19-25 Agustus 2017, Festival Budaya Tua Buton

0
818
Penari dalam Festival Budaya Tua Buton. (Foto: Mohamad Final Daeng)

BUTON, Bisniswisata.co.id: Festival Budaya Tua Buton kembali bergaung. Meski Festival dilaksanakan pada 19-25 Agustus 2017, namun gaungnya sudah menggema tiga bulan terakhir. Promosi dan publikasi terus digencarkan. Dengan sebuah harapan terjadi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara yang datang ke Buton Sulawesi Tenggara.

Ada beberapa event unik dan menarik yang disajikan dalam festival ini. Ada Festival Dole Dole, yang merupakan tradisi tua berupa imunisasi alamiah masyarakat Buton yang diwariskan secara turun temurun. Prosesi ini dilaksanakan untuk anak yang berumur di bawah lima tahun. Biasanya, dilengkapi pemberian nama bagi anak. Tahun ini, penyelenggaraan Festival Dole Dole akan menyentuh 200 anak balita.

Kegiatan lain yang sama-sama menarik adalah Festival Posuo (Pingitan). Festival yang satu ini merupakan tradisi pingitan bagi gadis remaja sebelum memasuki usia dewasa. Pada masa lampau, kegiatan pingitan dilaksanakan selama 40 hari, setelah itu menjadi 7 hari, dan saat ini dapat dilaksanakan hanya empat hari lamanya. Festival Posuo diikuti 200 gadis remaja

Semua itu untuk melestarikan tradisi tua masyarakat Buton yang diwariskan turun temurun. Di 2017 ini, Festival Posuo diikuti 200 gadis remaja. Mereka akan tampil menarik dan mengikuti upacara ritual secara seksama.

Selanjutnya ada pelaksanaan Ritual Tandaki, yang merupakan sunatan tradisi Buton. Ritual Tandaki diperuntukkan bagi anak laki-laki yang telah memasuki masa akil balig, yang melambangkan anak laki-laki tersebut berkewajiban untuk melaksanakan segala kebaikan dan menghindari yang terlarang.

Sunatan ini sudah dilakukan ribuan tahun silam bahkan sebelum Islam masuk ke Buton. Di zaman dulu pakai bambu, tetapi kini sudah memakai tenaga medis. Di 2017 ini yang disunat 200 anak.

Setelah itu, ada Festival Pekande-Kandea yang merupakan tradisi menyambut para pejuang dari medan pertempuran. Dalam bahasa Buton, kegiatan itu sering juga disebut Bongkaana Tao. “Ini semacam makan bersama. Tempat makannya unik bernama talang, yakni nampan berkaki,” kata Wawan.

Selain atraksi budaya, festival Buton juga menyuguhkan kuliner yang dijamin ketagihan. Seperti ikan dole, ikan kecil-kecil dan ditumbuk dengan kelapa. Lalu ada ayam nasuwolio, bentuknya ayam goreng dengan kelapa. Belum lagi kue-kue tradisional dari bolu sampai baruasa.

Pada puncak festival, ada tarian kolosoal yang diperagakan 10 ribu orang. Lokasinya berada di panggung utama yang bisa disaksikan pengunjung dari ketinggian. Dalam rangkaian festival juga ada pameran Buton Expo. Malam harinya, ada malam hiburan rakyat berupa lomba-lomba kesenian daerah dan penampilan artis Ibu Kota dan lokal.

Pulau Buton, memang memiliki panorama alam yang indah dan mempesona. Dan Kota Baubau sebagai Kota Wisata karena ditempat ini banyak ditemui Tempat Wisata bahari, alam, peninggalan sejarah, dan wisata tradisi yang sangat menakjubkan. Kota Baubau banyak menawarkan banyak tempat wisata menarik.

Ada 15 Tempat Wisata Menarik Di Baubau Buton. Dari total destinasi yang ada, memang wisata bahari yang paling banyak. Tercatat ada lima Pantai Nirwana, Pantai Lakeba, Pantai Kolagana, Pantai Sulaa, Pantai Kamali yang masing-masing memiliki ciri khas tersendiri. Memiliki pasir pantai berwarna putih bersih dan lembut, dengan air lautnya yang memiliki tiga kombinasi warna yakni putih, biru kehijauan dan biru muda dengan ombaknya yang tenang tanpa karang sangat cocok buat yang ingin menikmati suasana pantai.

Destinasi wisata lainnya,

Benteng Keraton Buton

Benteng Keraton Buton merupakan salah satu Tempat Wisata Bersejarah di kota Baubau. Benteng ini merupakan bekas ibukota Kerajaan Buton yang memiliki bentuk arsitektur yang cukup unik. Benteng yang terbuat dari batu kapur ini berbentuk lingkaran dengan panjang keliling 2.740 meter pernah mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) dan Guinnes Book Record pada tahun 2006 sebagai Benteng Terluas Di Dunia dengan luas sekitar 23.375 hektar. Benteng yang terletak diatas bukit ini selain menyajikan banyak peninggalan bersejarah, Anda juga dapat menikmati pemandangan kota Baubau dari atas bukit.

