Wisatawan Tewas Tertimpa Runtuhan Batu Curug Cigamea

0
2486
Curug Cigamea Bogor

BOGOR, test.test.bisniswisata.co.id: Berwisata malah meregang nyawa. Nasib malang itu menimpa Indah Sri Badariah (17). Warga Komplek Citra Sejahtera Siantan Hulu, Pontianak, meninggal seketika di kawasan air terjun atau curug Cigamea Desa Gunung Sari kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor, akibat tertimpa runtuhan tebing batu air terjun setinggi tebing 30 meter, Senin (03/11/2014).

Kepala Kepolisian Cibungbulang Komisaris Ronny Mardiatun, menjelaskan kronologis kejadian terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. ‪Awalnya korban berwisata ke Curug Cigamea bersama teman kerjanya Dini, Warnia, Rezky, Satria dan Suherman. Mereka bekerja di Indoglosir, Kemayoran, Jakarta.

Setibanya dilokasi korban dan teman temannya bermain ke kolam air terjun Cigamea. Tidak lama berselang terdengar suara gemuruh seperti benda keras jatuh dari tebing setinggi 30 meter dan menimpa korban yang langsung meninggal di lokasi kejadian. “Diduga korban tak sempat menyelamatkan diri dan akhirnya tertimpa reruntuhan,” katanya.

Menerima laporan dari kepala desa Gunung Sari, pihak Kepolisian Sektor Cibungbulang mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Pamijahan. Dari puskesmas, korban dibawa ke RS PMI Bogor untuk otopsi. Rencananya jenazah dibawa ke Pontianak‬.

Curug Cigamea menjadi tujuan wisata di Bogor. Curug ini terdiri dua air terjun utama dengan karakter berbeda. Air terjun pertama lebih dekat dengan jalan masuk, dengan tebing curam menyerupai dinding dan didominasi bebatuan hitam. Kolam limpahan air yang berada dibawahnya tidak terlalu dalam dan luas sehingga tidak bisa digunakan untuk berenang.

Sementara air terjun kedua berjarak sekitar 30 meter dari air terjun pertama dan berada di celah tebing. Air terjun kedua ini memiliki ketinggian sekitar 50 meter dengan aliran air yang turun semakin lebar membelah tebing bebatuan yang berwarna hitam kecoklatan serta tumpahan air yang cukup deras dibandingkan air terjun yang pertama.

Kolam limpahan air yang ada di bawah air terjun kedua ini cukup luas dengan warna air yang biru kehijau-hijauan di bagian tengah kolam menandakan bagian tersebut cukup dalam, sehingga bisa digunakan untuk berenang.

Sepintas bila dilihat dari bawah, sumber air yang berada di atas air terjun kedua ini berada sedikit di bawah air terjun pertama, padahal sebenarnya tidak. Dari hasil pengamatan mulai dari masuk lokasi ini, terlihat jelas bahwa air terjun kedua ini memiliki ketinggian yang lebih tinggi dari air trjun pertama, namun karena tertutup oleh rimbunnya pepeohonan dan adanya bagian tanah yang sedikit menjorok ke muka, praktis bagian atasnya tidak bisa dilihat saat berada di lokasi

Curug ini berada di Kawasan Wisata Gunung Salak Endah (GSE) di kaki Gunung Salak di bawah naungan TNGHS (Taman Nasional Gunung Halimun Salak). Di kawasan ini terdapat juga curug lainnya yakni Curug Nangka, Curug Luhur, Curug Sawer, Curug Cikuray, Curug Ngumpet, dan Curug Seribu.****

LEAVE A REPLY