15 November 2015, Festival Film Etnik Papua

0
1631

BIAK PAPUA, test.test.bisniswisata.co.id: Kabupaten Biak Numfor, Papua ditunjuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan festival film etnik Papua 2015, yang digelar pada 15 November 2015. Event festival film pendek bernuansa etnik merupakan wujud nyata mengangkat potensi budaya asli Papua di ajang nasional, sekaligus meningkatkan kunjungan pariwisata di Papua.

Festival Film Etnik Nusantara Se-Indonesia Biak Papua ini digagas oleh Pemda Kabupaten Biak Numfor sebagai salah satu program kegiatan berasaskan ‘Kebangkitan Perfilman di Tanah Papua’ yang telah dideklarasikan oleh Gubernur Provinsi Papua di tahun lalu.

Dengan mengedepankan konten potensi dan keragaman budaya Nusantara, Festival Film Etnik Nusantara Se-Indonesia Biak Papua yang akan dihelat sebagai peristiwa budaya yang bertujuan mengangkat prestasi dan promosi bagi Kabupaten/Kota seluruh Indonesia. Untuk itu, Pemkab Biak Numfor mengundang para penggiat dan komunitas film dari seluruh Indonesia untuk ikut berpartisipasi sekaligus berkompetisi membuat film pendek.

Dengan harapan, kompetisi ini akan diikuti oleh karya film dari kalangan pelajar, mahasiswa, komunitas dan penggiat perfilman daerah, diharapkan film peserta akan mengetengahkan gaya bertutur anak muda. Untuk itu genre film yang tepat untuk dikompetisikan adalah genre film pendek dengan durasi 15-30 menit. Ketentuan yang disyaratkan adalah film peserta wajib mengetengahkan potensi dan karakter budaya daerah dalam bentuk fiksi.

Saat ini sudah sekitar 30-an film etnik dari berbagai daerah Indonesia siap menjadi peserta lomba. Jumlah ini diperkirakan mengalami lonjakan hingga menjelang pelaksanaan digelar.

Guna mendukung pelaksanaan festival film etnik, akan hadir sejumlah artis nasional yang telah siap datang ke tanah Papua menghadiri acara event film etnik Papua.

Tujuan festival film etnik, untuk mengangkat potensi budaya daerah dalam rangka menunjang program pariwisata dan kebudayaan asli Papua. Berdasarkan data festival film etnik Papua 2015 melibatkan masyarakat adat

Dewan Juri yang terdiri atas Clara Shinta (Artis), Abdulah Yuliarso (Alumni IKJ / Penggiat Perfilman), Nomensen Mambraku (Ketua Dewan Kesenian Tanah Papua), Akhlis Suryapati (Ketum Sekretariat Nasional Kine Klub Indonesia) dan Simon Siby (Seniman Lokal), tentunya selain diharapkan mampu memberikan informasi potensi daerah, maka ajang kompetisi Film Pendek ini juga bertujuan untuk mendukung pengembangan potensi wilayah pariwisata, sosial, seni budaya dengan esensi cerita yang di dalamnya berorientasi kepada kandungan unsur dan norma-norma pendidikan yang santun.

Meski sampai saat ini di Biak belum ada bioskop, namun dengan keterlibatan Biak Indie ( Komunitas Film Biak) sebagai penggerak Festival Film Pendek Etnik Nusantara, yang didukung sepenuhnya oleh jajaran Pemda Kabupaten Biak Numfor dan jajaran DPRD Biak Numfor, diharapkan langkah Pemda Kabupaten Biak ini dapat menjadi contoh dan diikuti oleh kabupaten-kabupaten lain di Indonesia.

Hal ini menjadi bukti bahwa ktifitas film di Biak tetap bergeliat. dimotori oleh Komunitas Film yang didukung oleh Pemda. Jangka panjangnya, kegiatan ini akan memicu tumbuhnya industri dan pasar film lokal (bioskop) melalui program desentralisasi perfilman nasional.

Semangat menempatkan film berkarakter budaya lokal akan menjadi semacam “cultural belt”, sabuk budaya yang dapat membentengi masyarakat dari pengaruh negatif budaya global yang semakin intens merasuk kesegala lapis masyarakat sejalan dengan kemajuan teknologi informasi seperti melalui televisi dan sosial media. Dan ini akan menjadi bagian dari strategi kebudayaan nasional melalui film berbasis budaya lokal. ([email protected])

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.