14-25 September 2016, Pameran Nautika Rasa Seni Rupa & Imaji Bahari

0
1271

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Bagaimana jadinya jika persoalan bahari diterjemahkan dalam karya oleh para seniman? Sejumlah karya seperti lukisan, gambar, patung, video art, karya seni instalasi akan tampil dalam Pameran Nautika Rasa Seni Rupa & Imaji Bahari di Gedung A Galeri Nasional Indonesia, pada 14 September – 25 September 2016.

Nautika Rasa adalah tema pameran yang akan menampilkan karya-karya seni rupa, berupa: lukisan, gambar, dan patung yang menunjukkan gagasan tentang tema dan citra bahari Indonesia.

Para peserta pameran menyiapkan karya-karya mereka secara khusus berdasarkan pengalaman, cara penilaian, atau harapan mereka tentang semesta bahari Indonesia, kini dan nanti. Ekspresi seni rupa pada dasarnya adalah pengalaman khusus para seniman dalam lautan perasaan dan samudra imajinasi mereka masing-masing.

Setiap karya yang berhasil diciptakan oleh seorang seniman, sebenarnya, hanya lah tanda-tanda sementara, ibarat sebuah perahu yang menepi sejenak, untuk kemudian berlabuh kembali menuju lautan dan samudra pengharapan, visi, dan cita-cita artistik mereka.

Tema ‘Nautika Rasa’ adalah ikatan yang menyatukan kekayaan pengalaman memandang dan mengenal semesta bahari Indonesia yang beraneka ragam, dalam pandangan-batin dan arus perasaan para seniman yang terus bergerak.

Pameran yang rencananya diresmikan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti ini diramaikan sekitar 120 seniman dari alumni dan pengajar Bale Seni Barli (Bandung), anggota terpilih IWPI, serta para seniman terpilih dari Bandung, Jakarta, Tasikmalaya, Probolinggo, dan Cilacap.

Sejumlah agenda juga menyertai pameran ini seperti demo melukis bersama pelukis Men Sagan pada 22 September 2016, diskusi seni bersama kurator Rizki A. Zaelani pada 25 September 2016.

Nautika Rasa menghubungkan dua pokok yakni, tentang nautika (nautical) yang berarti hal yang terhubung dengan laut, serta soal perasaan (feeling) sebagaimana telah dikenal dekat oleh seniman.

Pameran ini, menyusuri luasnya lautan perasaan yang tak bertepi itu melalui tema-tema pemandangan, keadaan, bahkan persoalan bahari melalui cermin dimensi perasaan seniman sendiri. Bahari atau soal kelautan menjadi wilayah perhatian khas di mana setiap orang bisa mengambil hikmah dan penilaian. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.