13 – 15 November 2015, Sarung Vaganza 2015

0
741
Sarung Vaganza

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: PT Trans Retail Indonesia (Transmart Carrefour), menggandeng Indonesia Fashion Week (IFW), Apindo dan perusahaan sarung Cap Mangga melakukan local movement atau gerakan lokal meningkatkan rasa kebanggaan akan kekayaan produk kain nasional, sarung degan menggelar event Sarung Vaganza 2015. Event yang baru pertama kali digelar, mengusung tema “Sarung Gaya, Gaya Sarung”, yang akan diselenggarakan di Transmart Carrefour Cempaka Putih, Jakarta, pada 13-15 November 2015

Tujuan diadakan event Sarung Vaganza 2015, agar masyarakat Indonesia lebih mengenal konsep sarung yang tidak hanya dipakai untuk kegiatan beribadah, pesta perkawinan, acara sunatan, tetapi juga dipakai kegiatan lifestyle sehari-hari. Bahkan, kini sarung sudah dipakai para designer nasional untuk diperagakan di panggung cat walk.

“Selain itu, sesuai konsep Transmart Carrefour yang sudah menjelma menjadi perusahaan retail nasional, event Sarung Vaganza ini dititikberatkan bagaimana bisa memberikan warna bagi pertumbuhan ekonomi di tanah air. Untuk itu, mari sama-sama kita membuat sarung menjadi kebanggaan juga menjadi pakaian Indonesia,” papar Satria Hamid, Corporate Communication General Manager PT Trans Retail Indonesia di TransMart Carrefour Cempaka Putih Jakarta, Kamis (12/11/2015).

Dilanjutkan, ada dua kegiatan dalam Sarung Vaganza, yakni lomba selfie kreasi sarung dengan tema Sarung is My New Denim. Lomba ini sudah dilakukan sejak tanggal 10 Oktober dan berakhir pada 8 November 2015 lalu. Hasilnya sekitar 200 peserta lebih yang sudah mengirimkan hasil karyanya ke Panitia.

“Peserta lomba foto selfie akan diundang ke Transmart Carrefour Cempaka Putih untuk dapat berjalan di area catwalk, dengan kreasi sarung yang telah mereka upload dan selanjutnya akan dinilai oleh para juri, akan ada hadiah menarik bagi pemenang. Saya merasa bangga karena ini pertama kali digelar, ternyata antusias masyarakat penggemar sarung sudah berpartisipasi mengikutinya,” lontar Satria dengan nada bangga.

Kegiatan lainnya, kompetisi Sarung on the Spot. Para pengunjung diajak ikut serta secara langsung berkreasi menggunakan sarung yang disediakan oleh Sarung Cap Mangga. “Bagi mereka yang melewatkan kompetisi Sarung is My New Denim pastikan untuk hadir di Transmart Carrefour Cempaka Putih pada tanggal 13 November 2015 dan ikuti kompetisi Sarung on the Spot,” tambahnya.

Penjurian untuk kedua kompetisi akan dilangsungkan pada tanggal 13-15 November 2015 di Transmart Carrefour Cempaka Putih oleh dewan juri yang terdiri dari Dina Midiani (Direktur Indonesia Fashion Week), Lenny Agustin (Fashion Designer), dan Nina Tursinah (Dewan Pimpinan Nasional Apindo).

Ketua Bidang UKM/IKM Apindo Nina Tursinah menyambut baik gelaran ajang Sarung Vaganza. “Ini merupakan awal yang baik dan perlu ditindaklanjuti untuk memulai dan meningkatkan pengembangan industri kecil menengah sarung dan kain sarung di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Dina Midiana, Direktur Indonesia Fashion Week (IFW) menyambut baik ide TransMart Carefour yang menggelar Sarung Vaganza. Langkah ini sudah dilakukan dalam perhelatan besar Indonesia Fashion Week (IFW) 2015 ,yang terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencintai produk lokal. Dan memasuki tahun keempat, IFW memiliki program Local Movement diantaranya Sarong is The New Denim. Hal ini dimaksudkan agar pakaian tradisional sarung menjadi bagian dari gaya hidup.

“Kita ingin sarung menjadi bagian dari gaya hidup, seperti celana jeans atau denim. Juga ada peluncuran buku tentang sarung. Bahkan beberapa desainer menampilkan gaya kontemporer dengan sarung. Juga termasuk baju-baju yang dijual juga akan menampilkan sarung. Ini menunjukkan sarung sebagai bagian dari kain Indonesia harus diangkat ke dunia,” paparnya.

Sehingga melalui program Sarung Vaganza, kata dia, masyarakat lebih mencintai produk lokal dan bangga mengenakan pakaian tradisional dalam kehidupan sehari-hari. “Gaya pemakaian sarung bisa menggunakan semua kain tradisional dengan cara dililit dan diikat. Kita akan mengajak masyarakat memadupadankan dengan lebih moderen dan nyaman,” katanya.

Sarung tidak hanya terbatas di motif kotak-kotak seperti yang lazim digunakan untuk beribadah para pria. “Apa aja yang bisa diikat di pinggang itu sarung. Sarung nggak terbatas dengan sarung kotak. Kultur kita tuh kain, semua jenis kain adalah sarung. Kami harapkan produk lokal semakin berkembang dan siap untuk bersaing dengan produk-produk mancanegara,” sambungnya. (endy)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.