2 – 7 Mei 2016, Festival Teluk Jailolo 2016

0
821

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Festival Teluk Jailolo kembali digelar untuk kedelapan kalinya. Diusia masih muda ini, sudah mengalami berbagai kemajuan dalam melestarikan seni budaya, menggerakan masyarakat, menjaga alam sekaligus meningkatkan pariwisata.

Bahkan festival yang digelar 2 hingga 7 Mei 2016 di Kota Jailolo, Ibu Kota Halmahera Barat, Maluku Utara, memperkuat identitas kekayaan Halmahera Barat-Maluku Utara sebagai daerah yang kaya sumber daya alam, khususnya rempah.

Dan yang lebih penting serta memiliki nilai strategis, adalah mengangkat kembali popularitas empat kesultanan wilayah Maluku Utara: Jailolo, Bacan, Ternate dan Tidore yang pernah tercatat di dunia sebagai pusat penghasil rempah-rempah terbaik pada abad XV-XVIII.

Sejarah mencatat bangsa Eropa seperti Belanda, Portugis yang datang ke Maluku Utara khususnya keempat kesultanan. Kami ingin mengulang sejarah itu melalui festival ini.

Dengan mengambil tema “Pesona Budaya Kepulauan Rempah”, diharapkan dapat mendongkrak kunjungan wisatawan wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman) serta para investor untuk berwisata menikmati wisata sejarah, budaya, wisata alam sekaligus melihat potensi bisnis di Halmahera Barat.

Kejayaan masa lalu sebagai bagian dari kepulauan rempah antara lain pala, cengkeh dan kopra menjadi komoditas utama masih dapat ditemui sampai sekarang di Jailolo.

Disisi lain, kuliner khas Halmahera Barat yang penuh cita rasa rempah-rempah juga menjadi sebuah petualangan yang disuguhkan sebagai daya tarik wisata.

Karena itu, even tahunan ini diharapkan bisa menumbuhkan dan mengukuhkan kembali identitas Halmahera Barat sebagai daerah yang kaya sumber daya alam dan sumber daya budi. Sehingga, menjadi daya dorong dalam membangun pariwisata.

Dalam menyambut acara ini, beberapa desa wisata menyiapkan paket-paket wisata bernuansa petualangan rempah-rempah. Ada tiga desa yakni Desa Wisata Gamtala, Desa Wisata Guaeria, dan Desa Wisata Bobanehena, yang siap menyambut turis.

Desa Wisata Gamtala, wisatawan diajak menikmati petualangan menyusuri mangrove sambil menyaksikan langsung kehidupan masyarakat sekitar aliran sungai, seperti proses pengolahan sagu, mencari kerang dan menikmati acara adat Orom Sasadu pada malam harinya,

Desa Wisata Guaeria, desa pesisir menyuguhkan paket wisata kuliner dengan pemandangan Teluk Jailolo. Di tempat ini ada aktivitas wisata laut yang berakar budaya masyarakat setempat, seperti memancing tradisional Huhati yang menjadi tradisi lokal dan ramah lingkungan akan menarik wisatawan.

Desa Wisata Bobanehena, wisatawan diajak menikmati dan belajar tentang kehidupan petani cengkeh, pala dan kelapa sambil mengendarai gerobak sapi. Wisata di desa ini dapat dilanjutkan dengan wisata tracking dan menikmati kuliner ala petani kebun rempah-rempah di atas gunung Jailolo sambil menikmati pemandangan Teluk Jailolo. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.