10 Hari, Nasib 4 Turis Eropa Hilang di Sangalaki Belum Ditemukan

0
1040
Tim SAR mencari empat tutis yang hilang di perairan Sangalaki (foto: okezone.com)

SAMARINDA, test.test.bisniswisata.co.id: Empat wisatawan asing yang hilang saat menyelam di kawasan wisata selam perairan Pulau Sangalaki, Kabupateb Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), hingga kini tidak jelas nasibnya. Mereka dilaporkan hilang sejak Sabtu (15/8/2015) sekitar pukul 19. 10 Wita hingga Senin (24/08/2015) belum ditemukan jasadnya. Meski Tim SAR dibantu aparat Polri dan TNI sudah diterjunkan ke dasar laut namun tak ditemukan jasadnya.

Keempat wisatawan asing itu, Michela (33), asal Italia berjenis kelamin wanita, Alberto (36), berjenis kelamin laki-laki berkebangsaan Italia, Daniele (36), berjenis kelamin laki-laki WNA Italia serta Vana Chris (29), jenis kelamin laki-laki berkewarganegaraan Belgia.

“Sampai hari ini masih belum ditemukan jasadnya. Padahal, kita sudah perpanjang waktu,” kata Kepala Kantor SAR Balikpapan, Hendra Sudirman, Senin (24/8/2015).

Ia mengatakan, dikarenakan Indonesia mempunyai hubungan baik dengan Italia maka Kepala Basarnas mengizinkan untuk menambah proses pencarian hingga tiga hari. Padahal Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan menyatakan proses pencarian orang hilang hanya sampai tujuh hari. Apalagi, ada desakan dari keluarga kepada Basarnas segera menemukan empat turis asing yang hilang.

Hendra mengakui kendala yang dialami Basarnas dalam proses pencarian ini ada dua. Pertama, kondisi cuaca yang tidak stabil. Kedua, para wisatawan mancanegara itu menginap di resor yang tidak resmi sehingga proses penanganan tidak bisa profesional. “Mau mendesak gimana? Mereka saja sengaja ingin liburan yang murah, sehingga menginap di hotel yang murah. Akibatnya, ya pelayanannya jadi enggak maksimal,” ujar dia.

Bahkan, lanjut Hendra, saat ini Tim SAR gabungan sejak awal telah memperluas proses pencarian hingga perbatasan Malaysia dan Filipina. “Kita bahkan sampai kirim surat ke negara tetangga untuk berhubungan dengan mereka bahwa kita sedang melakukan proses pencarian. Bahkan, TNI AU sudah membantu mengerahkan pencarian hingga udara, namun belum ada titik terang hingga kini,” jelasnya seperti diunduh laman Okezone.com

Keempat wisatawan asing, bersama seorang guide dari Indonesia ini, berangkat dari Pulau Derawan menuju Sangalaki. Tujuannya untuk menyelam. Sayangnya, speedboat yang mereka tumpangi tidak bisa bergerak karena menunggu lima penyelam yang masih menyelam hingga petang hari. Bahkan sampai malam, mereka tidak muncul ke permukaan. Pengemudi speedboat itu, menyampaikan ke kapal motor lainnya bahwa tamu asing bersama guidenya dinyatakan hilang.

Seluruh pemilik kapal motor melakukan pencarian. Hasilnya ditemukan Oslan, pemandu wisata (guide) dalam kondisi lemas. Sementara emapt wisatawan asing lainnya masih dalam pencarian, hingga malam hari. Informasi hilangnya empat wisatawan itu mendapat perhatian Komandan Kodim (Dandim) 0902/Tanjung Redeb Letkol Inf Ahmad Hadi Aljufri, di Samarinda. Sehingga menerjunkan Tim SAR untuk melakukan pencarian secara intensif.

“Pencarian hari ini (Selasa), diperluas ’25 nautical mile’ atau hingga radius 50 kilometer, dari awal lokasi penyelaman empat WNA yang hilang tersebut,” ungkap Letkol Inf Ahmad Hadi Aljufri, di Samarinda, . Sayang, belum ada tanda-tanda ditemukan keempat turis asing ini. Apalagi pencarian terganggu cuaca buruk dan tinggi gelombang yang mencapai 1,5 hingga tiga meter. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.