15-16 Agustus 2015, Drama Musikal Gemuruh

0
1606

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Jakarta Movement of Inspiration (JKTMOVEIN) kembali melakukan gebrakan di tahun kedua 2015. Grabrakan itu dengan mempersembahkan teater drama musikal terbarunya bertajuk: “GEMURUH”. Drama musikal akan dipentaskan di Teater Jakarta, pada 15 Agustus 2015 – 16 Agustus 2015.

Sebagai karya kedua, “GEMURUH” didukung tokoh ternama seperti Anies Baswedan, Mira Lesmana, Riri Riza, dan Chelsea Islan mengusung benang merah cerita mengenai kebhinekaan. Seraya mengingat kembali filosofi bangsa Indonesia akan slogan “Bhinekka Tunggal Ika”.

Acara ini didedikasikan oleh Nurul Susantono (Founder JKTMOVEIN, Produser, Sutradara Pertunjukan GEMURUH) Eros Tjokro (penyanyi dan featured cast “GEMURUH”), Abby Gallaby (penyanyi, penari, 6 besar dalam ajang Indonesia Mencari Bakat, dan featured cast “GEMURUH”), Chelsea Islan (aktris, model, ambassador JKTMOVEIN, dan executive producer “GEMURUH”) dan Karina Salim (aktris, model, penari, dan ambassador JKTMOVEIN )

Seringkali perbedaan menyebabkan konflik, baik itu perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, karir, gaya hidup bahkan perbedaan cara pandang. Manusia terkadang tidak menyadari bahwa apa yang terbaik untuk dirinya belum tentu terbaik untuk orang lain dan cenderung menghakimi orang lain yang berbeda darinya. Pertunjukan yang bertajuk GEMURUH ini mengajak penonton untuk membuka pikiran, bahwa Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda tentu ada maksudnya.

Sebuah filosofi dari musik mengingatkan bahwa harmoni itu tidak diciptakan dari membunyikan nada-nada yang sama, melainkan nada-nada yang berbeda dibunyikan secara bersamaan. Kita hidup bukan untuk saling bertengkar menentukan siapa yang paling benar lantas berupaya untuk menyeragamkan. Kita hidup untuk saling menghargai dan ikut berperan dalam harmoni kehidupan yang tercipta dari kebhinekaan diantara kita.

GEMURUH adalah kisah tentang empat suku dari zaman dahulu – Sikara, Aruna, Tranggana, dan Balin – yang saling bertengkar karena memiliki kepercayaan dan gaya hidup yang berbeda. Ditengah puncak kegaduhan yang mereka ciptakan, musibah datang menimpa. Gunung Mandira yang menjadi sumber kehidupan bagi empat suku tersebut meletus dan menghancurkan ekosistem mereka.

Dalam masa-masa sulit yang harus mereka hadapi, mereka pun menyadari bahwa perbedaan diantara mereka itulah yang bisa membuat mereka tetap bertahan hidup dan dapat membangun kembali kehidupan yang lebih baik. (marcapada2015@yahoo.co.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.