16 – 17 Februari 2017, Festival Bau Nyale

0
2266
liburan lebaran di Pantai Mandalika Lombok NTB (Foto: Sindonews.com)

LOMBOK, bisniswisata.co.id: Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah memastikan pelaksanaan event tahunan Festival Bau Nyale (menangkap cacing laut) dilaksanakan 16-17 Pebruari 2017. Pelaksanaan Festival Bau Nyale 2017 seperti yang sudah dilaksanakan sebelumnya mengambil lokasi di Pantai Seger.

Aktivitas festival bau nyale ini akan berlangsung tengah malam nanti, hingga esok pagi. Karena, saat itulah nyale atau cacing warna itu akan muncul. Sedangkan, untuk rangkaian acara dilaksanakan berbeda dari rangkaian tahun lalu. Ada delapan rangkaian acara yang sudah disiapkan.

Beberapa rangkaian acara yang akan disiapkan, antara lain peresean, bersih pantai, parade budaya, surfing, voli pantai, lomba swafoto menggunakan kamera handphone, kampung kuliner, pemilihan putri Mandalika, pagelaran budaya, dan hiburan.

Diharapkan festival tahunan yang sudah menjadi kalender tetap pariwisata NTB, dihadiri ratusan ribu wisatawan nusantara dan mancanegara. Tahun ini NTB mempersiapkan anggaran sebesar Rp500 juta. Sementara Lombok Tengah mengalokasikan anggaran Rp350 juta.

Dengan festival ini juga bertujuan untuk mengangkat citra pariwisata Lombok Tengah semakin lebih dikenal baik ditingkat nasional maupun internasional. Tidak itu saja, dengan terus dilaksanakannya Festival Bau Nyale setiap tahunnya bisa berdampak pada meningkatnya taraf hidup masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah. Dari kegiatan ini secara ekonomi masyarakat mendapatkannya, termasuk dari aspek sosial,

Bau Nyale merupakan tradisi menangkap ‘nyale’ semacam cacing laut yang berwarna-warni, yang juga merupakan tradisi turun temurun warga suku asli Lombok “Sasak” untuk mengenang sejarah Putri Mandalika. Konon, putri mandalika adalah putri tercantik di seantaro Lombok. Kecantikannya yang memukau, membuat hampir seluruh pangeran tertarik untuk meminangnya.

Para patih dan pangeran yang hendak meminangnya itu, diminta untuk bertemu dengan dia (putri Mandalika) di Pantai Seger. Karena putri Mandalika bingung mau memilih siapa di antara pangeran-pangeran itu, akhirnya sang putri memutuskan untuk bunuh diri dengan menerjunkan dirinya ke laut Pantai Seger. Dalam kepercayaan warga, nyale-nyale atau cacing laut yang memiliki 7 warna seperti warna pelangi itu adalah jelmaan rambut dan badan putri Mandalika sesaaat setelah menerjunkan dirinya ke laut. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.