20-21 Agustus 2016, Festival Pesona Pulau Makassar 2016

0
1024

MAKASSAR, test.test.bisniswisata.co.id: Festival Pulau Makassar (FPM) 2016 akan digelar di Kota Baubau, di Sulawesi Tenggara, tempat keberadaan benteng terbesar, terpanjang, terluas peninggalan zaman perang itu. Event seni, budaya, kuliner dan pariwisata alam ini berlangsung pada 20-21 Agustus 2016.

Agenda pariwisata ini mengedepankan kekuatan budaya dan alam Pulau Makassar, salah satu unggulan wisata bahari di Kota Baubau. FPM 2016 itu akan difokuskan di Pulau Makasar, Kelurahan Sukanayo dan Liwuto Kecamatan Kokalukuna. Kegiatan ini juga didukung oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan sudah ditetapkan menjadi kalender nasional tahunan.

Semua harus siap, termasuk kuliner khas Sultra. Kopi khas asli Bau-bau. Pulau Makassar dikaruniai pemandangan alam bawah laut yang menakjubkan, terumbu karangnya menjadi incaran penyelam untuk dinikmati secara visual. Warga setempat pun setiap hari memanfaatkan kekayaan Pulau Makassar melalui panen-panen ikan yang dihasilkan dari pulau tersebut. Jadi sudah harus tahu manfaat dalam menerima wisatawan termasuk membuat home stay.

Memang, FPM 2016 tidak bisa lepas dari ritual tradisi masyarakat setempat yang ‘tuturangiana andala’ atau memberikan sesajen di tengah laut. Ini adalah kegiatan seraya menyerahkan persembahan kepada penguasa alam pada empat penjuru mata agin agar rezeki melimpah dan marabahaya menjauh dari nelayan. Tradisi itu biasanya menyertai kepala kambing sebagai sesajen. Jadi sangat menarik dari sisi budayanya.

Saat perhelatan nanti semua masyarakat diharapkan suasananya harus lebih ramai dan indah karena pariwisata dalam konsep memang harus indah, nyaman, aman dan masyarakatnya harus ramah. Dampaknya selalu berorentasi pada efek ekonomi terhadap daerah.

Pariwisata juga akan memberikan perubahan cara pandang masyarakat yang semula cara berjualan sekedar untuk dijajakan ala kadarnya, maka mereka berpikir untuk menjajakan konsumsi wisatawan, sehingga kuliner itu bisa menjadi perhatian konsumen.

Sehingga kegiatan di Pulau Makasar bukan hanya sekedar masyarakat lokal yang mendapatkan efek ekonominya, tetapi masyarakat sekitar daerah ini karena kegiatan ini berskala regional dan nasional.

Meskipun kegiatan itu bukan baru kali pertama digelar Baubau, namun FPM ini yang baru saja ditetapkan menjadi agenda kalender tahunan dan pertama kali mendapatkan dukungan dari Kemenpar sehingga harus dilaksanakan lebih sukses dari tahun-tahun sebelumnya.

Pulau Makassar yang kerap disingkat dengan ‘Puma’ tengah dipersiapkan sebagai tujuan wisata bahari, karena daerah yang terletak di pesisir Baubau ini memiliki nilai jual yang tinggi baik di atas laut maupun bawah lautnya.

Nama ‘Pulau Makassar’ sendiri mungkin menimbulkan kebingungan bagi wisatawan yang baru mendengarnya. Ada beberapa versi yang melatari pemberian nama tersebut. Salah satu versinya menyebutkan bahwa pulau ini dihibahkan oleh Sultan Buton kepada para bangsawan Bone (Makassar) penentang kerajaan Gowa.

Perjalanan dari Kota Baubau ke Pulau Makassar tidak sampai setengah jam dengan ojek laut ‘jerangka’ atau perahu mesin tempel. Di sepanjang perjalanan, wisatawan dapat menyaksikan air laut yang jernih.

Berbagai event FPM itu antara lain `openning ceremony`, parade perahu jarangka, lomba perahu koli-koli, lomba renang tradisional dan lomba ase (permainan tradisional). ([email protected])

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.