YLKI: Kenaikan Airport Tax Harus Sesuai Pelayanan

0
379
Penumpang Angkutan udara di Bandara Soekarno Hatta

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta kenaikan tarif pajak bandara (passenger service charge (PSC) atau airport tax) harus berbanding lurus dengan pelayanan yang diberikan. Konteks kenaikan tarif PSC pada bandara, secara dominan lebih berkorelasi terhadap sisi willingness to pay (kerelaan untuk membayar) konsumen sebagai pengguna bandara.

“Dengan kata lain, kenaikan tarif PSC harus berbanding lurus dengan aspek pelayanan bandara,” papar Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi di Jakarta, Jumat (8/4).

Tulus melanjutkan, managemen PT Angkasa Pura II harus memberikan jaminan bahwa kenaikan tarif PSC berimplikasi positif pada kenaikan pelayanan di bandara. YLKI mendesak manajemen PT Angkasa Pura II untuk melakukan beberapa langkah mendasar guna meningkatkan pelayanan pada konsumennya.

Pertama, memperbaiki manajemen lalu lintas udara yang saat ini banyak dikeluhkan oleh konsumen adanya keterlambatan atau delay yang dipicu oleh padatnya lalu lintas di Bandara Soekarno-Hatta, terutama saat tinggal landas atau take off. “Delay padatnya traffic itu bukan hanya dialami oleh maskapai yang berlabel LCC (penerbangan berbiaya murah) saja, tetapi juga maskapai sekelas Garuda. Sementara saat delay, konsumen tidak bisa menuntut kompensasi dari maskapai karena bukan kesalahan maspakai,” katanya.

Kedua, memperbaiki manajemen penanganan bagasi. “Kendati masalah baggage handling ini merupakan tanggung jawab maskapai, tetapi bagaimanapun pihak bandara turut berkontribusi untuk meningkatkan performa pelayanan,” katanya.

Ketiga, manajemen bandara harus mendorong perbaikan pelayanan transportasi baik dari dan ke bandara Soetta, khususnya pelayanan bus Damri. “Sebagai moda transportasi publik (massal) satu-satunya, Damri terbukti tidak mempunyai standar pelayanan minimal yang jelas dan terukur, termasuk dalam hal pricing policy (kebijakan pentarifan), tarif,” kata Tulus.

Perlu diketahui, per 1 April 2016, Manajemen PT Angkasa Pura II menaikkan tarif Passeger Service Charge (PSC), di tujuh bandara di wilayah kerja AP II, salah satunya adalah Bandara Soekarno Hatta, dengan besaran kenaikan tarif yang bervariasi. (*/a)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.