Wisata Rohani Kang Rashied Bahas Keutamaan Cinta Pada Allah SWT

0
218

Kang Rahied ( tengah) saat menyampaikan tausiahnya didampingi Yudi Hamka ( kiri). 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Menghadiri majelis taklim bersama pasangan suami-istri merupakan wisata rohani yang dibutuhkan oleh sebuah keluarga yang ikatan cinta kasihnya selalu ingin dikuatkan oleh Allah SWT, kata ustad yang akrab disapa Kang Rashied.

Host Musafir di TV Trans 7 dan Kultum RCTI sekaligus Pendiri Musafir Centre ini tampil pada pengajian bulanan pasutri dan remaja di rumah Direksi MNC Kapital Indonesia, Yudi Hamka di kawasan Graha Cinere, Depok, hari ini, dengan tema From Nothing to be King.

“Wisata rohani kini banyak terabaikan padahal Ilmu rohani itu adalah ilmu rasa yang terkait dengan roh. Punya rasa marah, angkuh, sabar, penyayang itu roh jadi kalau kita melakukan wisata rohani seperti menghadiri majelis taklim ini adalah mengasah perasaan cinta kasih dan takwa pada Allah,” ungkapnya mengawali pembahasan.

Berwisata membutuhkan aksi nyata dan pengalaman menjalaninya. Begitu pula wisata rohani akan nikmat jika diwujudkan dalam pernikahan dan melakui proses untuk bisa saling mengisi, saling melengkapi antara suami maupun istri.

Mereka yang membangun sebuah keluarga dengan mengutamakan cinta kepada Allah SWT maka mampu menjalani pernikahan dengan lancar dan jauh dari friksi atau gesekan. Doa-doa ketika menikah agar menjadi keluarga yang Mawaddah, Rahmah dan Amanah bisa terwujud, kata Kang Rashied.

Cinta itu letaknya di hati, tidak nampak namun gerakannya sangat nyata. Makam Sufi Maulana Jalaludin Rumi dari kota tua Konya, Turki, tiap hari diziarahi oleh ribuan wisatawan mancanegara dari lintas agama termasuk yang tidak memiliki agama ( atheis) karena semasa hidupnya menyiarkan toleransi dan akses ke ilmu pengetahuan melalui kekuatan cinta.

“Ketika cinta dimiliki maka yang hina menjadi mulia, yang bukan siapa-siapa seperti budak ( from nothing) maka dengan cinta dia bisa jadi raja ( to be King), yang keruh bisa jadi bening, amarah jadi rahmah” itulah kekuatan cinta yang tertuls di dinding makamnya.

Tokoh yang mengajarkan cinta kasih dan kemanusiaan ini menunjukkan bahwa takwa dan ketaatan pada ajaran agama dan menjalankan Islam yang rahmatan lil alamin membuat umat semua agama mencintainya meski dia hidup 810 tahun yang lalu.

Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin artinya Islam merupakan agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi manusia dan seluruh alam semesta, termasuk hewan, tumbuhan dan jin. Dengan hewan saja tidak boleh sewenang-wenang, apalagi dengan manusia, tambahnya.

Bagaimana menguatkan cinta suami-istri sepanjang hidup kita ? dasar cintanya hanyalah kepada Allah SWT dan sedikitnya ada tiga syarat yang harus dipenuhi untuk mencapai keluarga mawaddah, rahmah dan amanah atau keluarga yang penuh cinta, curahan kasih sayang dan jujur/terpercaya.

“ Jadi untuk menguatkan cinta harus ada perhatian, sikap bertanggungjawab dan penghornatan pada pasangan hidupnya. Kalau tidak ada penghormatan maka cinta bisa hilang, “ jelas Kang Rashied.

Perhatian artinya pasangan suami-istri harus saling memperhatikan kebutuhan pasangan hidupnya. Slogan tak kenal maka tak sayang harus diimplementasikan dengan memahami lebih dulu bahwa kaum pria tipe single task dan wanita multi task.

Kalau sudah paham pria hanya fokus pada satu kegiatan ( single task), jangan memaksa mereka melakukan berbagai hal secara bersamaan seperti yang mampu dilakukan oleh kaum wanita yang memiliki multi task, ungkapnya

“Coba perhatikan seorang wanita dengan 10 anak  tetap bisa mengurus suami dan anak-anaknya dengan baik karena Allah memberikan kemampuan yang multi task,” tambah Rashied di dampingi istrinya, Leni Razak.

Istri, ujarnya, sambil mengasuh anak bisa masak, mencuci, menyetrika dan melakukan beberapa tugas sekaligus. Itu berkah yang Allah berikan hanya pada wanita. Pria tidak bisa melakukan berbagai tugas secara sekaligus.

Menyinggung tanggungjawab dan penghormatan, Rashied mengatakan sebagai imam dalam keluarga, suami harus memperhatikan kebutuhan istri maupun anak-anak tanpa diminta. Tanggungjawab tanpa penghormatan bisa menjadikan rumahtangga menjadi berantakan.

“ Kalau tidak hormat pada pasangan hidup maka suami bisa zolim, mengekang hak-hak istri karena merasa dialah yang paling bertanggungjawab atas diri istrinya. Padahal istri harus diperlakukan dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang,” tandasnya.

Menurut Rashied, kalau perhatian, tanggungjawab dan penghormatan sudah hilang dalam rumah tangga maka surga yang dijanjikan juga hilang karena ikatan yang  Allah hadir saat setiap umat melakukan akad nikah juga sudah tidak ada dalam rumahtangga yang kehilangan cinta.

“ MOU yang diteken Raja Salman dari Arab Saudi dengan Presiden Jokowi tidak dihadiri oleh Allah SWT. Tetapi begitu sepasang manusia melakukan ijab kabul, MOU mengikat cinta kasih maka Allah SWT hadir menyaksikan. Sadarilah kekuatan cinta di hadapan tuhan,” katanya.

Majekis taklim menyambut Ramadhan itu sekaligus dimanfaatkan Rashied untuk memberikan motivasi bagi para ibu bahwa cinta bisa didapatkan dengan taat, patuh dan menghamba kepada Allah SWT.

“Ketika tugas para ibu menjadi lebih berat pada saat Ramadhan mulai dari membangunkan seluruh keluarga saat sahur, membuat menu berbuka dan segala aktivitasnya dihitung ibadah 24 jam oleh Allah,” kata Rashied mengakhiri tausiahnya ( Hilda Ansariah Sabri).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY