Home DAERAH 2 Wisatawan Lokal Hilang di Pantai Rancababakan

2 Wisatawan Lokal Hilang di Pantai Rancababakan

0
1017
Wisatawan tenggelam (ilustrasi)

CILACAP, test.test.bisniswisata.co.id: PERISTIWA hilangnya wisatawan saat berwisata dan berenang di pantai, terulang kembali. Kini, dua wisatawan lokal yang menikmati liburan akhir pekan di Pantai Rancababakan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dikabarkan hilang saat berenang. Ombak ganas menyantapnya pada Minggu (14/6), sekitar pukul 16.30 WIB.

Hingga Senin (15/5/2016) belum ditemukan jasadnya. Tim “search and rescue” (SAR) gabungan diterjunkan untuk melakukan operasi pencarian terhadap dua wisatawan yang dilaporkan hilang di Pantai Rancababakan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

“Berdasarkan laporan yang kami terima tadi malam (14/6), korban diketahui bernama Aston (18), warga Jalan Kinibalu, Kelurahan Sidanegara, Kecamatan Cilacap Tengah, dan Ngesti Fajar Saputra (18), warga Kelurahan Tritih Wetan, Kecamatan Cilacap Utara,” kata anggota Radio Antar-Penduduk Indonesia (RAPI) Rescue Cilacap Suwandi di Cilacap, Senin.

Dia menjelaskan peristiwa itu terjadi saat korban sedang berwisata di Pantai Rancababakan, Desa Panikel, Kecamatan Kampung Laut, yang berada di Pulau Nusakambangan bagian barat pada Minggu (14/6), sekitar pukul 16.30 WIB. Saat kedua korban sedang bermain air, kata dia, tiba-tiba datang gelombang tinggi yang langsung menyeret tubuh mereka ke tengah laut hingga akhirnya hilang.

Oleh karena laporan kejadian itu baru diterima Badan “Search and Rescue” Nasional (Basarnas) Pos SAR Cilacap pada Minggu (14/6), pukul 18.26 WIB, upaya pencarian kedua korban oleh tim SAR gabungan baru dilakukan pada Senin pagi.

Koordinator Basarnas Pos SAR Cilacap Mulwahyono mengatakan kejadian tersebut berawal dari perayaan kelulusan yang dilakukan oleh empat remaja dengan mengunjungi Pantai Rancababakan.

“Dua orang, yakni Aston dan Ngesti, tidak bisa menyelamatkan diri hingga akhirnya hilang, sedangkan dua orang lainnya selamat meskipun mengalami luka-luka. Dua korban selamat itu dilaporkan dibawa ke rumah sakit namun kami belum mengetahui identitas mereka,” katanya seperti dikutip laman Inilah.com.

Terkait dengan hal itu, pihaknya telah memberangkatkan delapan personel Basarnas pada Senin, pukul 04.00 WIB, menuju lokasi kejadian guna mencari kedua korban.

Menurut dia, delapan personel Basarnas itu akan bergabung dengan potensi SAR lainnya untuk menggelar operasi pencarian korban. “Kami belum mengetahui jumlah personel SAR yang terlibat dalam operasi pencarian ini karena mereka berangkat secara terpisah dan perjalanan ke lokasi kejadian membutuhkan waktu sekitar tiga jam,” katanya. ***

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.