2015, PHM Operasikan 4 Hotel Baru

0
3440

BOGOR, test.test.bisniswisata.co.id: PHM Hospitality sepanjang tahun 2015, mengoperasikan empat hotel baru. Empat hotel baru itu, The 101 Jakarta Dharmawangsa, The BnB Metro Indah Mal Bandung, The BnB Cikarang Jababeka, dan The Haven Bali. Dari keempat hotel tersebut, yang bisa dipublikasikan nilai investasinya The BnB Metro Indah Mal Bandung sebesar Rp 50 miliar dan The BnB Cikarang Jababeka Rp 60 miliar. Total investasi kedua hotel sebesar Rp 110 miliar.

“Investasi The 101 Jakarta Dharmawangsa dan The Haven Bali belum bisa dipublikasikan. Sebab, kedua proyek mengalami pemunduran masa penggarapan proyek. Bahkan, proyek The 101 Jakarta Dharmawangsa mundur delapan bulan karena masalah perizinan. “Karena terjadi pemunduran selama delapan bulan, maka nilai investasinya belum bisa dipastikan,” papar Managing Director PHM Hospitality Kristian Kuntadi dalam keterangannya, Sabtu (21/4/2015).

Jika keempat hotel di atas beroperasi pada 2015, lanjut dia, itambah empat hotel sebelumnya, PHM telah mengoperasikan delapan hotel. Artinya, pada 2016 PHM bakal mengoperasikan 12 hotel agar tercapai rencana pengoperasian 20 hotel.

Dijelaskan, keduapuluh hotel telah menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU). Dari jumlah tersebut sebanyak empat hotel sudah beroperasi. Yakni, The 101 Hotels & Resort Bali, Yogyakarta, Bandung, dan Bogor.

Kristian menambahkan, lokasi hotel yang beroperasi menyebar ke seluruh Indonesia. Selain Palembang – Sumatera Selatan, lokasi yang dibidik adalah Tanjung Tinggi-Belitung. Pada 9 Maret 2016, PHM akan mengoperasikan The 101 Belitong.
PHM masuk ke industri perhotelan dengan membawa empat brand hotel. Yakni, The Haven (leisure deluxe), The 101Hotels & Resort (midscale premium), FRii Hotels (unique stay), dan The BnB (hotel ekonomi).

PHM telah mengoperasikan hotel terbaru, yakni The 101 Bogor Suryakencana. Hotel berkapasitas 156 kamar ini berdiri di salah satu kawasan heritage Bogor, yakni Jalan Suryakencana. Jalan ini membentang di depan pasar induk Bogor dan deretan pertokoan. Jalan Suryakencana merupakan salah satu kawasan perniagaan tersibuk di Kota Bogor.

General Manager The 101 Bogor Suryakencana Willy Sudares mengatakan, pemancangan tiang pancang pertama (ground breaking) dilakukan pada 12 Desember 2012. Selanjutnya, pada 12 Maret 2013 dilakukan tutup atap (topping off). “Sedangkan pada 17 Januari 2015 kami melakukan blessing ceremony,” jelas Willy. Setelah blessing ceremony, hotel sudah mulai menerima tamu.

Willy mengaku tidak khawatir tidak kebagian tamu karena berlokasi di luar ring Jalan Padjajaran dan Jalan Juanda (Kebun Raya). Selama ini, kedua jalan menjadi ikon industri hotel di Kota Bogor. Sedangkan Jalan Suryakencana tidak berada di ring tersebut. “Kendati kami berdiri di Jalan Suryakencana, bukan berarti kami kalah dengan ring Padjajaran,” tegas Willy.

Pemilihan Jalan Suryakencana, tambah Willy, didorong oleh pemilik hotel yang merupakan warga Bogor. “Pemilik yakin, sebagai salah satu kawasan heritage, Jalan Suryakencana akan banyak didatangi tamu dari luar Bogor,” tegas Willy. ****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.