Wisata Renang Bersama Citos Swimmer Community

0
241

Anggota Citos Swimmer Community di kolam renang Citos, Bukan sekedar wadah komunitas tapi membentuk persaudaraan yang kuat. 

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Berenang merupakan salah satu rekreasi yang sangat menyenangkan karena bukan sekedar olahraga, namun juga bermanfaat untuk berbagai terapi kesehatan.

Adalah Citos Swimmer Community ( CSC)  yang menjadikan renang sebagai perekat tali silaturahim diikat rasa persaudaraan yang kental sehingga menghasilkan individu sehat lahir dan batinnya serta hidup sejahtera.

“Bagaimana caranya ? kita bukan hanya jumpa di kolam renang tapi ada agenda ulang tahun ( ultah )  bersama, wisata bersama, kuliner bersama sehingga kegiatan sambung rasa ini membuat persaudaraan sangat kental dan tidak ada pertentangan berbau ras, agama, politik. Syaratnya mau ikut komunitas ini juga tidak boleh marah” kata Prabowo  Suharto, anggota senior CSC.

Tidak heran mereka yang rata-rata sudah purna bakti ( pensiunan), CEO berbagai perusahaan ataupun mereka yang sudah kategori financial freedom sangat menikmati kebersamaan dengan sesama anggota dalam komunitas ini.

“Kami berkumpul bukan hanya untuk berenang tapi juga rekreasi jiwa dan raga serta kuliner. Jangan heran kalau payung tenda kami di kolam renang ini paling ramai dengan obrolan dan makanan karena banyak yang datang bawa makanan,” kata  Halomoan Panjaitan, salah satu sesepuh CSC yang bergabung tahun 1992.

Menurut Halomoan yang sejak duduk dibangku SD sudah suka berenang, aktivitas CSC ini cukup beragam dan sangat kekeluargaan sehingga meski sudah hidup sendiri bersama anak cucu karena istri lebih dulu kembali menghadapNya, Halomoan merasa selalu gembira.

“Tiap hari ada saja anggota komunitas yang datang berenang pagi sekali mulai jam 6 pagi saat kolam dibuka. Biasanya setelah pemanasan ada yang langsung berenang rata-rata 20 X 100 meter. Setelah itu ngumpul, ngobrol dan kuliner,” tambahnya.

Komunitas lintas agama, lintas profesi dan lintas suku ini saat bertemu memang selalu ramai karena saling berbagi informasi. Tak heran kalau sudah bercandapun  tidak pandang umur karena anggotanya dari yang masih  muda usia dua puluhan sampai mereka yang sudah melewati umur 80 an.

Dua dokter ahli jantung senior di negri ini juga bergabung dalam komunitas CSC seperti Dr Ibrahim Ginting dari RS Pusat Pertamina di Kebayoran Baru dan Dr. Tarmizi Hakim  yang rutin berenang pada pagi hari sebelum praktek di klinik masing-masing.

Dr Ibrahim Ginting

“Berenang adalah olahraga yang sangat baik untuk penderita jantung karena semua otot akan bergerak dan menjadi olahraga yang aman karena tidak mengakibatkan cedera otot seperti olahraga lainnya,” kata Dr Ibrahim Ginting yang juga konsultan Intensive Cardiology.

Sudah sepuluh tahun terakhir dia berenang intensif di Citos karena selain kualitas air kolam yang bersih dan terjaga juga karena menjadi aktivitas yang menyehatkan penuh canda dan tawa serta kuliner yang beragam.

“ Saya mulai berenang rutin bersama CSC  usia 70 tahun saat ada gangguan HNP, gangguan di tulang punggung yang menyebabkan syaraf kejepit. Sekarang usia sudah 82 tahun dan masih terus melayani pasien-pasien di klinik,” ungkapnya bersemangat.

Anggota CSC bersemangat dan kompak selalu

Terapi Cidera

Melihat pengunjung kolam renang Citos di pagi hari memang didominasi para orangtua yang melakukan renang untuk hobi maupun alternatif terapi ketika cidera. Biasanya banyak atletpun yang cidera diminta untuk menjalankan terapi berenang untuk mempercepat penyembuhan cidera yang mereka alami.

