Wouw, 300 Ribu Wisatawan Padati Geopark Ciletuh

0
137
Geopark Ciletuh Sukabumi Jawa Barat (Foto: Steemit)

SUKABUMI, bisniswisata.co.id: Sedikitnya 300 ribu wisatawan memadati wisata tirta di Geopark Ciletuh Palabuhanratu, Jawa Barat saat libur Lebaran 2018.

“Jumlah wisatawan yang datang ke objek wisata di Kabupaten Sukabumi kemungkinan lebih dari 300 ribu orang, karena kami mencatat yang masuk objek wisata tirta saja seperti pantai, sungai dan air terjun,” kata Ketua Harian Balawista Kabupaten Sukabumi, Yanyan Nuryanto di Sukabumi, seperti dilansir laman Inilah, Senin (2/7/2018).

Hingga saat ini, sambung dia jumlah wisatawan yang datang ke objek wisata tirta di Kabupaten Sukabumi masih banyak, tetapi tidak membludak seperti saat musim liburan panjang.

Mayoritas wisatawan yang datang ke objek wisata tirta berasal dari luar daerah seperti Sukabumi, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Banten, Bandung, dan Cianjur. Animo wisatawan tinggi karena penasaran setelah Unesco menetapkan Geopark Cileutuh Palabuhanratu sebagai taman alam batuan tua warisan dunia.

Selain itu, pantai di Sukabumi mempunyai keunikan dibandingkan daerah lain. Selama libur Lebaran tercipta antrean panjang kendaraan ke objek wisata laut seperti Palabuanratu. “Objek wisata tirta Kabupaten Sukabumi memang selalu menjadi daerah tujuan wisatawan setiap tahunnya apalagi pada musim libur lebaran dan Tahun Baru. Ini membuktikan bahwa lokasi wisata ini menjadi andalan,” kata Yanyan.

Geopark Ciletuh dapat dijangkau dari Jakarta dengan 7-8 jam berkendara. Arealnya sangat luas, apalagi dengan perluasannya sekarang menjadi Geopark Ciletuh Palabuhanratu yang mencakup 8 kecamatan dengan total luas 1.261 km2. Objek wisatanyanya lebih dari 50 destinasi.

Geopark Ciletuh, sebuah kawasan terdiri gunung, pantai, serta komposisi batuan purba. Batuan itu muncul ke permukaan karena terendapkan dalam palung laut hasil penunjaman lempeng samudra di bawah lempeng benua pada Zaman Kapur sekira 50-65 juta tahun silam.

Kawasan ini telah mendapatkan sertifikat sebagai geopark nasional dari Komite Nasional Indonesia untuk Unesco dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Sementara pada awal Agustus tahun lalu, Geopark ini juga sudah dinilai tim Unesco–badan PBB untuk masalah pendidikan, sains, dan budaya. Bila dinyatakan lulus, Ciletuh akan menjadi bagian Unesco Global Geopark (UGG). Saat ini tercatat ada 127 UGG yang terletak di 35 negara.

Memang kawasan wisata alam ini belum dikelola secara profesional, sehingga tidak ada patokan berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk bisa mengakses sejumlah tempat dengan pesona pemandangan di sana. Semuanya bergantung pada negosiasi dengan warga lokal yang menawarkan berbagai akomodasi dan transportasi.

Salah satu yang objek menarik dari kawasan ini adalah ragam wisata air terjun kecil (curug). Tercatat ada sembilan curug yang dapat dikunjungi di kawasan ini.

#. Curug Awang

Curug ini laksana Niagara. Kalau nggak datang dan melihat sendiri mungkin nggak percaya Curug Awang beneran seperti Niagara. Tingginya sekitar 40 meter dengan lebar kira-kira 60 meter. Dinding air terjunnya berupa bebatuan coklat. Di sekitar aliran airnya ada sawah yang dihiasi bebatuan purba di sana-sini. Di bagian atas, di samping sungainya juga terdapat sawah. Persawahan dan bebatuan purba di bagian bawah Curug Awang. Untuk ke curug di Desa Taman Jaya ini cukup jauh, sekitar 1 jam berkendara dari Curug Sodong. Akses jalannya agak rusak, di kanan kiri kita akan melihat kebun jati maupun sawit. Ada gubuk-gubuk tempat warga mengolah gula kelapa. Harum baunya ke mana-mana saat kami melintas.

