10 Tahun Mati Suri, PFN Ingin Berlari Kencang

0
859

BEIJING, test.test.bisniswisata.co.id: Shelvy Arifin ingin membuat perusahaan yang dipimpinnya, Perum Produksi Film Negara (PFN), dapat semakin bangkit dan “berlari kencang”, sejak perusahaan itu mati suri selama 10 tahun.

“Setelah 10 tahun mati suri, PFN telah bangkit dengan film dokumenternya Biji Kopi Indonesia pada tahun lalu,” ungkap wanita lulusan Universitas Indonesia, yang dipercaya sebagai Dirut PFN di Beijing, Sabtu (22/11/2014).

PFN, tutur Shelvy, telah lama mati suri sejak 1992, “Padahal di era 1970-1980-an, PFN merupakan perusahaan film Indonesia yang cukup produktif, bahkan memiliki laboratorium film terbesar di Asia Tenggara. “Mengapa kita tidak mencoba membangkitkannya dan menjadikannya lebih besar?” kata wanita yang dipercaya sebagai bos PFN sejak 2013 silam.

Komitmen Shelvy itu, dibuktikannya dengan merilis dua film dokumenter pada setahun silam, antara lain Biji Kopi Indonesia.
“Sekarang, saya ingin menjadikan PFN ‘berlari kencang’ dengan memproduksi sebuah film dengan perusahaan film asing, seperti Ocean Century Pictures (OCP) Tiongkok,” tutur wanita yang terlibat dalam produksi film animasi Timun Emas.

Ia mengatakan kerja sama dengan perusahaan film asal kota Chongqing itu, merupakan pertama kali PFN untuk bekerja sama dengan perusahaan asing. “Ini bentuk langkah saya untuk PFN semakin bangkit dan ‘berlari kencang’, tanpa menghilangkan jati diri PFN sebagai perusahaan film pelat merah,” tutur Shelvy seperti dilansir laman Antara.

Wanita berhijab ini, mengemukakan PFN akan tetap mempertahankan jati dirinya, yang tetap menampilkan nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme, meski kini PFN juga berupaya untuk melakukan langkah komersial untuk setiap produksi filmnya yang bertemakan ke-Indonesia-an tersebut.

Dalam film ber-genre komedi dengan OCP Tiongkok itu, selain melibatkan insan film Indonesia dan Tiongkok, lokasi pengambilan gambar sebagian besar akan dilakukan di Bali, setelah Beijing dan Chongqing.

“Ini merupakan sarana untuk lebih mengangkat Indonesia, mengangkat destinasi wisata Indonesia, dan mempererat hubungan baik antara masyarakat Indonesia dan Tiongkok,” tutur Shelvy.

“Saya juga ingin memantapkan sinergi dengan seluruh BUMN untuk saling bekerja sama, saling memajukan, termasuk memajukan PFN agar semakin bangkit dan ‘berlari kencang’,” sambungnya. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.