Wisata MICE Terganjal Data

0
562
wisata pameran

BANTEN, test.test.bisniswisata.co.id: Industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) merupakan salah satu pilar kemajuan industri pariwisata. MICE memiliki potensi yang besar untuk mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman). Namun, belum adanya proses dan bentuk pendataan dan monitor yang maksimal membuat belum termonitornya pencapaian dari MICE di Indonesia hingga saat ini.

“Data MICE Indonesia masih lemah. Belum ada semangat secara incorporated dari seluruh pelaku industri MICE, termasuk dalam hal ini pemerintah,” ujar Direktur PT Dyandra Promosindo Hendra Noor Saleh, di acara MICE Outlook 2016 di Banten, Senin.

Lemahnya sistem pendataan yang akurat terhadap jumlah kunjungan wisman dari MICE membuat peluang tidak maksimalnya laporan hasil pencapaian MICE. Hal tersebut berpengaruh terhadap hasil pencapaian target jumlah wisman setiap tahunnya.

“Sampai saat ini memang belum berjalan proses pendataan yang maksimal terhadap jumlah wisatawan dari MICE. Itu mengapa masih sulit menentukan pencapaian dan pemasukannya bagi negara dalam hal wisata MICE,” ujar Deputi Pemasaran Pariwisata Dalam Negeri Kemenpar, Esthy Reko Astuty di acara yang sama.

Esthy mengatakan, MICE merupakan industri yang memiliki potensi besar dalam hal pariwisata. Berbagai event dan kegiatan MICE, menjadi salah satu pintu masuk dan pendorong kunjungan wisman ke berbagai lokasi wisata di tanah air. Tidak hanya dalam hal bisnis, MICE juga menggerakkan kunjungan wisman dari berbagai perhelatan dan event yang diselenggarakan. Baik oleh pemerintah ataupun swasta.

“Kami melihat potensinya. Untuk itu saat ini Kemenpar terus melakukan koordinasi dengan asosiasi, eo, hingga BPS agar terselenggara survey dan pendataan jumlah wisman dari setiap event yang berlangsung sepanjang tahun,” terangnya.

Ditegaskan pula oleh Esthy, koordinasi dalam industri MICE dilakukan bukan hanya untuk mendapatkan data yang akurat. Namun, juga sebagai upaya memajukan dan menguatkan industri MICE menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di 2016.

“Data menjadi salah satu unsur pendukung utama agar industri ini bisa memproyeksikan perjalanannya. Nantinya, proyeksi tersebut bisa digunakan sebagai dasar penentu target pencapaian ke depan. Itu penting terutama memasuki MEA,” tambah Esthy.

Asisten Deputi Pengembangan Pasar Bisnis dan Pemerintahan Kemenpar, Tazbir mengatakan, Kemenpar telah menyiapkan alokasi dana khusus untuk memajukan industri wisata MICE di tahun 2016. Dana sebesar Rp100 miliar disiapkan untuk mekakukan selling MICE untuk bisnis pemerintah nusantara.

Secara keseluruhan diproyeksikan dana sebesar Rp500 miliar akan dialokasikan untuk upaya keseluruhan melakukan selling dan pemasaran MICE Indonesia di mancanegara. “Itu sudah disiapkan dananya. Tinggal menunggu pendataan agar hasilnya bisa maksimal,” terang Tazbir seperti dikutip laman MI.com, Rabu (02/12/2015).

Saat ini, data pencapaian kunjungan wisman dari industri MICE yang dimiliki Kemenpar dan BPS hanya tersedia dari bidang convention dan bisnis. Tahun 2014, dari dua bidang tersebut, MICE berhasil menghasilkan masing-masing 141.911 dan 2.810.055 kunjungan wisman ke tanah air. Angka tersebut setidaknya merupakan 25% dari total kunjungan wisman ke tanah air di 2014 yang mencapai 9,4 juta wisman. (*/ndy)

LEAVE A REPLY