Masjid Kuba

Sepintas tempat ini terlihat bukan seperti masjid pada umumnya. Namun jangan salah, masjid yang terlihat seperti bangunan rumah biasa ini merupakan Masjid Tertua Di Baubau yang di bangun pada tahun 1826 dimasa Sultan Buton XXIX berkuasa yakni Sultan Muhammad Idrus Kaimuddin. Di sekeliling Masjid Kuba banyak terdapat makam yang salah satunya adalah Makam Sultan Buton XXIX. Masjid yang terletak di kelurahan Baadia, kecamatan Murhum ini patut untuk Anda kunjungi jika Anda ingin berwisata religi di kota Baubau.

Cagar Alam Wakonti

Tempat Wisata Menarik lainnya yang wajib Anda kunjungi saat berkunjung ke Baubau adalah Objek Hutan Lindung yang berada di kawasan Wakonti yang hanya berjarak 6 kilometer dari pusat kota Baubau. Di tempat ini selain memiliki panorama alam yang sangat indah dan alami juga terdapat tempat penelitian berbagai pohon langka dan Anggrek Liar serta Hewan Langka seperti Kuskus, Kera, Berbagai jenis burung, Kakatua dan juga Kupu-kupu. Di Cagar Alam Wakonti Anda juga dapat menemukan Pohon Langka yaitu Pohon Loreng yang warna pohonnya sama persis dengan seragam tentara.

Pemandian Alam Bungi

Pemandian Alam Bungi adalah salah satu Tempat Wisata Alam Menarik yang dapat Anda kunjungi saat berlibur ke kota Baubau. Sebenarnya tempat ini merupakan tempat warga sekitar melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan sungai. Namun lama-kelamaan banyak warga tetangga desa lainnya berkunjung ke Tempat Pemandian Alam Bungi untuk merasakan kesegaran airnya yang bening. Pada hari libur dan menjelang sore hari banyak wisatawan berkunjung ke tempat ini untuk merasakan segarnya air sungai serta mengunjungi Air Terjun Tirta Rimba yang jaraknya saling berdekatan.

Bukit Kalampa

Bukit Kalampa merupakan Tempat Wisata Alam yang sangat indah dan mempesona yang terletak di Kelurahan Lipu, Kecamatan Betoambari atau berjarak sekitar 7 kilometer dari pusat kota Baubau. Tempat ini merupakan tempat wisata alam dengan panorama perbukitan dengan benteng kecil diatas bukit yang menyajikan pemandangan alam yang indah dan mempesona dengan udaranya yang sejuk.

Air Terjun Samparona

Air Terjun Samparona juga merupakan salah satu Tempat Wisata Menarik lainnya yang patut Anda Kunjungi saat berwisata ke Kota Baubau. Tempat ini merupakan Objek Wisata Minat Khusus dengan suasana hutan yang masih terjaga keasriannya. Tempat Wisata yang terletak di Kecamatan Sorawolio atau berjarak 13 kilometer sebelah timur dari Kota Baubau.

Air Terjun Lagawuna
Air Terjun Lagawuna merupakan Tempat Wisata Menarik lainnya yang terletak di Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Sorawolio atau berjarak sekitar 24 kilometer dari pusat Kota Baubau. Tempat ini dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan darat dan dilanjutkan dengan jalan kaki sejauh 4 kilometer untuk dapat sampai ke Tempat Wisata Air Terjun Lagawuna. Keindahan alam serta kicauan burung akan membuat Anda nyaman untuk berakhir pekan bersama keluarga.

Gua Lakasa
Gua Lakasa merupakan tempat wisata alam yang cukup menarik yang terletak sekitar 9 kilometer dari kota Baubau. Gua ini merupakan Tempat Wisata Minat Khusus dengan kondisinya yang sangat terjal dan penuh tantangan. Gua yang memiliki kedalaman hingga 120 meter terdapat mata air yang mengkristal dan banyak ornamen di dalamnya seperti stalaknit dan stalaktit yang sangat indah dan menakjubkan yang telah terbentuk sejak ribuan tahun yang lalu.

Gua Kaisabu
Gua Kaisabu merupakan Gua Karst yang terlihat pada dinding-dindingnya. Untuk mencapai mulut gua harus memanjat dinding tebing yang cukup terjal yang merupakan tantangan tersendiri buat Anda yang ingin mengunjungi keindahan Gua Kaisabu. Namun kelelahan akan terobati apabila Anda sudah masuk ke dalam gua yang penuh dengan pahatan dan ornamen cantik lainnya hasil buatan alam sejak beribu-ribu tahun yang lalu. Gua yang sangat indah untuk dinikmati ini terletak di Kelurahan Kaisabu, Kecamatan Sorawolio atau berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Baubau.

Batu Poaro
Batu Poaro merupakan salah satu Tempat Wisata Religi Di Bau-bau yang patut Anda kunjungi selanjutnya. Menurut kisahnya batu ini merupakan petanda hilangnya penyiar agama Islam di Buton yang bernama Syech Abdul Wahid di pesisir Pantai Buton. Dinamakan Batu Poaro karena oleh masyarakat Buton menyebutkan bahwa Syech Abdul Wahid “Apoaromo te Opuna” yang artinya ia telah berhadapan dengan Tuhannya dan batu ini dianggap sebagai makam belaiu. Objek wisata Batu Poaro ini terletak di kelurahan Wameo, Kecamatan Murhum atau berjarak 2 kilometer dari pusat kota Bau-bau. (*/ndik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.