Wisatawan Amerika Tewas Menyelam di Perairan Nias

0
368

MEDAN, test.test.bisniswisata.co.id: Tragis. Kasus wisatawan tewas menyelam terus terjadi. Kini menimpa wisatawan asal Amerika Serikat. Makena Baker Ryuichi (21) tewas saat menyelam di perairan Nias Barat, Sumatera Utara. Laki-laki asal Hawaii itu tidak tertolong setelah tenggelam sekitar 10 hingga 15 menit di laut.

“Peristiwa meninggalnya turis Amerika Serikat itu terjadi Jumat (16/9),” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting kepada wartawan di Medan, Ahad (18/09/2016).

Makena diketahui tengah berwisata di Pulau Asu, Desa Hinako, Kecamatan Sirombu, Nias Barat. Mahasiswa sekaligus koki ini berenang dan melakukan penyelaman di laut sekitar untuk menembak ikan menggunakan panah. “Informasi yang kita terima dia menyelam di kedalaman 13 meter tanpa alat bantu oksigen,” jelas Rina.

Penyelaman Makena disaksikan ibunya, Hiroyo Baker, dan dua turis lainnya, Kahaai Howard (warga negara AS) dan Stefen Kennedy (warga negara Australia). Mereka bahkan berenang bersama.

Hiroyo sempat melihat Makena naik ke permukaan laut dengan 2 ekor ikan yang berhasil dia tembak. Lalu pemuda itu kembali menyelam.

Namun setelah sekitar 10 menit, Makena tidak kunjung muncul ke permukaan. Kahaai yang merupakan temannya langsung berteriak. Perempuan itu minta tolong pada warga dan temannya untuk mencari Makena.

“Sesaat setelah itu, disaksikan ibunya, korban ditemukan tak sadarkan diri di dasar laut pada kedalaman sekitar 13 meter,” sambung Rina seperti diunduh laman poskotanews.com.

Korban kemudian diangkat ke permukaan. Para saksi berupaya melakukan langkah penyelamatan, seperti memberikan napas buatan. Namun, Makena tidak tertolong.

Petugas Polsek Sirombu kemudian mengevakuasi jasad korban dari Pulau Asu ke RSU Gunungsitoli. “Dari hasil visum, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ataupun luka di tubuh korban,”ungkap Rina.

Ibu korban memohon dan membuat surat pernyataan kepada penyidik Satuan Reskrim Polres Nias agar jasad putranya tidak diautopsi. Alasannya, dia melihat langsung kecelakaan itu. “Dari keterangan saksi, ibu korban dan Kahaii Howard dan Stefen Kennedi dan hasil visum et repertum, korban diduga meninggal dunia karena tenggelam dan kehabisan oksigen saat menyelam di laut,” jelas Rina.

Setelah divisum, jasad Makena sempat diinapkan di kamar mayat RSU Gunungsitoli. Sabtu (17/9) pukul 14.00 Wib jenazah korban bersama ibunya dan 2 saksi lain dijemput pesawat carter Susi Air di Bandara Binaka, Gunungsitoli. Mereka kemudian diterbangkan ke Bandara Kualanamu, Deli Serdang.

Berdasarkan rencana keluarga korban, jenazah Makena diinapkan di Balai Persemayaman di Jalan Asia, Medan. Hari ini, Minggu (18/9), dilakukan kremasi di krematorium, Jalan Tanjung Morawa Medan. “Setelah selesai acara kremasi, abunya akan dibawa ibu korban kembali ke Hawaii, Amerika Serikat,” tutup Rina. (*/PKO)

LEAVE A REPLY