14-17 Agustus 2015, Gebyar Batik Muda Nusantara 2015

0
1241

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Memperingati HUT RI ke 70, Putra Putri Batik Nusantara (PPBN) menggandeng Ikatan Pencinta Batik Nusantara (IPBN), menggelar Gebyar Batik Muda Nusantara 2015 di Food Society, Kota Casablanka, Jakarta Selatan, pada Jumat, 14 – 17 Agustus 2015 (pukul 14.00 – 16.00 WIB).

Event ini bakal diramaikan dengan berbagai hiburan mulai dari fashion show, marching band, cheerleader serta tarian anak-anak. Juga berbagai bazaar mulai dari batik hingga barang-barang bernuansa etnik yang menghadirkan berbagai brand ternama.

Selain itu, berbagai lomba yang dapat diikuti bertemakan batik seperti Lomba Perancang Busana Batik Muda, Lomba Tari Modern dengan sentuhan batik pada kostumnya dan Lomba Peragaan Busana Batik Anak-anak yang menghadirkan pakar pengamat fashion dan batik sebagai dewan juri

Gebyar Batik Muda Nusantara berupaya mempromosikan dan memperkenalkan warisan budaya batik kepada generasi muda yang disuguhkan dengan konsep yang berbeda. Kegiatan Gebyar Batik Muda Nusantara terdiri dari berbagai rangkaian kegiatan yang menarik mulai dari talkshow serta workshop membatik yang akan dipandu langsung oleh komunitas batik di Tanah Air.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian generasi muda dalam menumbuhkan kecintaan terhadap batik serta mempromosikan dan melestarikan batik sebagai salah satu UNESCO World Heritage.

Batik dalam bahasa jawa artinya menulis atau melukis titik. Di sisi lain, ada juga yang beranggapan bahwa batik diambil dari kata “titik” yang diberi imbuhan “mba” sebagai kata kerja. Dengan demikian, batik juga bisa diartikan sebagai pekerjaan membuat titik.

Jika ditelaah dari tekniknya, batik merupakan pekerjaan merintang atau menahan warna di atas kain menggunakan malam atau lilin. Teknik seperti ini sudah ada sejak ribuan tahun lalu di seluruh peradaban dunia.

Dimulai dari peradaban Mesir kuno, Cina saat Dinasi Tang, kemudian menyebar ke peradaban-peradaban lain sehingga kita dapat menemukan ini di berbagai benua, termasuk di Asia. Hanya saja, setiap negara menggunakan medium yang berbeda untuk merintang. Di Indonesia, alat yang kerap digunakan adalah benda tradisional yang disebut canting.

Batik Nusantara begitu kaya akan motif dan corak dengan filosofi yang mendalam. Batik tidak hanya sekedar kain yang dicanting tetapi juga refleksi kehidupan bangsa Indonesia dengan ragam jenis dan coraknya sesuai dengan filosofi dan budaya masing-masing daerah.

Kini, Batik semakin menjadi pakaian wajib bagi seluruh masyarakat. Batik telah bertransformasi dalam berbagai aksesoris pendukung seperti tas, sepatu, aksesoris rambut, bahkan kalung buatan tangan. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.