Itu sebabnya di dalam kolam sudah menjadi pemandangan biasa melihat anak-anak down syndrom, autisme sampai kakek-nenek yang melakukan terapi senam dan berjalan di dalam air untuk mengatasi berbagai keluhan penyakit yang dialami.

Untuk pemulihan penyakit, renang efektif juga diterapkan guna mengatasi stroke ringan,  cidera ringan, efektif melatih jantung lemah,  melatih paru paru agar lebih kuat dan membantu memperkuat pernafasan.

Tak heran jika sebelum jam 6 pagi yang merupakan jam operasional kolam yang buka hingga malam hari hingga 21.30 WIB, sudah banyak pengunjung yang datang menunggu dengan sabar.  Kolam ini memang selalu dipenuhi pengunjung dari segala umur.

Sore hari memang di dominasi oleh club-club renang yang melatih balita hingga kakek – nenek belajar renang dengan pelatih profesional. Kolam renang Cilandak Sport Center ini terletak di area Cilandak Town Square (Citos) Jl. TB Simatupang Jakarta Selatan. Posisi kolam ada di dekat parkir kendaraan belakang, disebelah kanan berhadapan dengan apartemen.

Kolam renang ini berbentuk Olympic dan satu kolam kecil untuk bermain anak. Disekitar kolam dipenuhi tenda payung dan ada fasilitas bilas di dalam dan luar, kamar ganti, air hangat, sabun,  handuk, Free Wifi dan resto.

Selain menyehatkan, bonus yang diperoleh Omar Faisal, 67 tahun,yang menjadi  salah satu anggota CSC ini adalah menjaga silaturahim dengan rekan-rekan dari ibundanya, Sumarweni Ismet.

Sang bunda yang kini berusia 91 tahun sudah aktif berenang sejak kolam renang Citos ini berdiri dan berteman dengan Halomoan dan kawan-kawannya. Omar Faisal yang juga gemar berenang sekaligus menemani bundanya kini rutin setiap minggu minimal dua-tiga kali datang apalagi dia juga gemar fitness yang lokasinya masih satu atap dengan kolam.

“Disini kita bukan hanya meneruskan silaturahmi orangtua kita sesuai ajaran Al Quran tapi juga banyak ladang amal yang bisa kita buat dengan kawan-kawan untuk peduli sesama termasuk untuk mengembangkan bisnis pula,” kata pria yang aktif di dunia garment membantu bisnis milik anaknya.

Menurut dia sulit saat ini mencari komunitas yang bisa membawa anggotanya awet muda, penuh canda, saling terbuka dan bisa menjaga pergaulan yang sehat, jadi ladang bisnis, ladang ibadah dan ladang ilmu.

Moh. Chandra, 60, salah satu anggota yang ahli dalam hal lebah madu mengatakan dia bisa berbagi ilmu dengan anggota lainnya untuk mampu memilih madu asli. Transfer ilmu kerap dilakukan di pinggir kolam atau kunjungan ke tempat peternakan madunya.

Ahli ilmu perseranggaan yang aktif berenang sejak tahun 1997 di Citos ini mengatakan ada empat sifat yang kini dimilikinya yaitu sehat;  senang, senyum dan rajin menyapa. “Setiap bertemu kami saling sapa, senyum terus mendengar banyolan teman dan sehat jiwa dan raga, “kata Chandra.

Cerita Munir lain lagi. “ Waktu baru pertama kali berenang di Citos saya suka memperhatikan komunitas CSC ini dari kejauhan tapi tidak berani mendekat apalagi menegur para senior. Eh ternyata para bapaknya baik-baik dan ramah menegur,” kata Munir,  purna bakti dari  Medco Sinergy Group.

Sejak 4 tahun yang lalu dia aktif di CSC dan menularkan virus berwisata pada anggota lainnya. “Sebelum saya bergabung komunitas ini sudah rajin berwisata ke berbagai daerah tapi begitu saya bergabung makin sering berpergian karena saya mau mengurus perjalanan hingga bagian angkat-angkat koper peserta,” kata Munir sambil tertawa.

