2015, Target Kunjungan Wisman China ke Indonesia 2 Juta Wisatawan

0
889

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Sejak Januari hingga Juni 2014 jumlah kunjungan wisman dari China ke Indonesia sebanyak 451.802 wisman atau mengalami pertumbuhan hingga 24,12 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Statistik kunjungan wisman asal RRT pada akhir tahun lalu menjadi urutan keempat dari yg sebelumnya urutan kelima (menggeser Jepang) dan pada semester pertama 2014 ini menjadi urutan ketiga setelah Singapura dan Malaysia (menggeser Australia).

Peningkatan kunjungan wisman dari RRT ke Indonesia kiranya tidak lepas dari upaya-upaya promosi yang dilakukan pemerintah dan swasta serta langkah-langkah promosi baru yg dilakukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) seperti melakukan pameran ke konsumen di mal tiga kota RRT tahun 2013 dan enam kota RRT di awal tahun 2014.

Pameran dilakukan di kota  regional dan mencapai ke masyarakat. Selain itu untuk memudahkan masyarakat RRT mengenal lebih jauh tentang Indonesia, Kemenparekraf juga telah meluncurkan website resmi pariwisata dalam Bahasa mandarin serta promosi pariwisata melalui media sosial seperti Weibo dan Wechat.

Pada 31 Agustus 2014 The Travel Channel, salah satu stasiun TV di RRT, juga  menayangkan enam episode reality show “Star Breaks”. Pembuatan reality show ini juga merupakan strategi Kemenparekraf untuk mengenalkan Indonesia ke masyarakat RRT.

Sementara secara keseluruhan jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada Januari-Juni 2014 sebanyak 4,3 juta sehingga pada akhir tahun ini optimis akan meraih target sebesar 9,5 juta wisman. Untuk ini program promosi Wonderful Indonesia akan digencarkan ke negara terdekat sebagai sumber wisman seperti Singapura, Malaysia, Australia, Jepang, dan RRT.

Pada 28-29 Agustus 2014, Kemenparekraf menjadi Guest of Honor di China (Guangdong) International Tourism Mart (CITM). Hal ini merupakan sebuah pencapaian atas program-program promosi yang telah dilakukan di pasar Tiongkok sejak tahun lalu.

Dalam rangka memperkuat kerjasama antara industri pariwisata RRT dan Indonesia, dilaksanakan penandatanganan MOU antara Smailing Tour and Travel dengan Guangdong CITS dan GZL International Travel Service, juga penandatangan kerjasama antara Trans National Mandiri dengan Sekolah Tinggi Pariwisata Provinsi Guangdong.

Dalam kunjungan Menparekraf Mari Elka Pangestu bertemu Wakil Sekretaris Partai Provinsi Guangdong. Menparekraf didampingi Dirjen Pemasaran Pariwisata, Esthy Reko Astuty dan Konsul Jenderal RI di Guangzhou yang juga menangani wilayah Guangdong, A.A.G. Alit Santhika.

“Partisipasi Indonesia pada kegiatan China (Guangdong) International Tourism Mart 2014 sangat penting mengingat lebih dari setengah wisman RRT yang berkunjung ke Indonesia berasal dari provinsi tersebut,” ujar Mari Elka Pangestu saat jumpa pers di Guangdong.

Menurutnya partisipasi Kemenparekraf pada kegiatan China (Guangdong) International Tourism Mart 2014 merupakan bagian dari tindak lanjut hasil MoU kerja sama di bidang pariwisata yang telah ditandatangani oleh Menparekraf dan CNTA (China National Tourism Administration) pada 2 Oktober 2013. Kedua negara bertekad ingin meningkatkan kunjungan wisatawan timbal balik hingga 2 juta wisatawan pada akhir tahun 2015 mendatang.

Diharapkan melalui partisipasi Kemenparekraf pada kegiatan China (Guangdong) International Tourism Mart 2014, wisatawan RRT akan mengetahui Indonesia merupakan tempat tujuan wisata yang aman dan nyaman juga lebih banyak mendapatkan informasi mengenai Indonesia selain Bali. Target utama partisipasi Indonesia, yakni wisman asal RRT dapat meningkat secara signifikan dan target wisman asal RRT dapat tercapai. (evi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here