesia.

Laporan ‘Global Travel Economy’ TripBarometer mengungkap tren-tren wisata di tingkat negara, wilayah dan dunia, menyoroti perubahan tahun demi tahun dalam rencana belanja konsumer dan perencanaan perjalanan, serta kepercayaan diri pengusaha hotel.

“Laporan TripBarometer memberikan gambaran positif perjalanan tahun ini, dengan kemungkinan dua kali lebih besar bagi wisatawan untuk menambah anggaran berlibur mereka, dibandingkan dengan mereka yang ingin mengurangi anggaran,” kata Barbara Messing, CMO, TripAdvisor dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi www.test.test.bisniswisata.co.id di Jakarta, Rabu (11/3/2015).

Semua orang ingin melakukan lebih banyak perjalanan keluar negeri, dan Australia, Italia and AS terus jadi destinasi favorit, berada di daftar teratas tujuan wisata impian, tambah Barbara.

Dilanjutkan, tahun 2015, semakin banyak wisatawan menaikkan anggaran untuk berlibur dibandingkan mereka yang ingin mengurangi. Di seluruh dunia, dua dari lima wisatawan berencana menambah anggaran berlibur mereka untuk tahun 2015, dibandingkan tahun lalu, dengan kemungkinan dua kali lipat untuk menaikkan anggaran. 41% dari wisatawan dunia berencana untuk menaikkan anggaran wisata tahun 2015, sementara 23% berkata mereka akan menurunkan belanja mereka.

Menurut penelitian, hampir setengah (46%) dari wisatawan Indonesia akan menaikkan anggaran perjalanan mereka tahun 2015. Dari mereka yang berencana untuk menaikkan anggaran wisata tersebut, hampir 60% mengindikasikan bahwa mereka melakukannya karena merasa berlibur adalah sesuatu yang mereka atau keluarga mereka berhak dapatkan.

Hanya 19% dari wisatawan Indonesia yang mengatakan bahwa mereka akan mengurangi pengeluaran wisata mereka, hampir setengah dari mereka berkata perubahan dalam keluarga atau situasi perkawinan sebagai alasan utama di balik penurunan anggaran tersebut.

Wisatawan Indonesia melaporkan mereka menghabiskan rata-rata Rp 30.842.800 untuk berlibur tahun 2013. Melihat pengeluaran tahun 2014, jumlah ini meningkat 4%, hingga mencapai Rp32.150.000. Namun, penelitian terakhir melaporkan tren yang lebih positif, dengan wisatawan Indonesia berencana untuk menghabiskan rata-rata Rp 30.842.800 untuk wisata tahun 2015, meningkat hingga 12% year over year, walaupun ini masih di bawah rata-rata anggaran perjalanan dunia.

Selain itu, lanjut dia, Perjalanan internasional meningkat tapi perjalanan lokal masih mendominasi. Wisatawan Indonesia berencana untuk melakukan lebih banyak perjalanan ke luar negeri dengan jumlah rata-rata peningkatan sebesar 25% tahun 2015, melebihi rata-rata dunia sebesar 15%.

Wisatawan di Turki, India dan Selandia Baru menunjukkan peningkatan terbesar dalam jumlah rata-rata perjalanan internasional yang mereka rencanakan tahun ini. Wisatawan Rusia, Thailand dan Austria menurunkan jumlah rata-rata perjalanan internasional mereka tahun 2015. Secara global perjalanan domestik melebihi perjalanan internasional, hampir 60% dari perjalanan yang direncanakan tahun 2015 adalah wisata domestik.

Menurutnya, Wisata domestik akan menjadi penerima terbesar dari kenaikan belanja untuk liburan. Tahun 2015 TripBarometer melihat hubungan antara jenis wisata dan bagaimana wisatawan akan menghabiskan anggaran perjalanan mereka. Penelitian ini mengungkap estimasi jumlah anggaran wisata setiap wisatawan yang akan dihabiskan di negara mereka masing-masing.2

Bagi wisatawan Indonesia, rata-rata anggaran perjalanan untuk 2015 adalah sebesar Rp36.008.000. Mengingat 63% dari rencana perjalanan mereka dilakukan di dalam negeri, jumlah ini mungkin sama dengan estimasi belanja rata-rata Rp22.685.040 per wisatawan di Indonesia tahun ini.

Disisi lain Jepang, Inggris dan Amerika Serikat adalah tiga negara tujuan wisata impian bagi wisatawan Indonesia dalam 24 bulan mendatang, jika uang tidak menjadi masalah. Hampir tiga dari empat wisatawan Indonesia (72%) menabung untuk liburan impian dan 54% menunggu sampai mereka punya waktu lebih untuk mengeksplorasi tujuan wisata dengan sempurna.

“Nilai tukar mata uang terbaru juga jadi penghalang bagi satu dari lima (20%) wisatawan Indonesia yang ingin mengunjungi tujuan wisata impian mereka,” lontarnya.

Fitur baru di TripBarometer tahun ini adalah Hotelier Confidence Index yang mengukur tingkat kepercayaan sektor hotel dunia di 27 pasar wisata utama. Index ini melihat ekspektasi profitabilitas pengusaha perhotelan, perubahan dari tahun ke tahun dalam tarif kamar dan rencana investasi untuk tahun 2015. Tiap negara diberikan nilai dalam skala 5 (lima yang tertinggi) dan diberikan peringkat untuk menunjukkan bagaimana mereka dibandingkan ke pasar-pasar wisata utama lain.

Melihat keseluruhan dari peringkat Hotelier Confidence Index, Indonesia berada di peringkat pertama di dunia. Sektor perhotelan Indonesia memiliki tingkat optimisme tinggi dengan 83% bisnis merasa optimistis dengan profitabilitas mereka tahun 2015. Menurut penelian ini, 62% perusahaan Indonesia memiliki kecenderungan untuk meningkatkan tarif kamar mereka tahun 2015 – seringkali merupakan tanda kuat dari kesehatan sektor perhotelan.

Di dunia, investasi untuk staf juga meningkat secara signifikan sejak 2014 – investasi untuk pelatihan staf di Indonesia meningkat sebesar 26% dan investasi untuk merekrut karyawan baru naik hingga 13%.

Laporan ini juga menunjukkan investasi ditujukan untuk meningkatkan semua aspek dalam sektor perhotelan tahun 2015, namun, peningkatan yang direncanakan dalam investasi untuk manajemen reputasi online paling dikenali di seluruh dunia. Lebih dari 7 dari 10 pengusaha perhotelan Indonesia akan menghabiskan anggaran lebih besar untuk manajemen reputasi online tahun 2015. Ketika ditanyakan mengenai elemen-elemen yang mereka rasa paling penting untuk masa depan bisnis mereka, reputasi online disebutkan penting oleh 94% dari pengusaha perhotelan Indonesia.

“TripBarometer tahun ini mengungkap peningkatan dalam kepercayaan diri sector perhotelan dunia, dengan satu dari dua pengusaha hotel menaikkan tarif kamar dan pertumbuhan yang signifikan dalam optimisme di dunia,” kata Marc Charron, President, TripAdvisor for Business. “Meningkatkan kedatangan tamu, mendorong lebih banyak pemesanan langsung, dan mendorong review online wisatawan akan jadi tema utama untuk sektor perhotelan tahun ini.” jelansya. (marcapada@yahoo.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.