Wisata Tukad Bindu Diapresiasi CEO World Bank

0
84
Wisata Tukad atau sungai Bindu Denpasar (Foto: Phinemo.com)

DENPASAR, bisniswisata.co.id: Wisata Tukad atau sungai Bindu semakin dikenal, semakin ngetren malah semakin mendunia. Buktinya Chief Executive Officer World Bank (CEO Bank Dunia), Kristalina Georgieva tertarik mengunjungi keberadaan Sungai Bindu di Kota Denpasar sebagai destinasi wisata baru yang berbasis partisipasi masyarakat.

“Saya mengapresiasi keberadaan Sungai Bindu yang ditata menjadi objek wisata baru,” kata Kristalina disela mengunjungi Sungai Bindu serangkaian pelaksanaan pertemuan tahunan IMF-WB di Denpasar, Selasa (9/10/2018).

Pemerintah Kota Denpasar, sambung dia, telah sukses mentransformasi Sungai Bindu sebagai objek wisata yang edukatif. “Ini sesuatu yang sangat luar biasa, karena komunitas ini mampu membuat lokasi yang bisa dikunjungi oleh banyak orang, ketika saya melihat sekeliling menyakinkan bahwa lokasi ini sangat luar biasa,” ujarnya.

Kristalina sangat bangga dan selalu mendukung serta sangat yakin bahwa antusiasme masyarakat juga sangat berperan, dan terus berkontribusi positif untuk lingkungannya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Dezire Mulyani mengatakan sangat senang Sungai Bindu dapat jadi pilihan kunjungan CEO World Bank dan delegasi lainnya. Pemkot Denpasar sebagai daerah penyangga siap menyukseskan pelaksanaan “Annual Meeting World Bank dan IMF tahun 2018.

Hal tersebut diwujudkan dengan memaksimalkan beragam persiapan di lokasi yang menjadi tujuan para delegasi di Kota Denpasar, salah satunya adalah Tukad Bindu. “Ini menjadi implementasi Community based yang menjadi komitmen Wali Kota Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil IGN Jaya Negara,” ucapnya seperti dilansir laman Antara, Rabu (10/10/2018).

Dilanjutkan, bantuan dari Bank Dunia melalui program PNPM Mandiri tentunya juga memiliki kontribusi besar untuk menyukseskan pengembangan Sungai (Tukad) Bindu. “Terima kasih atas apresiasi dan dukungan positif untuk membangun Kota Denpasar, khususnya Tukad Bindu yang terus akan dikembangkan ke depannya,” ujarnya.

Pengelola sekaligus Penggagas Obyek Wisata Tukad Bindu, I Gusti Ari Rai Temaja mengatakan kunjungan pihak World Bank sangat menjadi motivasi untuk ke depan lokasi wisata sungai ini. “Masyarakat di sini merasa sangat diperhatikan apalagi yang berkunjung adalah CEO Bank Dunia, sehingga hal itu sangat berdampak luar biasa memotivasi masyarakat kami terus bergerak dan mengembangkan potensi desa,” katanya.

Tukad Bindu ini menjadi salah satu destinasi wisata sungai yang dilengkapi aneka permainan anak-anak. Lokasi Tukad Bindu tepatnya ada di Kesiman, Denpasar Timur, Bali. Kawasan ini terbilang kawasan berbasis komunitas.

Tak hanya permainan anak, di lokasi itu ada juga pemberdayaan ibu-ibu setempat dengan komunitas sayuran organiknya, juga beragam warung yang yang dikelola warga setempat dan menyediakan aneka jajanan. Sayangnya daerah ini dikenal masyarakat sebagai tempat angker dan digunakan sebagai pembuangan sampah.

“Awalnya sih kumpulan anak-anak muda, berawal dari kepedulian mereka, caranya warisan yang sudah ada di sini kita fungsikan biar ke depan nggak menua ada tempat bermain dan berkunjung, kita pengin berbuat dan melestarikan. Tadinya kotor sekali, pembuangan kotoran manusia, kotor, tempat pembuangan sampah,” kata Ketua Yayasan Tukad Bindu Ida Bagus Made Ary Manik.

Diakui, tak mudah mengubah mindset masyarakat kala itu untuk lebih menjaga alam dan lingkungannya. Apalagi daerah tersebut tadinya dikelilingi ilalang dan semak belukar. Gagasan awal tahun 2010, dari kepedulian digandeng Lurah, kliyan adat. Pertama yang dibenahi bendungan. “Modal awal benahi kawasan ini, Kita pinjem uang di koperasi Rp 150 juta sekarang masih sisa Rp 25 juta,” ucapnya.

Pertama dibersihkan bantaran, gulma-gulma, pohon-pohon yang semrawut, juga ada tumpukan bahan bangunan. “Di sini tadinya nggak bisa jalan karena penuh sampah dan timbunan sampah, itu yang kita bersihkan. Pertama yang kita edukasi bukan bergerak untuk membersihkan sampah, tapi mindset masyarakat bantu membersihkan sungai. Itu yang 1,5 tahun untuk masyarakat agar peduli,” sambungnya. (EP)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.