Yogya Tawarkan Wisata Medis

0
195
Pengobatan tradional

YOGYAKARTA, bisniswisata.co.id: Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Daerah Istimewa Yogyakarta Teddy Karim mengungkapkan, pihaknya akan menggandeng banyak pengusaha lokal untuk mengembangkan sektor pariwisata medis yang bernilai miliaran rupiah.

“Kita mengajak banyak pengusaha muda pemula untuk mengembangkan pariwisata medis di DIY. Nilainya cukup fantastis mencapai miliaran rupiah,” ujarnya dalam Diskusi Hipmi di Galeria Mall Yogyakarta, Selasa (08/11/2016).

Bahkan, kata dia, di seluruh wilayah Indonesia terdapat sekitar 30.000 jenis tumbuhan, dan 2.500 jenis di antaranya merupakan tanaman obat yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan penerimaan masyarakat dan negara. “Potensi tersebut merupakan modal yang kuat untuk menjadikan Indonesia sebagai basis industri obat herbal dan berbagai jenis jamu,” katanya seperti diunduh laman Antara.

Selain tanaman obat, Indonesia juga memiliki berbagai jenis tata cara pengobatan dan perawatan tubuh secara tradisional yang tersohor. “Perlu diatur dan ditingkatkan pengembangan tata cara pengobatan dan perawatan masyarakat, seperti spa dan akupuntur. Ini merupakan sebuah potensi untuk memoles pariwisata medis menjadi lebih menarik bagi pasien asing,” tuturnya.

Dilanjutkan, nilai pariwisata medis tersebut sangat signifikan untuk dikembangkan di DIYogyakarta, sebab DIY merupakan salah satu daerah tujuan wisata favorit di Indonesia. Juga keberadaan wisata medis untuk melengkapi destinasi wisata yang sudah berkembang di kota budaya dan wisata ini.

Pariwisata medis, meliputi beberapa fasilitas, di antaranya spa, akupuntur, penggunaan produk jamu tradisional, pengobatan tradisional dengan menggunakan produk herbal. Juga, penyediaan fasilitas pariwisata medis lainnya seperti layanan pijat tradisional yang mayoritas menggunakan ramuan herbal dari alam sekitar.

Diasumsikan, jika biaya pariwisata dengan fasilitas di atas per orang sekitar Rp200 ribu, dan 25-50 persen wisatawan gunakan pariwisata medis, dengan tingkat kunjungan wisata domestik dan mancanegara ke DIY setiap bulannya mencapai sekitar 369.176 orang, terdapat 184.600 wisatawan yang menikmati pariwisata medis.

“Artinya, setiap bulan penerimaan masyarakat di usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sektor pariwisata medis, mencapai kisaran Rp18,46 miliar hingga Rp36,92 miliar per bulan,” ungkapnya.

Bahkan dalam setahun, bisa menghasilkan Rp221,52 miliar hingga Rp443,04 miliar. “Ini angka yang sangat besar. Bahkan terjadi penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar pun akan bertambah signifikan, baik sebagai tenaga pelayan maupun sebagai petani yang mengembangkan produk-produk herbal tersebut,” ungkapnya. (*/ANO)

LEAVE A REPLY