Wisatawan Indonesia Meninggal di Alaska

0
396
Silvana Regina Sutanto (foto: http://www.straitstimes.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Seorang wisatawan asal Indonesia meninggal dan dua orang lainnya mengalami cedera luka bakar, akibat insiden kebakaran di kabin wisata tourist lodge (pondokan turis), Kodiak Island, Alaska, Amerika Serikat (AS). Kebakaran terjadi pada tgl 2 Juni 2016 pukul 04.09 pagi waktu setempat.

Korban meninggal dunia Silvana Regina Sutanto, sedangkan korban cedera kakak beradik bernama Shaun Gozali dan Danielle Gozali. “Tanggal 3 Juni pukul 10.00, Konsulat Jenderal RI (KJRI) San Fransisco menerima informasi dari sejumlah pihak mengenai korban WNI pada kebakaran kabin wisata di Kodiak Island, Alaska,” ungkap Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi dalam keterangan tertulis secara resmi di Jakarta, Selasa (7/6/2016),

Menurut Menteri Retno, informasi awal terdapat dugaan adanya WNI yang menjadi korban. KJRI San Fransisco lakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar RI di Wasington DC dan masyarakat Indonesia di Anchorage (kota terdekat dgn Kodiak Island), serta otoritas setempat. “Dari koordinasi diperoleh konfirmasi adanya 4 korban, 3 diantaranya adalah WNI dan 1 korban lainnya adalah WN Korea,” papar Menlu Retno.

Kedua WNI tersebut adalah kakak beradik bernama Shaun Gozali dan Danielle Gozali. Mereka diketahui mengalami luka-luka dan telah diterbangkan ke Seattle/Washington State untuk dirawat di Harborview Medical Center, Seattle.Kondisi keduanya saat ini telah membaik dan sudah stabil, meskipun masih dirawat di ICU.

Jenazah korban meninggal Silvana Sutanto saat ini berada di medical examiner Anchorage untuk proses otopsi sesuai ketentuan setempat. Diperkirakan proses otopsi jenazah paling cepat selesai akhir minggu ini. Silvana merupakan putri dari pengusaha Indonesia pemilik Wings Group, Harjo Sutanto.

“Sejak awal kejadian KJRI San Fransisco terus melakukan koordinasi, baik dengan KBRI Washington DC, Masyarakat Indonesia di Anchorage maupun dengan keluarga korban yang tinggal di Seattle. KBRI juga akan memberikan bantuan yang diperlukan bagi proses pemulangan abu jenazah nantinya,” pungkasnya.

Duka mendalam masih dirasakan konglomerat Harjo Sutanto, pendiri Wings Group. Putrinya, Silvana Regina Sutanto menjadi korban dalam kebakaran pondok tempatnya menginap di pulau Kodiak Lodge, Alaska saat berlibur bersama keluarga. Silvana adalah direktur lima perusahaan kesehatan dan investasi di Singapura termasuk United Wealth Industries, The Inspiration Shop and Universal Wellbeing.

Saat putrinya yang hobby fotografi berlibur ke Alaska, Sutanto di Belmont Read Singapura. Dia pun sudah mendapat kabar peristiwa tersebut. Di rumah itu, Sutanto ditemani dua pembantu rumah tangganya. “Beliau kondisinya baik, tetapi menolak untuk berkomentar lebih lanjut tentang musibah ini,” kata Ata, pembantu yang sudah bersama Sutanto 30 tahun lebih ini seperti mengutip The Straits Times.

Sutanto membangun keluarga yang low profile bersama istrinya, Lilian Yenny. Sutanto memiliki empat anak Hanny, Silviana, Handoyo dan Yenny Sutanto yang memiliki darah bisnis seperti Sutanto. Harjo Sutanto dalam dunia bisnis dikenal sangat ulet dan tahan banting menghadapi segala pasang-surut mengenalkan sabun mandiri door to door pada tahun 1948. Sutanto mengawali bisnis bersama kerabatnya, John F Katuari dengan mendirikan FA Wings yang berbasis di Surabaya.

Saat ini, bisnisnya sudah menggurita dengan berbagai produk keperluan rumah tangga, mulai dari makanan istan, produk sanitasi maupun produk pembersih lantai. Bahkan saat ini sudah masuk bidang industri kimia bisnis perbankan, agro, industri kimia, kemasan, real estate maupun bahan bangunan. Daftar kekayaannya pun membuat dia masuk daftar orang terkaya Indonesia

Pria yang lahir tahun 1926 ini, menempati peringkat 31 dalam daftar orang terkaya Indonesia dengan kekayaan USD970 juta. Peringkat ini naik dibanding 2014 yang berada di posisi 33. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY