1 – 14 Maret 2016, Festival Legu Gam 2016

0
1026
Tarian Soya-soya Ternate (Foto: http://www.indopos.co.id)

TERNATE, test.test.bisniswisata.co.id: KESULTANAN Ternate dan Pemerintah Kota Ternate menggelar Festival Legu Gam 2016 yang diselenggarakan di kompleks Kedaton Sultan Ternate, Maluku Utara, pada 1-14 Maret 2016. Festival budaya tahunan ini akan dilangsungkan bersamaan dengan peristiwa Gerhana Matahari Total (GMT) yang terjadi pada 9 Maret 2016. Juga ada yang menarik karena akan dihadiri putri Raja Thailand Maha Chakri Sirindhom.

Festival Legu Gam biasanya digelar awal April namun tahun ini dipercepat agar wisatawan yang berkunjung dapat juga menikmati GMT. Festival yang digelar untuk memperingati Hari Kelahiran mendiang Sultan Ternate, Mudhafar Sjah, ini akan diisi dengan kegiatan budaya yang diangkat dari nilai-nilai kearifan lokal, juga pasar rakyat yang menjual produk-produk ekonomi kerakyatan seperti produk kerajinan dan kuliner khas Ternate.

Dalam pesta rakyat Ternate bakal digelar beragam seni dan budaya khas Maluku Utara, termasuk prosesi adat dimana iring-iringan kedaton mengusung Sultan bersama permaisuri dari istana hingga ke Lapangan Ngara Lamo. Juga ada stan yang dipersiapkan melibatkan kalangan dunia usaha dan organisasi masyarakat yang bertempat di Lapangan Selero Ternate.

Acara inti dari festival adalah pertunjukkan tari-tarian yang dilakukan setelah Sultan melakukan tiga acara penting, yaitu: Doru Gam, Kololii Kie dan Fere Kie. Doru Gam merupakan kunjungan Sultan ke daerah-daerah tertentu, Kololi Kie adalah prosesi Sultan mengelilingi Gunung Gamalama atau Pulau Ternate lewat laut, sedangkan Fere Kie merupakan acara Sultan mendaki Gunung Gamalama. Sejak Sultan wafat pada Februari 2015 lalu, ritual hanya dilakukan oleh keluarga Sultan bersama masyarakat setempat.

Festival Legu Gam adalah salah satu perayaan terbesar di Ternate, Provinsi Maluku Utara. Festival ini merupakan pesta rakyat sekaligus pembauran antara keluarga kesultanan dan masyarakat dalam merayakan Hari Kelahiran Sultan Ternate.

Dan seluruh rangkaian kegiatan tahun ini akan dikemas dalam satu rangkaian acara. Mulai dari welcome ceremony, eclipse festival, dinner, seni budaya pada acara pesta rakyat Legu Gam, serta kegiatan bertajuk Ternate Tourism Expo hasil dimana ada kegiatan panggung, eksebisi, pameran produk unggulan handycraft serta atraksi.

Ternate Tourism Expo akan melibatkan beberapa daerah di kawasan Timur Indonesia. Sekitar 40 stand yang akan dibangun. Seluruh rangkaian kegiatan itu akan di skenariokan pada beberapa titik sesuai konsentrasi wisatawan.

Kementerian Pariwisata, juga menyiapkan kapal Pelni yang stay di 3 destinasi yaitu Bangka Belitung, Palu dan Ternate. Selain itu ada sekitar 21 kapal layar yang akan ke Ternate. Untuk jumlah wisatawan yang sudah memesan kamar hotel dan penginapan sudah mencapai di atas 1.500 orang. Mereka berada di Ternate diperkirakan selama 4 hari mulai 7-10 Maret 2016.

Sementara titik pengamatan GMT di beberapa lokasi yaitu lapangan Gelora Kieraha, depan Keraton Kesultanan Ternate, sepanjang area Pantai Falajawa, Benteng Kalamata dan Toloko serta di Kecamatan Moti.

Kesultanan Ternate sendiri dikenal dalam sejarah sebagai kesultanan besar yang berhasil menglola kekayaan rempah-rempah yang melimpah di Maluku. Istana kesultanan ini masih berdiri dan menjadi tempat tinggal keluarga dan kerabat kesultanan.

Ternate sendiri merupakan kota kepulauan dengan luas sekira 5.681,30 kmĀ². Letaknya berada tepat di bawah kaki Gunung Gamalama. Wilayah Ternate membentang di sebelah barat pantai Halmahera dengan 5 pulau vulkanis yang masih aktif berpenghuni dan 3 pulau yang tak berpenghuni. Topografi wilayahnya sebagian besar berupa dataran bergunung dan berbukit meliputi pulau vulkanis dan pulau karang. Pulau indah ini dikelilingi lautan luas sehingga membuat pulau ini menjadi destinasi yang lengkap. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.