Wisatawan Terjebak Macet Menjengkelkan di Bandung Selatan

0
1517

BANDUNG, test.test.bisniswisata.co.id: Gencarnya promosi destinasi wisata Bandung Selatan, ternyata tak diimbangi dengan perbaikan infrastruktur jalan yang memadai. Akibatnya wisatawan nusantara kerap mengeluhkan kemacetan berkepakanjangan yang menjengkelkan menuju obyek wisata di kawasan Bandung Selatan.

Kemacetan parah yang terjadi saat weekend, juga libur panjang diawali saat keluar tol Kopo. Ratusan kendaraan yang mayoritas berplat nomor B (Jakarta) tak bergerak sama sekali. Bahkan harus sabar hingga hampir satu jam untuk menuju Soreang, jalan menuju obyek wisata Bandung Selatan.

Sepanjang Jalan Kopo Bihbul, kendaraan tak bergerak. Wisatawan terjebak kemacetan yang menjengkelkan. Apalagi saat hujan tiba, laju kendaraan pelan-pelan lantaran jalan tergenang banjir. Tak ada jalan alternatif, kemacetan parah menyebabkan kendaraan harus berhenti total.

“Ada dua polisi lalu lintas yang mengatasi kemacetan, tak mampu mengurai kemacetan. Juga kawasan menuju obyek wisata tak ada jalan alternatif mengakibatkan kemacetan makin parah dan menjekelkan,” papar Ni Luh Dharmasingsih (42), asal Denpasar yang berwisata ke Bandung Selatan saat liburan panjang, Sabtu (4/4/2015).

Dhamaningsih bersama keluarga mengaku tertarik berwisata ke Bandung Selatan karena promosi wisata yang menjanjikan, namun realitas di lapangan tak sesuai dengan kenyayaan. “Kemacetan yang menjekelkan menuju obyek wisata Bandung Selatan akan membuat wisatawan kapok untuk datang lagi,” paparnya.

Seharusnya, saran dia, pemerintah provinsi Jawa Barat maupun Kabupaten Bandung Selatan harus memperhatikan masalah akses menuju obyek wisata Ciwedey, yang namanya sudah dikenal wisatawan. “Jangan terus membangun obyek wisata baru, namun tak pernah memperbaiki infrastruktur jalan, ya percuma saja,” keluhnya.

Hal senada juga disampaikan Johanes (40) warga Duren Sawit Jakarta yang mengaku kemacetan menuju kawasan Ciweday sudah berlangsung lama, puluhan tahun dan belum ada kebijakan pemerintah daerah mengatasinya. “Seolah-olah sengaja dibiarkan masalah akses menuju obyek wisata yang sudah nama itu,” lontarnya.

Sebenarnya, tambah dia, bukan hanya akses jalan menuju kawasan wisata Bandung Selatan. Namun kemacetan sudah merata di kota Bandungnya sendiri. “Sehingga kita leluasa menikmati obyek wisata di Bandung, semua jalan macet. Kita orang mau berwisata, menghibur diri karena Jakarta tiap macet kini Bandung malah macet juga, gimana bisa menikmati wisata kalau kondisinya seperti ini,” tandasnya serius.

Sari (38) wisatawan asal Jakarta mengaku sudah kenyang dengan kamacetan di Bandung. “Biasanya hanya wisatawan yang tak pernah ke Bandung kaget melihat kamacetan parah ini. Ya nikmati aja, meski dalam hati dongkol juga dengan kondisi seperti ini,” ungkapnya.

Sepengetahunnya, belum ada tindakan nyata dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun Kabupetan melakukan perbaikan, pembenahan apalagi membangun jalan baru menuju kawasan wisata di Bandung Selatan maupun kawasan wisata lain yang ada di Bandung. “Ya mungkin pejabatnya sibuk yang lain, ketimbang ngurusi infrastruktur,” katanya,

Kemacetan bukan hanya saat wisatawan menuju destinasi wisata Bandung Selatan, namun saat kembali ke Bandung maupun Jakarta juga terbentur macet. Minggu (5/4/2015), kemacetan sejak pagi. Ratusan kendaraan dari arah Ciwidey menuju Bandung, memadati jalur Ciwidey-Bandung-Jakarta.

Akibat padatnya kendaraan, di beberapa titik terjadi kemacetan cukup parah. Selain karena tikungan cukup tajam, juga
banyak kendaraan terutama kendaraan roda dua mengambil jalur kanan.

Kemacetan juga terjadi karena banyaknya kendaraan keluar masuk rumah makan disepanjang jalur tersebut. Petugas kepolisian berusaha keras untuk mengurai kemacetan tersebut, sayangnya tak mampu mengatasinya.

Disarankan hendaknya tidak berwisata ke Bandung Selatan saat weekend, hari libur panjang dan hari besar. Karena kejengkelan akan membuat stress semakin bertambah. Artinya, niat berwisaya untuk menghibur kepenatan dan menghilangkan stress malah muncul stress baru. Mau? (endy)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.