1 – 31 Agustus 2016, Pameran Lukisan Koleksi Istana Kepresidenan

0
952
Pameran Lukisan (Foto: CNNIndonesia.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Pertama kalinya masyarakat luas diberi kesempatan menikmati keindahan karya seni terbaik berupa lukisan yang selama ini menghiasi Istana Kepresidenan di seluruh Indonesia. Istana Kepresidenan Republik Indonesia akan menampilkan karya-karya seni terbaik itu dalam pameran bertajuk 17/71: Goresan Juang Kemerdekaan’.

Pameran ini akan berlangsung di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, sepanjang bulan Agustus 2016 dengan menampilkan 28 lukisan terpilih hasil karya 21 pelukis dan sekitar 100 koleksi foto-foto kepresidenan.

Kurator pameran yang merupakan bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-71 ini adalah Mikke Susanto dan Rizki A. Zaelani.

Sejumlah lukisan fenomenal itu antara lain karya Raden Saleh, Affandi, S. Sudjojono, Basoeki Abdullah, dan Dullah, pelukis Istana pada era Presiden Sukarno. Ada pula karya pelukis asing seperti Rudolf Bonnet dan Diego Rivera. Tak kalah unik, masyarakat juga dapat menikmati lukisan karya Presiden Sukarno sendiri yang berjudul Rini yang dilukisnya pada 1958.

Pameran ini merupakan salah satu wujud pertanggungjawaban Istana Kepresidenan yang mendapatkan amanah untuk merawat koleksi-koleksi terbaik itu.

Istana Kepresidenan di Indonesia berlokasi di Jakarta (Istana Negara dan Istana Merdeka), Bogor, Cipanas, Yogyakarta, dan Tampaksiring-Bali yang menyimpan lebih dari 3.000 lukisan yang telah melalui proses kuratorial pada 2009-2010. Di antara koleksi itu, ada banyak karya legendaris yang merupakan bagian dari tonggak sejarah, tak hanya kesenian, melainkan juga Republik Indonesia.

Koleksi luar biasa ini bermula dari keinginan Presiden Soekarno yang dikenal memiliki selera seni sangat tinggi. Tak heran jika sebagian koleksi itu merupakan hasil upaya Presiden Soekarno sendiri, yang tak segan langsung berbelanja ke berbagai galeri atau sanggar seni. Sebagian lukisan itu juga buah tangan dari pemimpin negara-negara lain saat berkunjung ke Indonesia.

Adapun daftar koleksi lukisan Istana Kepresidenan yang akan ditampilkan: Lukisan karya Affandi, Laskar Rakyat Mengatur Siasat (1946) dan Potret H.O.S. Tjokroaminoto (1946). Basoeki Abdullah, Pangeran Diponegoro Memimpin Perang (1949). Pelukis Dullah, Persiapan Gerilya (1949).

Pelukis Harijadi Sumadidjaja menampilkan karya berjudul Awan Berarak Jalan Bersimpang (1955) dan Biografi II di Malioboro (1949).

Henk Ngantung, Memanah, 1943 (reproduksi orisinal oleh Haris Purnomo). Kartono Yudhokusumo, Pertempuran di Pengok, 1949. Juga pelukis Raden Saleh, Penangkapan Pangeran Diponegoro, 1857

Pelukis S.Sudjojono menyajikan karyanya Di Depan Kelambu Terbuka (1939), Kawan-kawan Revolusi (1947). Markas Laskar di Bekas Gudang Beras Tjikampek (1964). Mengungsi (1950). Sekko (Perintis Gerilya) (1949).

Selain itu, pelukis Sudjono Abdullah dengan karyanya terkenal yakni Diponegoro (1947). Trubus Sudarsono, Potret R.A. Kartini (1946/7). Gambiranom Suhardi, Potret Jenderal Sudirman (1956). Soerono, Ketoprak (1950).

Bahkan Presiden pertama Ir. Sukarno melukis Rini (1958). Pelukis Lee Man-Fong, Margasatwa dan Puspita Nusantara (1961). Rudolf Bonnet, Penari-penari Bali sedang Berhias (1954). Hendra Gunawan, Kerokan (1955). Diego Rivera, Gadis Melayu dengan Bunga (1955). Miguel Covarrubias, Empat Gadis Bali dengan Sajen, (sekitar 1933-1936). Walter Spies, Kehidupan di Borobudur di Abad ke-9 (1930).

Ida Bagus Made Nadera, Fadjar Menjinsing (1949). Srihadi Soedarsono, Tara (1977) dan Mahjuddin, Pantai Karang Bolong, tahun tak terlacak (sekitar 1950an). Menarik memang. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.