2015, Belanja Modal Panorama Rp 400 Miliar

0
782
Direksi PT Panorama Sentrawisata usai RUPS

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Perusahaan travel dan pariwisata, PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2015 sebesar Rp 400 miliar.

Capex akan dibelanjakan untuk kebutuhan lima pilar usaha yakni inbound (destination management), travel and leisure (outbound and domestic traveling), transportasi, media dan hospitality.

Direktur Keuangan Panorama Daniel Martinus mengatakan, pihaknya membidik pertumbuhan usaha sekitar 15 – 25 persen pada 2015 . “Target ini seiring dengan potensi pengembangan lima pilar usaha perseroan yang semakin baik,” ujar Daniel seperti dilansir laman beritasatu.com, Sabtu (15/11/2014)

Menurut Daniel, sisi karakteristik pasar Indonesia juga terdapat perkembangan, yaitu munculnya generasi baru yang sering disebut sebagai generasi milenial (usia 18-32 tahun) dimana kecenderungan mereka adalah melakukan aktifitas dengan berbasis internet.

“Membaca hal ini, perseroan menggali potensi pasar jauh ke depan yaitu pasar e-commerce khususnya bagi pilar travel and leisure. Selain itu dari pilar transportasi juga akan mengembangkan usaha dengan penambahan unit armada taksi,” jelas Daniel.

Dia melanjutkan, untuk pilar hospitality yang bergerak dalam hotel management akan mengoperasikan hotel-hotel dengan dua international brand baru di Makassar (Park Inn by Radisson), Lampung (Park Inn by Radisson) dan Batam (Radisson).

Hotel merek Radisson menyasar target upscale market dan midscale market untuk brand Park Inn by Radisson pada semester kedua tahun 2015.

Per September 2014, Panorama mencatatkan pendapatan Rp 1,48 triliun, atau naik 12,97 persen dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,31 triliun. Peningkatan pendapatan menyebabkan tumbuhnya laba bersih sebesar 47,86 persen menjadi Rp 37,1 miliar dari sebelumnya Rp 25,09 miliar. Sebesar 70 persen dari pendapatan perseroan ditopang dari pilar inbound dan travel & leisure.

Daniel menambahkan, dari sisi permintaan perjalanan wisata, baik dari pasar domestik maupun pasar wisatawan asing, keduanya memberikan kontribusi positif bagi perseroan. Perseroan mampu mencetak peningkatan laba usaha sebesar 28 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Produk-produk yang mempunyai marjin tinggi terus dipertahankan dan ditingkatkan guna mencapai skala ekonomi yang optimal,” imbuh dia.

Panorama optimistis bisa meraih pendapatan usaha bersih sebesar Rp 2 trilliun sampai dengan akhir 2014.
Kini, Aida sedang terbaring di rumah dan kondisi badannya sedang babak belur akibat mendapatkan penyiksaan dari sang suami. “Sekarang aku di rumah saja nggak bisa kemana-mana. Aku butuh istirahat,” katanya. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here