Wisatawan China Dapat Sambutan Khusus di Hari Pariwisata Dunia 2015

0
810
Syamsul Lussa, staf ahli Menteri Pariwisata bidang Kemaritiman mengalungkan selendang tenun untuk wisatawan China di Bandara Soekarno Hatta. (foto: Hilda Sabri Sulistyo)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id:  Kementrian Pariwisata memperingati Hari Pariwisata Dunia setiap  tanggal 27 September 2015 dengan menyambut kedatangan sedikitnya 200 wisatawan China dari Beijing menggunakan pesawat Airbus 330 Garuda Indonesia.menuju Bali di bandara Soekarno-Hatta.

“Ini acara penyambutan simbolis untuk memeringati Hari Pariwisata Dunia 2015 yang jatuh hari ini. Kebetulan mereka transit di Bandara Soekarno-Hatta dan kita sambut beberapa perwakilannya dengan kalungan bunga dan selendang tenun berwarna coklat tanah” ujar Syamsul Lussa, staf ahli Menteri Pariwisata bidang Kemaritiman.

Upacara penyambutan itu dilakukan di terminal kedatangan Internasional 2F Bandara Soetta. Perwakilan turis yang datang menerima goodie bag bertuliskan Wonderful Indonesia. Mereka juga dipersilahkan mengabadikan penyambutan itu di depan booth foto bertuliskan World Tourism Day. Para turis itu pun tersenyum senang dengan sambutan yang hangat dari perwakilan Kemenpar dan juga beberapa putri wisata.

Syamsul Lussa mengatakan selain menjadi bentuk ucapan selamat datang, wisman asal China ini juga mewakili negara-negara yang menerima fasilitas bebas visa kunjungan ke Indonesia yang sudah diterapkan sejak Juni lalu. Seperti diketahui Juni lalu sebanyak 30 negara menikmati fasilitas bebas visa ke RI

“Kita kan menerapkan hasil kajian dari APEC dan Badan Pariwisata Dunia (UNWTO) bahwa pemberlakuan bebas visa memberikan dampak terhadap pertumbuhan pariwisata suatu negara rata-rata 18%. Nah welcome party untuk wisatawan China ini sebagai bentuk rasa syukur atas peningkatan kunjungan wisman ke Indonesia bukan mengistimewakan wisatawan China tetapi juga dari negara lain,” kata Syamsul Lussa.

Kemenpar sudah memberlakukan bebas visa untuk turis dari 45 negara dan hingga akhir tahun ini akan tambah 45 negara baru sehingga total menjadi 90 negara.Pemerintah berharap dengan penambahan negara penerima bebas visa maka tahun ini penerimaan devisa bertambah sebesar USD 1 miliar dan akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 1 juta.

Malah Indonesia diprediksikan menerima kunjungan wisman dari fasilitas bebas visa sebanyak 4,1 juta turis di tahun 2015 , 5,1 juta  pada 2016 dan 6,45 juta di 2017. Peningkatan mencapai 8,6 juta di 2018 dan 10,8 juta di 2019 sehingga total di tahun itu total kunjungan wisman mencapai 20 juta orang.

Perwakilan wisatawan China yang mendapatkan sambutan dan kejutan, Jeffrey Sun, mengaku senang apalagi dia berencana liburan ke Bali untuk yang pertama kalinya. “Bali adalah destinasi wisata paling terkenal di China. Ini pertama kalinya saya datang ke sana. Saya jadi tidak sabar ingin berkeliling dan melihat budaya yang unik,” kata Jeffry.

Jeffry usai mendapy kalungan selendang tenun berfoto berlatar belakang tema Hari Pariwisata Dunia 2015.
Jeffry usai mendapy kalungan selendang tenun berfoto berlatar belakang tema Hari Pariwisata Dunia 2015.

Hari Pariwisata Dunia 2015 diperingati  di seluruh dunia, termasuk di Indonesia dengan sejumlah rangkaian acara antara lain penyambutan wisman serta seminar nasional. Acara penyambutan secara simbolis ini dihadiri oleh sejumlah pejabat eseleson I Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Didin Junaedy, ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia ( GIPI).

eringatan HPD 2015 oleh Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) telah ditetapkan tema ”Ones Billion Tourists, One Bilion Opportunities”  serta pusat perayaan World Tourism Day  tahun ini  di  Burkina Faso,  Afrika Barat.

Kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional, dari tahun ke tahun akan meningkat dari 9% pada 2014 menjadi 15% pada 2019 mendatang. Sedangkan lapangan kerja yang tercipta akan menjadi 13 juta dari posisi sekarang 11 juta orang.

Dijelaskan, pariwisata dalam lima tahun ke depan akan menghasilkan devisa sebanyak Rp280 triliun dari posisi sekarang sebanyak  Rp140 triliun, melalui peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia dari 9,4 juta wisman menjadi 20 juta wisman serta peningkatan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) dari 250 juta  pada 2014 menjadi 275 juta wisnus. (hildasabri@yahoo.com)

 

LEAVE A REPLY