Wisatawan Perempuan ke India Merosot Tajam

0
342

NEW DELHI, test.test.bisniswisata.co.id: Menteri Pariwisata India Mahesh Sharma melarang turis wanita menggunakan kaus, dan berjalan sendirian saat malam di kota-kota kecil. Larangan ini diberlakukan untuk menjaga keselamatan wisatawan asing.

“Untuk keselamatan mereka, turis asing wanita sebaiknya tidak menggunakan pakaian mini dan kaus. Budaya India berbeda dengan barat,” kata dia dalam acara diskusi keamanan turis di Taj Mahal, Agra, India Utara, Senin (29/08/2016).

Selain tak berpakaian minim dan berkeliaran sendiri saat malam, Sharma juga menghimbau agar wisatawan wanita untuk memotret plat nomor kendaraan yang mereka tumpangi. Selanjutnya mengirim foto itu ke teman-teman mereka.

Kebijakan ini diperkenalkan untuk mengatasi penurunan jumlah wisatawan perempuan. Menurut Sharma, jumlah wisatawan perempuan di India menurun tajam setelah munculnya geng pemerkosa dan pembunuh seorang mahasiswa kedokteran pada 2012. Serangan kepada turis perempuan pun marak terjadi.

Peraturan untuk wisatawan asing ini mendapat penolakan dari aktivis India. Direktur Pusat Peneliti Sosial Delhi Ranjana Kumari mengatakan bahwa Sharma tidak menyadari implikasi dari pernyataannya. “Itu sangat bodoh, tidak dipikirkan dengan matang,” katanya.

Menurut Kumari, Sharma seolah menyalahkan perempuan dari apa yang dia kenakan. Padahal, katanya, masalahnya ada pada para pria. Kumari mengatakan seharusnya menteri lebih fokus untuk menghentikan para pelaku kejahatan. “Kenapa para gadis harus datang ke India ketika di sini tidak aman untuk mereka?” ujarnya.

Sharma kemudian mengklarifikasi pernyataannya. Ia mengatakan bahwa pemerintah belum memberikan instruksi kepada wisatawan tentang pakaian yang harus dikenakan secara spesifik. “Kami meminta mereka mengambil langkah pencegahan saat keluar malam,” ucap dia seperti dilansir laman The Guardian.

Statistik kejahatan nasional menunjukkan 92 wanita diperkosa setiap hari di India. Kebanyakan pemerkosaan terjadi di daerah pedesaan.

Para wisatawan bisa menjadi korban pelecehan yang sama dan bahkan lebih buruk. Kasus terbaru terjadi pada Juli 2016. Seorang perempuan Israel dilecehkan oleh sekelompok laki-laki di resor Himalaya, Manali.

Sebelumnya, wisatawan wanita Jepang diculik dan diperkosa di Bihar pada 2014. Pada 2015 seorang turis Rusia diserang oleh pengemudi becak di Delhi. (*/END)

LEAVE A REPLY