1.000 Penjaja Kuliner Khas Yogya Diberi Pendidikan Khusus

0
504
Pedagang bakso (Foto: .harianjogja.com)

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Indonesia Food & Beverage Executive Association (IFBEC) melakukan edukasi kepada 1.000 penjaja kuliner dan jajanan tradisional di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada awal tahun 2017 mendatang. Edukasi bertujuan untuk meningkatkan ekonomi penjaja makanan.

“Awal tahun 2017 kami akan mengedukasi para penjaja makanan dan jajanan tradisional di DIY, untuk membantu meningkatkan perekonomian mereka,” ujar Ketua IFBEC RM Wijonarko saat ditemui di Kawasan Tugu, Yogyakarta, Jumat (09/12/2016).

Saat ini merupakan era dimana masyarakat lebih menyukai produk-produk tradisional, sehingga menjadi momentum tepat untuk mengembangkan makanan dan jajanan tradisional. Karena itu, tantangan IFBEC ingin mengedukasi para penjaja makanan dan jajanan di sekitar DIY, terutama untuk meningkatkan masalah kesehatan, pelayanan, dan pengembangan ekonomi yang semakin baik melalui produk makanan dan jajanan tradisional.

“Jadi, penjaja makanan dan jajanan tradisional bisa semakin ekonomis dan menarik bagi pengunjung yang datang ke Yogyakarta dan DIY,” ucapnya seperti diunduh laman Antara.

Menurut dia, hingga saat ini masih banyak penjaja makanan dan jajanan tradisional yang menggunakan pendekatan tradisional dalam mengelola makanan dan jajanannya, tanpa memerhatikan standar kesehatan. “Itu yang akan kami edukasi untuk memberikan kontribusi ekonomi bagi masyarakat. Jumlahnya diperkirakan mencapai 1.000 unit penjaja makanan dan jajanan tradisional yang memiliki warung makan lesehan dan angkringan di jalanan,” terang dia.

Ia menjelaskan, edukasi akan memuat materi pentingnya menjaga kebersihan dalam mengelola makanan dan jajanan tradisional. Juga akan dibarengi dengan pemberian bentuk-bentuk aktual kesehatan seperti memberikan tempat sampah, celemek, dan sarung tangan. “Dengan pengertian, makanan yang kita berikan adalah dari tempat masak, hingga meja makan, perlu disajikan secara baik dan sehat. Juga ada pemberian masker agar tetap sehat dan bersih dalam mengelola makanan dan jajanan tradisional,” ungkap Wijonarko.

Selain memberikan teknik mengelola makanan dan jajanan tradisional secara sehat dan bersih, kata dia, IFBEC juga akan memberikan edukasi tentang teknik menyajikan makanan dan jajanan tradisional itu. Selanjutnya, materi yang diberikan adalah teknik pemasaran makanan dan jajanan tradisional itu.

“Jadi intinya, peserta edukasi itu nantinya adalah mereka yang sudah mempunyai pasar, kemudian kami dampingi untuk meningkatkan pelayanan yang lebih baik. Setelah itu teratasi, lalu kami berikan cara-cara memasarkan produknya. Sehingga membuat mereka lebih maju dalam menjajakan makanan dan jajanan tradisionalnya,” papar Wijonarko. (*/ANO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.