Wisatawan Lebaran, 1 Tewas Tenggelam 2 Hilang

0
387
Tim SAR Mecari korban hilang

SUKABUMI, test.test.bisniswisata.co.id: Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) Pos Sukabumi, menemukan jasad seorang wisawatan asal Kampung Cimenteng yang tenggelam di perairan laut Muara Cikaso, Kabupaten Sukabumi.

“Jasad korban kami temukan sekitar 1,5 mil laut dari tempat kejadian musibah dalam kondisi tertelungkup,” kata Komandan Basarnas Pos Sukabumi Agung Priambodo di Sukabumi, Sabtu (09/07/2016).

Dijelaskan, korban bernama Suherlan (16) warga Kampung/Desa Cimenteng, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berwisata ke Muara Cikasi di Kecamatan Tegalbuleud pada Kamis, (7/7) bersama keluarga dan rekan-rekannya.

Sekitar pukul 16.30 WIB, korban memilih berenang, namun karena dorongan arus dari muara ke laut sangat deras, korban yang masih duduk di bangku SMA ini terseret ombak hingga ke tengah laut. Keluarga dan rekan korban yang melihat kejadian tersebut mencoba membantu, namun arus yang deras ditambah ombak cukup tinggi akhirnya korban hilang tenggelam.

Untuk mencari jasad korban, tim SAR gabungan membagi dua tim yakni satu tim melakukan pencarian di darat di sekitar hilangnya korban dan satu tim lagi di tengah laut dengan menggunakan kapal boat.

Jasad korban akhirnya berhasil ditemukan di hari kedua pencarian, dengan kondisi sudah meninggal dunia dan sudah mulai membengkak. Jenazah remaja ini pun langsung dievakuasi dan di bawa ke RSUD Jampangkulon untuk dilakukan visum.

“Jenazah ditemukan sekitar pukul 07.30 WIB pada hari ini dan sudah diserahkan kepada pihak keluarga korban. Dengan ditemukannya jasad wisatawan lokal tersebut, maka operasi SAR di Muara Cikaso dihentikan dan tim bergeser ke wilayah Palabuhanratu yang informasinya ada seorang wisatawan yang juga hilang tenggelam di daerah itu,” tambah Agung.

Garut Selatan

Kecekakaan laut juga terjadi di pantai Santolo, Garut Selatan, Kabupaten Garut, Sabtu (9/7). Dua wisatawan Lebaran, Sahrul Sanjaya (16) dan Pajri (16), hilang ditelan ombak besar saat berenang bersama teman temanya. Tim gabungan hingga kini masih melakukan pencarian di pantai yang indah ini.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus, menjelaskan, nasib naas menimpa dua remaja tersebut berlangsung Sabtu pagi sekitar pukul 06.00. Korban Sahrul Sanjaya,16, warga Kampung Karawang Pawitan Garut, berenang bersama korban Pajri,16, warga Kopo Bihbul, Kabupaten Bandung, di Pantai Pejaringan, Santolo, Kabupaten Garut.

Baru setengah jam berenang tiba tiba ombak besar menghantam tubuh kedua korban hingga terseret ke tengah laut hingga tubuh korban pun hilang. Lima temanya sempat berteriak minta tolong, namun korban gagal diselamatkan.

Polsek Cikelet, Polairud, dan Basarnas bergegas melalukan pencarian namun kedua korban belum diketemukan. “ Tim masih melalukan pencarian dan menyisir sepanjang pantai,“ ungkapnya.

Kabid menghimbau kepada pengunjung pantai Santolo supaya berhati hati, dan jangan bernenag melibihi bendera yang sudah dipasang. “ Bendera merupakan tanda batas bahaya di pantai tersebut,“ katanya.

Tertinggal di Pantai

Dari Pangandaran dilaporlkan memasuki H+4 lebaran, tercatat 20 anak anak hilang karena tertinggal orang tuanya di pantai. Kedua puluh anak itu baru bisa bertemu dengan orang tuanya setelah dua jam dilalukan pencarian dan diumumkan melalui opengeras suara.

“Ada 20 anak yang tertinggal orang tuanya,“ kata Yana, petugas Penyelamat pantai (Balawisata) Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Sabtu. Ia menghimbau supaya orang tua yang ke Pangandaran harus hati hati dan jangan melepaskan anaknya saat bermain di pantai. “ Kami berharap lebaran ini jangan ada korban yang terseret ombak,“ harapnya. (*/ANO)

LEAVE A REPLY