WWF-Indonesia Desak Hotel & Restoran Tak Hidangkan Hiu

0
527
Hidangan kepala Hiu

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: WORLD Wide Fund for Nature-Indonesia (WWF-Indonesia) – Lembaga yang menangani masalah-masalah konservasi, penelitian dan restorasi lingkungan dunia, mendesak hotel serta restoran di Indonesia agar tidak menghidangkan atau mengganti menu yang menggunakan bahan hiu.

“Mengingat dalam survei yang dilakukan WWF-Indonesia pada Desember 2015 menemukan setidaknya 30% dari 135 responden hotel berbintang dan restoran di DKI Jakarta masih menawarkan menu berbahan dasar hiu,” papar Direktur Komunikasi dan Advokasi WWF-Indonesia Nyoman Iswarayoga dalam surat terbuka, Kamis (04/02/2016).

Survei WWF-Indonesia tahun 2014 menunjukkan konsumsi sirip hiu di restoran Jakarta setidaknya 15 ribu kilogram per tahun. Catatan FAO pada 2010, Indonesia merupakan negara yang mengekspor hiu terbesar sebesar 100 ribu ton per tahun.

Setidaknya, dua hingga tiga hiu mati setiap detiknya akibat perburuan di perairan dunia, kebanyakan untuk memenuhi permintaan sebagai bahan dasar makanan dan obat tradisional, paparnya.

Dilanjutkan, dengan kemampuan reproduksi hiu yang lambat, hanya melahirkan 5-10 anak hiu dalam dua hingga tiga tahun, keberadaan populasi hiu di alam terancam punah.

Padahal, hiu merupakan predator puncak di ekosistem laut yang memiliki peran menjaga kestabilan ekosistem laut. Acap kali nasib seekor hiu berakhir sebagai makanan dalam perjamuan mewah.

Sementara itu, Buletin Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) 2009 menyatakan bahaya terhadap kontaminan merkuri terhadap kesehatan yang ada dalam ikan hiu.

Hiu memiliki kandungan merkuri tertinggi sebesar 1-4 ppm. Kontaminan merkuri yang masuk ke dalam tubuh manusia sebagian besar akan ditimbun dalam ginjal dan dapat mengakibatkan kerusakan pada susunan saraf pusat, ginjal, dan hati.

Hal tersebut juga didukung oleh petisi di change.org untuk menghentikan segala bentuk promosi, konsumsi dan penjualan produk berbahan dasar hiu telah mendapat dukungan lebih dari 14.000 orang dari bulan Mei 2013 sampai pertengahan tahun 2015.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga sudah mengimbau seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk tidak menyediakan dan mengonsumsi produk berbahan dasar hiu melalui Seruan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perlindungan Ikan Hiu dan Ikan Pari Manta di Wilayah Provinsi DKI Jakarta. (*/e)

LEAVE A REPLY