14 KBRI Eropa Sepakat Bidik Turis Kocek Tebal

0
468
Turis kapal pesiar bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas

WARSAWA, bisniswisata.co.id: Perwakilan 14 Kedutaan Besar Republik Indonesia di kawasan Eropa Tengah dan Nordik sepekat membidik wisatawan kocel tebal di kawasan Eropa. Untuk itu keempat belas KBRI menggelar pertemuan di Warsawa, Polandia, Senin (28/11/2016).

“Kita harus melakukan langkah yang progresif untuk meningkatkan pariwisata Indonesia,” kata Duta Besar Indonesia di Warsawa, Peter Frans Gontha, saat membuka acara tersebut seperti rilis yang diterima redaksi bisniswisata.co.idi, Selasa (29/11/2016).

Kementerian Luar Negeri mendorong 14 perwakilan KBRI di wilayah itu mengadakan pertemuan selama dua hari, untuk meghasilkan program utama Nawacita. Dalam pertemuan tersebut ikut hadir Duta Besar Indonesia untuk Stockholm, Swedia, Bagas Hapsoro. Dari Jakarta hadir Nia Niscaya dari Kementerian Pariwisata, dan Direktur Eropa Tengah Wicaksono dari Kementerian Luar Negeri, serta atase Imigrasi dari Berlin.

Pertemuan koordinasi tersebut diikuti juga oleh agen perjalanan wisata dari 14 di kawasan , dan juga beberapa agen perjalanan wisata dari Indonesia. Hadir pula untuk memberikan presentasi adalah perwakilan dari perusahaan penerbangan, yaitu Emirates, Qatar Airways, Lot Polish Airlines, dan Garuda Indonesia.

Adapun 14 KBRI itu selain Polandia adalah Austria, Kroasia, Serbia, Hungaria, Bulgaria, Swedia, Denmark, Norwegia, Rumania, Ukraina, Finlandia, Slowakia, dan Cheska. Sementara itu KBRI Belarusia dan Lithuania berhalangan hadir.

Peter Gontha dan dubes Bagas Hapsori mengatakan, koordinasi ini penting sekali karena kawasan ini bisa menentukan satu hub untuk dijadikan titik terbang ke Indonesia. Kawasan ini, terutama untuk negara-negara Nordik, yang memiliki pendapatan per kapita yang tertinggi didunia.

Dicontohkan, Norwegia memiliki PDB per kapita 61.472 dolar AS, Denmark 46.636 dolar AS, Finlandia 48.033 dolar AS, dan Swedia 46.420 dolar AS. “Negara-negara lainnya umumnya memiliki pendapatan per kapita sekitar 20 ribuan atau 30 ribuan dolar AS. Adapun yang terendah cuma satu yaitu Ukraina dengan pendapatan per kapita 8.666 dolar AS. Itupun jumlah turisnya justru yang terbesar yaitu 22,5 juta orang. Ini potensi yang sangat besar,” katanya.

Selain itu, turis dari kawasan ini justru memiliki belanja yang besar. Mereka juga cenderung menggunakan hotel berbintang empat atau berbintang lima. Namun selama ini mereka mengalami kesulitan untuk terbang ke Indonesia. Mereka harus pergi ke beberapa negara lain dulu sebelum terbang ke Indonesia. Jika disepakati untuk menentukan satu negara hub maka akan memudahkan mereka untuk berwisata ke Indonesia. “Memang Polandia kebetulan ada di tengah negara-negara itu,” katanya.

Melalui pertemuan koordinasi dari 14 KBRI itu, kata Bagas Hapsoro, diharapkan akan meningkatkan jumlah wisatawan Eropa untuk berwisata di Indonesia. Seperti dikatakan sebelumnya Ini merupakan bagian dari program Nawacita. ([email protected])

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.