Wisatawan Australia Ditemukan Tewas Penuh Luka Tusuk

0
117

DENPASAR, Bisniswisata.co.id: Richardson Stephen James (63), wisatawan asal Australia ditemukan tewas mengenaskan dengan penuh luka robek di tubuhnya. Pria asal Australia ini ditemukan di rumah kontraknya Jalan Danau Poso No.19 B Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Bali.

Berdasarkan informasi dihimpun bahwa korban pertama kali ditemukan Garry James Croker tak lain teman korban. Saat itu temannya berusaha menghubungi korban. Setibanya di lokasi kejadian, korban di panggil-panggil tidak menyahut, akhirnya saksi langsung melompat ke dalam rumah dan mendapati korban sudah tewas.

“Jadi korban ini pertama kali ditemukan temannya. Saat itu dia berusaha menghubungi korban namun tidak ada jawaban. Akhirnya saksi melompat pagar dan mendapati korban sudah tewas,”jelas Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Aris Purwanto, Selasa (09/05/2017).

Hingga kini pihaknya belum berani memastikan korban tewas karena dibunuh. “Kami belum bisa memastikan akan hal itu. Saat ini jenazah korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Sanglah untuk dilakukan visum et repertum,” jelas Kompol. Aris.

Korban ditemukan dalam keadaan tidak memakai busana. Dan kamarnya penuh bercak darah. Posisinya terlentang di atas kasur warna biru dengan kepala berada di arah timur, tidak menggunakan pakaian.

Pada tubuh korban terdapat beberapa luka di antaranya, luka robek menganga pada pangkal lengan kanan, lengan kanan, luka robek pada dahi tengah, luka pada pipi kanan. Selain itu juga pada lantai ruangan tengah banyak ada bercak darah yang sudah kering. Dan pintu lemari kaca di dalam kamar pecah, kaca jendela di luar kamar tidur sisi timur dan pecahan kaca tersebut berserakan.

Kepala Forensik Rumah Sakit Sanglah Dudut Rustyadi menjelaskan hasil pemeriksaan luar terhadap jasad Richardson Stephen James menunjukkan ada luka benda tumpul di kepalanya. Beberapa luka juga terlihat di anggota badan lainnya.

Dijelaskan, luka yang ada di tangan tersebut diduga akibat dari perkelahian. “Mungkin sebelum meninggal korban ini sempat menangkis atau melawan,” ujarnya.

Saat ditanya pastinya jam berapa korban meninggal, dia tidak mau memberikan secara pasti. “Yang pasti 24 jam sebelum diperiksa. Kami tidak bisa memberitahukan secara pasti jam berapa korban meninggal, itu nanti bisa dipakai alibi.” ungkapnya. (*/bbs)

LEAVE A REPLY