Wisman Terbatas, PHRI Berjuang Tingkatkan Okupansi Hotel

0
330

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Rapat Kerja Nasional Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menghasilkan sejumlah kesepakatan untuk berjuang meningkatkan pangsa pasar perhotelan. Mengingat, industri perhotelan saat ini menghadapi tantangan serius akibat kian tingginya pasokan hotel baru ke tengah pasar sementara jumlah wisatawan, terutama wisatawan mancanegara, masih sangat terbatas.

“PHRI berkomitmen menjalankan sejumlah strategi yang disepakati dalam rakernas PHRI untuk memperbaiki kinerja perhotelan saat ini. Dengan upaya itu, Indonesia dapat meningkatkan arus wisatawan asing hingga di atas 20 juta per tahun, jauh di atas posisi saat ini yang hanya sekitar 10,4 juta,” papar Ketua PHRI Hariyadi B. Sukamdani.

Ada sejumlah upaya yang akan diperjuangkan PHRI. Pertama, PHRI akan memulai dengan menutup saat-saat low season di masa puasa, yang tahun ini jatuh di Juni dan Juli. PHRI telah menyepakati kerjasama dengan Citilink untuk mempromosikan tiket dan kamar murah.

“Kita lakukan program promosi bersama Citilink. Mereka terbang di 20 kota dan kita siapkan 20.000 room night, yang nanti bisa berubah tergantung permintaan.Di saat puasa itu pasar lokal pasti drop, tapi pasar mancanegara justru peak season karena summer holiday,” katanya seperti dikutip laman bisnis.com, Senin (25/04/2016).

Menurutnya, program tersebut akan dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya dengan melibatkan lebih banyak maskapai. Program tersebut akan diadakan di masa-masa sepi untuk memacu keterisian, yang biasanya berlangsung pada Februari—Maret dan masa puasa.

Kedua, PHRI juga akan konsolidasikan untuk menyusun calendar of event. Dengan demikian, ada program wisata yang jelas yang dapat dipromosikan kepada wisatawan asing. PHRI di daerah akan mengidentifikasi event-event yang ada di daerah untuk dipromosikan guna menarik arus wisata.

Harapan kita, tiada hari tanpa ada event secara nasional. Itu sebenarnya sangat mudah. Banyuwangi saja satu kabupaten dia bisa buat 53 event tahun ini, padahal kita punya 500 lebih daerah tingkat dua. “Strategi branding pemerintah sudah bagus , tetapi tidak bisa hanya branding tanpa ada isinya. Orang ke sini untuk apa? Jadi, harus disiapkan event atau atraksinya. Dengan strategi ini kita bisa isi seluruh kamar hotel kita kita,” katanya.

Hariyadi mengatakan, jumlah kamar hotel dan pesawat Indonesia adalah yang terbesar se-Asean, tetapi jumlah wisatawan hanya 10,4 juta. Jumlah ini kalah dengan Thailand yang mencapai 29,5 juta, padahal destinasi wisata Indonesia jauh lebih banyak. “Artinya, selama ini ada yang salah dalam cara promosi kita,” katanya.

Ketiga, PHRI juga akan aktif dalam kampanyekan kebersiahan destinasi wisata Indonesia sebab hal ini selama ini juga sangat mengganggu. “Kita edukasi masyarakatnya dan bantu sediakan fasiltas kebersihan.”

Keempat, PHRI juga akan dorong daerah-daerah wisata baru. “Kita identifikasi daerah mana saja yang berpotensi tetapi belum dikenal. Kita promosikan. Kita ingin orang yang datang ke Indonesia itu akan berputar kelilingi destinasi yang ada, karena kita ada banyak sekali destinasi wisata,” katanya.

Kelima, PHRI akan jalin kerjasama dengan seluruh stakeholder lain, seperti pusat perbelanjaan dan masyarakat pencinta budaya. “PHRI tidak bisa hanya bergerak di internal saja, tetapi harus keluar dari zona kita. Jika tidak, kamar hotel akan tetap sepi,” katanya. (*/b)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.