12 BUMN Komitmen Kembangkan Wisata Joglosemar

0
724

SLEMAN, test.test.bisniswisata.co.id: Sebanyak 12 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) komitmen mendukung pengembangan wisata di kawasan Yogyakarta-Solo-Semarang (Joglosemar). Komitmen yang disampaikan di depan Menteri BUMN Rini Soemarno diwujudkan dalam perjanjian kerjasama untuk promosi pariwisata, pengembangan kawasan wisata, dan integrasi antarmoda transportasi di koridor Joglosemar

Keduabelas BUMN dan anak usaha BUMN itu, Pelindo III, Garuda Indonesia, Angkasa Pura I, Kereta Api Indonesia, Perum Perhutani, PTPN IX, Perum Damri, Taman Wisata Candi, Hotel Indonesia Natour, ITDC, Patra Jasa, Aerowisata.

Menteri BUMN mengatakan komitmen bersama 12 BUMN dalam mendukung tercapainya target kunjungan 2 juta wisatawan di kawasan Joglosemar pada tahun 2019 mendatang. Saat ini, kunjungan ke kawasan tersebut masih sekitar 200 ribu wisatawan setiap tahunnya. “Kalau dihitung akan ada peningkatan 10 kali dari jumlah kunjungan saat ini,” kata menteri Rini usai penandatangan kerjasama 12 BUMN di Candi Prambanan, Sleman, Rabu (27/04/2016).

Sejumlah rencana besar telah disiapkan BUMN dalam mendukung peningkatan kunjungan wisatawan. Seperti pembangunan bandara baru di Kulon Progo, Yogyakarta dan revitalisasi di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang sebagai pintu masuk wisatawan dengan kapal pesiar.

Selain itu, ada rencana pembangunan rel kereta api yang menghubungkan Bandara Adi Soemarmo, Solo, dengan jalur kereta api ke Yogyakarta. “Di darat, Damri juga harus siap mendukung integrasi intermoda transportasi,” kata Rini Soemarno.

Menteri Rini juga menginstruksikan BUMN agar meningkatkan kebersihan dan kerapian fasilitas dan sarana umum untuk memberikan rasa nyaman pada para wisatawan. “Sarana umum seperti WC harus bersih rapi supaya wisatawan nyaman,” tegasnya.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan kawasan Joglosemar merupakan kawasan segitiga ekonomi di Pulau Jawa. Joglosemar merupakan kawasan segitiga pertumbuhan strategis di Jawa Tengah dan DIY. Kawasan Joglosemar dalam perspektif kepariwisataan juga telah menjadi salah satu penggerak kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

“Kawasan ini, memiliki daya tarik wisata yang sangat khas, khususnya terkait dengan budaya daerah. Joglosemar ini memiliki banyak peninggalan budaya yang terkenal di dunia. Ada (Candi) Borobudur, Keraton Jogja dan Solo, (Candi) Prambanan, dan masih ada daya tarik wisata lainnya,” kata Sri Sultan.

Selain itu, sambung dia, keberadaan kawasan pegunungan seperti Gunung Merapi, Sindoro, Sumbing, Prau, dan Ungaran juga merupakan poin yang tidak bisa ditinggalkan, termasuk Kota Lama, Situs Perkeretaapian, perkebunan dan lainnya.

Sayangnya potensi wisata yang sangat besar di kawasan Joglosemar serta perkembangan pariwisata saat ini, relatif masih rendah dan belum optimal. Karena itu, melalui sinergi BUMN dalam pengembangan kepariwisataan dan program kolaborasi tersebut diharapkan dapat mewujudkan pertumbuhan dan peningkatan kepariwisataan yang signifikan di kawasan Joglosemar, harapnya.

Edy Setijono, Koordinator Kawasan JogloSemar, menjelaskan, sinergi antar-BUMN dibentuk demi meningkatkan target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian Pariwisata. “Borobudur menjadi magnet pariwisata Indonesia. Target tahun 2019 ada 2 juta wisman dan 11 juta wisatawan nusantara yang mengunjungi Joglosemar,” urainya.

Target itu dapat dicapai dengan menjalankan empat strategi. Yakni dengan mengembangkan destinasi wisata dan kegiatan wisata, meningkatkan infrastruktur dan aksesibilitas, meningkatkan promosi wisata bersama dan pengembangan masyarakat dan pelestarian lingkungan. “Ada delapan destinasi wisata, yang kita lebih fokus promosikan seperti Candi Gedong Songo, Candi Prambanan, Candi Borobudur, Lawang sewu, Keraton Solo, dan Yogyakarta. Transportasi darat, udara dan laut akan kami sinergitaskan,” jelas Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko ini. ([email protected])

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.