14 – 17 Februari 2016, Festival Jenang Solo

0
1284

SOLO, test.test.bisniswisata.co.id: ANEKA macam jenang dari berbagai daerah akan tersaji selama Festival Jenang Solo yang berlangsung 14-17 Februari 2016 di beberapa tempat. 14 Februari bersamaan dengan free day, pada 15-17 Februari di Pamedan Mangkunegaran Solo, dan pada 17 Februari di Koridor Budaya Ngarsopuro.

Mengawali kegiatan festival jenang tahun ini dengan membagikan 1.000 takir jenang ketan, jenang mutiara dan jenang lainnya kepada warga saat hari bebas kendaraan bermotor Minggu (7/2/2016) di Jalan Slamet Riyadi. Pembagian jenang untuk menyosialisasikan penyelenggaraan festival jenang dalam rangkaian acara menyambut ulang tahun ke-271 Kota Solo.

Tema Festival Jenang Solo 2016 adalah Ragam Jenang Nusantara, yang dimaksudkan untuk menggambarkan keragaman jenang dan makanan tradisional Nusantara.

Beragam acara selama 4 hari penyelenggaraan Festival Jenang di Solo 2016: Pembagian jenang gratis kepada masyarakat dan pengunjung Festival Jenang Solo. Jelajah sejarah jenang, dengan jalan sehat mengunjungi tempat pembuatan jenang. Memasak jenang dengan ukuran yang besar. Seminar dan workshop pembuatan jenang.

Pameran foto jumbo festival jenang 2012-2015. Lomba jenang tradisi dan kontemporer. Lomba dan pameran foto acara Festival Jenang 2016. Produksi jenang lintas agama “Adhang Agung” di Gedong Putih, di 51 kelurahan, 5 kecamatan dan di berbagai komunitas di Solo.

Pagelaran seni dan budaya Solo. Pembukaan 100 stand jenang. Bazar berbagai jenang untuk buah tangan dan bazar merchandise Festival Jenang Solo 2016. Juga Penerbitan table book Festival Jenang Solo 2016

Festival Jenang diprakarsai oleh Yayasan Jenang Indonesia sebagai yayasan budaya tradisi Jawa yang merupakan bagian dari budaya Nasional. Fungsinya pun sebagai wadah organisasi yang mengangkat kembali dan mengenalkan, memahami, serta mengembangkan jenang sebagai warisan budaya.

Festival Jenang selalu ada dalam kalender event Kota Solo karena kehadiran jenang (bubur) tidak pernah lepas dari ritual selamatan. Bukan hanya sebagai makanan pelengkap saja namun jenang merupakan simbol doa, harapan, persatuan dan semangat dalam setiap pelbagai peristiwa hidup manusia, khususnya di masyarakat Jawa itu sendiri.

Melalui festival ini, jenang yang ada dari daerah lain di Nusantara juga dipertemukan dan dipersatukan. Pengaruhnya adalah dapat saling tukar pengetahuan dan pengalaman. Selain itu, harapannya ke depannya agar jenang pun dapat diperkenalkan kepada dunia internasional melalui komunitas delegasi jenang, serta saling mempersatukan jenang dari negara lain di dunia.

Puncak festival, panitia akan membagikan sekitar 2.000 takir jenang kepada warga yang menyaksikan festival. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.