10 Bali Baru Promosi di Konferensi ASEAN C-Suite Investor 20

0
472
Candi Borobudur salah satu 10 Bali Baru (Foto: http://cempakaborobudur.com)

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Sepuluh destinasi Bali Baru yang menjadi program spesial Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tak pernah lelah berhenti mempromosikan investasi pariwisata Indonesia. Kini, memanfaatkan perhelatan ASEAN C-Suite Investor Conference 2017 di Ritz Carlton Milenia Singapore, Kamis (25/5).

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan 10 Bali Baru, Hiramsyah Thaib, mengatakan ASEAN C-Suitr Investor Conference ini, sangat bergengsi karena dihadiri kurang lebih 50 investor besar Asia. Indonesia memaparkan perkembangan dan menawarkan investor untuk berbisnis di 10 Bali Baru yang telah ditetapkan Presiden Joko Widodo itu.

”Alhamdullillah responnya bagus. Setelah ini semoga akan ada follow up lebih lanjut,” ujar Hiramsyah seperti tertuang dalam siaran tertulis yang diterima redaksi Bisniswisata.co.id, Jumat (26/05/2017).

10 Bali Baru yang ditetapkan Danau Toba, Tanjung Kelayang, Morotai, Kepulauan Seribu dan Kota Tua, Borobudur, Tanjung Lesung, Bromo Tengger Semeru, Labuan Bajo, Wakatobi, Mandalika NTB. “Kami juga menginformasikan kepada para calon investor realisasi investasi di sektor pariwisata di 10 Bali Baru menunjukkan angka pertumbuhan yang luar biasa,” sambungnya.

Ke-10 Bali Baru itu, menurut dia, mengalami perkembangan yang signifikan. Realisasi Januari hingga Maret 2017 menunjukkan angka pertumbuhan yang baik mencapai 529,4 juta dolar Amerika Serikat. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 95 persen dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Ini yang luar biasa karena kontribusi ini menunjukkan tren positif terhadap investasi nasional secara keseluruhan, semoga semakin banyak investor yang mau berinvestasi di 10 Bali Baru,” ujarnya.

Dilanjutkan, pertumbuhan ini tidak lepas dari program 10 Bali Baru yang terus digenjot pemerintah. Dalam dua tahun belakangan pemerintah memang terus menggenjot sektor pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan. Sehingga saat ini dinilai Hiramsyah sebagai waktu terbaik untuk berinvestasi di sektor pariwisata Indonesia.

Pemerintah sangat terbuka akan kedatangan investor untuk menanamkan modalnya di industri pariwisata Tanah Air. Untuk itu ia menyambut baik acara ASEAN C-Suite Investor Conference 2017 dan berharap banyak investor yang menanamkan investasinya di industri pariwisata.

“Dalam pariwisata terdapat tiga poin utama. Yakni atraksi, aksesibilitas dan amenitas. Pemerintah tentunya tidak bisa memenuhi seorang diri, maka itu butuh partisipasi private sector, terutama di bidang amenitas,” tandasnya.

Terkait dengan tiga program utama yang tengah dijalankan Kemenpar, salah satunya Homestay Desa Wisata, menurutnya tidak akan bertabrakan dengan investasi terkait amenitas oleh swasta. Menurutnya homestay dengan pola investasi seperti hotel dan resort memiliki konsep berbeda.

“Masing-masing ada segmentasi, tidak perlu khawatir. Kenapa pemerintah kejar homestay? Sebab kita ada 75 ribu desa wisata. Jadi untuk bisa kembangkan secara cepat adalah homestay, karena hotel minimal butuh satu tahun lebih untuk desain dan pembangunan,” ujar dia. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here