#. Curug Tengah

Diberi nama Curug Tengah karena lokasinya yang diapit oleh dua air terjun lainnya, yang merupakan keunikan dari curug yang ini. Pemandangan alam sekitarnya cukup hijau, kontras dengan danau yang terbentuk dari tumpahan air terjunnya juga sangat luas, demikian digambarkan Jalan Wisata. Wisatawan bisa bermain air atau berenang di danau kecil ini, tapi harus berhati-hati karena ada beberapa titik pada danau ini yang cukup dalam. Secara umum, curug ini memiliki ketinggian sekitar 5 meter dengan kontur geologis lembah yang lebih sempit ketimbang Curug Awang.

#. Curug Puncakmanik

Berada di Kampung Pasir Ceuri, Desa Cibenda, curug ini berada pada urutan terbawah dari rangkaian air terjun Sungai Ciletuh. Jadi, jika tengah berada di atas puncak dari Curug Puncak Manik, Anda akan dapat melihat undakan air terjun mulai dari Curug Awang, yang kemudian dilanjut oleh Curug Tengah. Namun untuk mencapai ke titik itu, Anda harus memiliki nyali dan keahlian lebih guna menaklukkan licinnya jalur mendaki tebing curam dengan kemiringan hampir 90 derajat. Media online Kumparan menulis curug dengan ketinggian sekitar 100 meter ini dipercaya masyarakat memiliki sisi mistik terkait Kentring Manik, istri Prabu Siliwangi.

#. Curug Cikaret

Masih di Kecamatan Ciemas, lebih tepatnya di Desa Mekarjaya, air terjun lain yang akan melegakan dahaga Anda adalah Curug Cikaret. Walau lokasinya sedikit tersembunyi, Curug Cikaret berpanorama alam asri. Penduduk sekitar berharap pemerintah Sukabumi mau turun tangan untuk mengembangkan objek wisata ini agar taraf perekonomian mereka bisa ikut meningkat.

#. Curug Cimarinjung

Terletak di Desa Ciwaru, di aliran Sungai Cimarinjung. Tingginya lebih dari 50 m. Warga menyebut Curug Goong karena pada hari tertentu terdengar suara gong. Menurut legenda, ada gong yang tersembunyi di curug ini, peninggalan keraton alam gaib. Batunya adalah batuan sedimen berjenis batu pasir tufan dan breksi. Di atasnya di aliran yang sama ada Curug Nyelempet dan Curug Dogdog. Dua bongkah batu besar jadi ciri khas Curug Cimarinjung.

#. Curug Cikanteh

Ini adalah salah satu curug dengan panorama yang tak kalah memukau dengan tiga tingkat yang menjulang tinggi. Lokasinya yang terletak di Dusun Cikanteh, Desa Ciwaru, menjadi salah satu tempat yang tak boleh terlewat jika menyusuri kawasan Geopark Ciletuh. Untuk menikmati semburan air curug ini, Anda dapat menyusuri bebatuan atau jembatan untuk menyeberangi sungai kecil di bawahnya. Juga rimbunan pepohonan hijau. Curug ini merupakan bagian teratas dari rangkaian tiga curug lainnya. Untuk menuju curug ini harus ditempuh dengan berjalan kaki dari Curug Sodong melalui jalan setapak yang menanjak dan berbatu selama 30 menit, serta menyeberangi sungai tanpa tersedia jembatan yang permanen.

#. Curug Sodong

Ada batu besar nangkring di puncak curug di Desa Ciwaru. Sering juga disebut Curug Kembar karena ada dua aliran curug bersebelahan, setinggi kurang lebih 20-an meter. Jauh di atasnya terlihat Curug Cikanteh. Saat debit air tak terlalu besar akan terlihat di baliknya ada gua (sodong). Tapi jangan sembarangan masuk kecuali Anda bersama pemandu lokal ya. Selain kembar, ciri khas curug ini adalah adanya batu besar nangkring yang ditopang batu kecil di puncak di antara aliran dua curug tersebut.

#. Curug Puncakjeruk

Curug Puncakjeruk di Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi. Bentuk undakan pesona curug ini tak kalah apik. Ketinggiannya mencapai antara 10-15 meter dengan lebar 40-50 meter. Anda akan dengan leluasa menikmati pemandangan terbuka. Kalau berani, dapat menaikin undakan-undakan tadi yang berbentuk tangga alami untuk mendapatkan spot foto yang bagus.

#. Curug Luhur

Kampung Cikawung, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, seperti dituliskan Sukabumi Update, adalah lokasi yang tak boleh terlewat. Di sana terdapat Curug Luhur yang merupakan salah satu lokasi favorit para pelancong Geopark Ciletuh. Keistimewaanya adalah pemandangan pelangi yang muncul dibawah curug, yang merupakan refleksi sorot sinar matahari ke air yang turun. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.