Wisata Ziarah, Bus Pariwisata Diseruduk Dump Truk

0
41

TUBAN, Bisniswisata.co.id: Bus pariwisata yang mengangkut rombongan wisatawan Ziarah Wali Songo asal Ngagelrejo Surabaya terguling tepat di depan pintu masuk Terminal Wisata Kebonsari, Kelurahan Kebonsari, Kabupaten Tuban, Kamis (11/5/2017) malam, setelah diseruduk dump truk nopol L 8296 UX. Akibatnya, 19 wisatawan yang mayoritas wanita mengalami cedera ringan hingga berat.

“Bus yang mengangkut puluhan jamaah ziarah itu terguling setelah ditabrak dump truk pengangkut batu bara, sehingga belasan penumpang dari bus pariwisata mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” papar AKP Eko Iskandar, Kasat Lantas Polres Tuban, Jumat (12/05/2017).

Bus pariwisata yang mengangkut peziarah itu bernomor polisi DK 6052 FA. Bus kecil itu membawa 32 orang jamaah yang terdiri dari anak-anak dan orang dewasa asal Bratang, Surabaya. Sesampai di depan pintu masuk terminal wisata, bus hendak masuk ke dalam terminal.
Namun, dari arah yang sama melaju kendaraan dump truk dengan nomor polisi L 8296 UX yang sedang menyalip kendaraan lainnya dengan kecepatan tinggi. “Busnya mau masuk sudah lampu reteng. Truknya itu nyalip dari kanan,” ujar saksi mata Ahmad.

Kendaraan dump truk yang banting kanan kemudian terguling ke kiri pas di depan gerbang terminal, lalu truk besar bermuatan batu bara itu menimpa body bus pariwisata hingga membuat bus juga terguling ke kiri.

Sebanyak 19 orang korban kecelakaan bus pariwisata hingga Jumat (12/05) masih dalam perawatan medis di dua rumah sakit antara lain Sebanyak 15 korban berada di RSUD Dr Koesma Tuban dan 4 korban berada di Rumah Sakit Medika Mulia Tuban.

Para korban luka-luka yang dirawat di RSUD Koesma Tuban adalah 1.Endang Supriyati (51), 2.Kartini (62), 3.Tumirah (57), 4.Sunarsih (42), 5. Ganis Sri Astuti (52), 6. Prihatin (47), 7. MOH. Rama Andika Putra (10), 8. Eni Erawati (38), 9. Ponimah (53), 10. Satimin (56), 11. Siti Muawanah (38), 12. Safaatun Nikmah (27), 13. Sumarsih (37), 14. Samiati (56), 15. Shinta Nuriyah (15).

Sedangkan untuk empat korban yang berada di rumah sakit Medika adalah 1. Sulatri (49), 2.Supiyati (55), 3. Nur Samsiyah (41), 4.Siti Umiyana (45). Dari semua korban hanya satu korban yakni Nur Samsiyah yang mengalami luka berat dengan kondisi mengalami luka patah tulang tangannya. (*/BJC)

LEAVE A REPLY