15 Desember 2017, Batik Air Terbangi Langit Labuan Bajo

0
426
Batik Air (Foto: Repro Google)

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Batik Air tak pernah berhenti lakukan ekspansi dengan membuka akses ke 10 destinasi Bali baru. Setelah resmi menerbangi Silangit pada 1 Desember 2017, kini maskapai dibawah bendera Lion Air Group membuka rute baru wilayah timur Indonesia (IBT): Labuan Bajo. Dijadwalkan beragkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke Labuan Bajo pada 15 Desember 2017.

“Pembukaan rute ini untuk mendukung pengembangan pariwisata IBT. Jadi setelah wilayah Barat Silangit, kami masuk ke sana karena potensi wisata Labuan Bajo itu besar. Kami akan terbang ke sana direct(langsung) dari Soekarno Hatta,” Ungkap Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait dalam keterangan tertulis, Ahad (03/12/2017).

Rute Jakarta-Labuan Bajo diterbangi dengan frekuensi satu kali dalam sehari dengan pesawat narrow body seperti Boeing 737-800 atau Airbus 320. Selain dari Pariwisata, Batik Air juga menyasar pasar Bisnis di rute tersebut. Oleh karena itu, perusahaan optimistis tingkat keterisian pesawat atau load factor untuk rute itu nantinya bisa mencapai 80%.

Program 2018, Edward belum bisa menyebutkan rute baru. Namun Batik Air akan mendatangkan empat pesawat baru untuk mendukung ekspansinya. “Tahun depan kami tambah 4 pesawat Batik Air. Tetapi secara group lebih banyak lagi karena Wings Air akan tambah dua pesawat dengan jenis Air Bus. Kalau Boeing 738 Max 8 ada delapan tapi belum tentu untuk penerbangan di Indonesia,” lontarnya.

Dilanjutkan, potensi pasar Silangit sangat besar. Load factor di rute anyar ditargetkan bisa mencapai 80%. Ada tiga pangsa pasar yang bisa disasar yaitu pasar pariwisata, bisnis dan perjalanan keluarga. “Untuk rute ini sekitar 40% kami targetkan dari pasar perjalanan keluarga, 30% untuk perjalanan bisnis dan 30% sisanya dari pariwisata, ” katanya.

Batik Air membidik pasar pariwisata sejalan dengan program pemerintah mengembangkan Danau Toba sebagai destinasi wisata yang menjadi bagian dari 10 Bali Baru. Dari sisi bisnis juga menarik karena banyak kota dan kabupaten di Sumatera Utara yan lebih dekat diakses dari Bandara Silangit dibandingkan Bandara Kualanamu.

Potensi pasar dari perjalanan keluarga juga besar. Edward bilang, budaya masyarakat Sumatera utara terutama suku batak memiliki budaya yang unik. Setiap kali acara adat di kampung maka seluruh keluarga yang ada diperantauan harus pulang. “Budaya orang Batak seperti itu. Kalau kita yang di perantauan tidak datang kalau ada acara adat bisa jadi omongan orang. Makanya pasar keluarga ini cukup besar untuk penerbangan” jelas Edward.

Penerbangan menuju Silangit akan dilayani Batik Airdari Cengkareng melalui Bandara Soekarno-Hatta dengan jadwal satu kali penerbangan dengan menggunakan pesawat tipe Airbus A320-200 CEO yang dapat mengangkut 12 pelanggan kelas bisnis dan 144 penumpang kelas ekonomi.

Sejalan dengan pengembangan pariwisata Danau Toba, Lion Air Group melihat potensi pengembangan rute Internasional di Bandara Silangit sangat bagus. Oleh karena itu, ungkap Edward, pihaknya berencana untuk menjajaki pembukaan rute dari sana ke beberapa negara di Asia Selatan.

“Silangit ini dekat ke China, Banglades, India, India juga dekat. Jadi kita mau pelajari dulu pasar seperti apa yang cocok dibawa karena memang tidak bisa asal buka rute. Karakter wisatanya perlu dipertimbangkan, karena tidak bisa orang yang terbiasa ke pegunungan dibawa ke destinasi wisata pegunungan. Kita harus mencontoh di Menado dengan mengincar wisatawan China daratan” jelas Edward. (RLS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.