Sukses menjadi event organizer versi komunitas, saat ini setiap kali ada acara CSC maka Munirlah yang didaulat untuk mengurusi acara ultah, halal bihalal, sosial sampai acara mengunjungi berbagai Festival budaya di tanah air. Terakhir komunitas ini hadir di Festival Bromo 7-9 Agustus 2017.

Open Mind

Kalau ada komunitas yang bisa membuat anggotanya open mind, punya passion untuk berlatih renang dan menikmati sisa hidup dengan enjoy maka pilihannya ada di CSC ini.

Wisnu, 82 tahun, bapak empat anak yang aktif berenang dalam 16 tahun terakhir mengatakan resep bergabung dengan anggota komunitas yang umurnya beragam  resepnya memang harus open mind.

“ Banyak persoalan hidup yang kadang kita tidak bisa kita ceritakan pada anak bahkan pada pasangan hidup. Jika kita open mind dan bisa menyesuaikan diri maka di CSC kita bisa curhat pada yang lebih muda serta mendapat sebuah keluarga besar ,” ungkapnya singkat.

Prabowo sang komandan CSC mengatakan, komunitas ini juga menjadi sekolah kehidupan. Mereka yang ketika masih aktif bekerja menjadi pejabat tinggi, punya kekuasaan dan kekayaan yang berlimpah bisa enjoy menjadi rakyat biasa dan kini suka berbagi.

“Jangan tanya how tapi itulah manfaatnya kami mensyaratkan untuk menjadi anggota adalah tidak boleh marah karena amarah adalah aura negatif. Komunitas ini tidak butuh orang-orang yang mengumbar amarah apalagi kebencian makanya kami tegas langsung mengeluarkan,” kata Prabowo.

Berkomunitas disini,  ujarnya, harus punya sikap positif terhadap diri sendiri dan dunia ini agar bisa menikmati hidup lebih baik sehingga pertemanan menjadi persaudaraan yang teruji dalam berbagai situasi.

“ Pernah suatu ketika lima orang anggota pergi ke Kuala Lumpur untuk medical check up, ternyata salah satunya, Agus Budi harus langsung katerisasi dan di ring karena ada penyumbatan  jantung koroner 90%. Akhirnya empat orang lainnya bahu membahu mengatasi masalah pembiayaan dan menjaga di rumah sakit layaknya menjaga saudara kandungnya.

Persaudaraan yang kental juga membuat para istri yang mendukung hobi renang para suami menjadi akrab dan bergantian membawa makanan untuk disantap bersama, disamping merasa begitu kentalnya rasa persaudaraan yang ada.

Ibu Trisnawati, bu  Mayong, bu Wiece dan bu Pressi misalnya rajin berenang secara rutin terutama Selasa dan Jumat sambil bergantian membawa makanan. “ Persaudaraan kita kuat dan tidak ada kasta karena semua  anggota komunitas diperlakukan sama dan bawa makanan bergantian itu bentuk ketulusan dan persaudaraan” tandasnya.

Sebelum bergabung, Wiece mengaku  kerap jalan mengitari kolam untuk pemanasan sebelum terjun ke kolam. Saling senyum dan saling sapa akhirnya dia  bersahabat dengan para ibu yang sudah lebih dulu bergabung dengan CSC.

Kini, wanita berusia 64 tahun ini setiap hari berkomunikasi dengan anggota lainnya lewat WhatsApp dan merancang beragam kegiatan bersama. Sabtu pagi misalnya, mereka berkumpul di Kebon Binatang Ragunan jam enam pagi untuk jalan sehat hingga 5 km dalam area itu. Lain waktu mereka berkumpul di bandara untuk berwisata ke berbagai destinasi.

Citos Swimmer Community ( CSC) ternyata bukanlah sekedar wadah, tapi menjadi sebuah kumpulan manusia pilihan yang memiliki passion, gairah dan kegembiraan yang membuat mereka semangat mengisi sisa umur, menginspirasi dan memotivasi semua orang betapa bernilainya setiap detik dari kehidupan ini.  

 

LEAVE A REPLY