12 – 16 Oktober 2016, Jogja International Batik Biennale 2016

0
1051
Membatik (Foto: antarafoto)

YOGYAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Mempertahankan predikat Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia yang diberikan World Craft Council (WCC) sejak 2014, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) menggelar Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2016, di Gedung Jogja Expo Center, Jalan Janti, Banguntapan, Bantul, pada 12-16 Oktober 2016.

Gelaran dengan tema Tradition for Innovation, diharapkan mampu mendongkrak nilai ekonomi batik utamanya perajin batik asal DIY, juga meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara mauoun mancanegara agar terus mengunjungi destinasi wisata Yogja.

Dalam event tahunan ini, akan menampilkan koleksi museum batik dari seluruh penjuru Tanah Air sekaligus mencari keunikan masing-masing dan benang merahnya. Perancang busana yang selama ini memunyai perhatian besar pada design batik kontemporer, Afif Syukur bersama dengan komunitas batik terbesar di Yogya, Sekar Jagad, akan mengampu sesi khusus yakni bagiamana memahami batik Yogya.

Secara khusus JIBB juga akan mengangkat Imogiri Bantul DIY sebagai museum hidup batik dan museum batik ramah lingkungan. Memang selama ini Imogiri dikenal sebagai daerah di Yogya yang mayoritas masyarakatnya masih tekun membatik di sela-sela kegiatan mereka mengolah pertanian.

Biennale Batik juga akan menghadirkan pelukis terkenal saat ini yang banyak mengangkat tradisi leluhur, yakni Nasirun, untuk memamerkan karyanya yang terinspirasi oleh batik. Pengunjung bisa melihat bagaimana proses membatik apalagi akan dihadirkan pembatik dari Cirebon, Pekalongan dan batik lainnya di seluruh nusantara.

Selain itu ada symposium batik, pameran, kopetisi, fashion walk, dan karnaval serta gala dinner di Candi Boko. Workshop internasional membatik akan diikuti oleh peserta dari Afrika, Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Peserta simposium dan workshop di Hotel Royal Ambarukmo dan Jogja Expo Center ditargetkan sekitar 600 orang dan sepertiganya berasal dari luar negeri.

Juga mengundang desainer dari luar negeri untuk bisa berkolaborasi dengan desainer batik dari Indonesia menciptakan fashion. Pemateri akan bercerita soal batik yang ditemukan di tiap negara. Termasuk soal penemuan teknologi pewarnaan batik dengan lintang warna di beberapa negara.

JIBB juga menampilkan berbagai koleksi batik nusantara yang nanti diambil dari museum batik di Indonesia. Berbagai jenis batik baik lokal maupun nasional akan dipamerkan dalam acara tersebut. Sehingga masyarakat diharapkan bisa datang lalu belajar memahami karakter berbagai jenis batik.

Dalam event tersebut, panitia tidak sekedar menyajikan pameran namun juga ada edukasi tentang batik melalui simposium dengan menghadirkan tamu dari luar negeri. Antara lain yang dijadwalkan hadir yaitu, Presiden Word Craft Council Asia Pasific Region Ghada Hijjawi Qaddumi. Tamu dari berbagai negara akan diajak mengulas batik yang ada di Jogja. Sekaligus mengunjungi museum batik di Imogiri, Bantul yang sarat dengan nilai budaya. ([email protected])

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.