Wisata Menakjubkan Desa Megalitikum

0
1342

NGADA NTT, test.test.bisniswisata.co.id: Pariwisata Ngada di Nusa Tenggara Timur (NTT), benar-benar menakjubkan, spektakuler bahkan lain daripada yang lain. Ngada memiliki dua desa unik bernama Desa Bena dan Desa Lupa. Keduanya memperlihatkan sedikitnya toleransi terhadap pengaruh dunia luar dalam kehidupan sehari-hari penduduknya.

Infrastruktur, fasilitas umum, dan beragam bangunan tidak pernah melampaui abad 20, bahkan abad 19. Desa tersebut masih mempertahankan kesederhanaannya dengan tradisi kuno yang dihidupkan penduduknya.

Desa itu sudah siap menyambut wisatawan. Para pelancong bisa mendapati batu batu seperti taring babi hutan atau raksasa yang menengadah ke langit. Bebatuan megalitik tersebut bersandar dengan rapi di altar yang terbuat dari batu. Konon, batu tersebut pada dulunya digunakan untuk meletakkan persembahan bagi para dewa.

Anggota masyarakat di Desa Bena merupakan anggota klan tertentu yang diwakili oleh setiap rumah yang berdiri di dalamnya.Rumah Bena terbagi dalam tiga area, yaitu area tidur, area tamu, dan area bekerja.

Di dalam sistem kemasyarakatan Bena dan umumnya desa tradisional di Ngada, sistem matrilinial adalah tatanan yang dipertahankan hingga kini. Garis keturunan dari ibu memegang peranan penting terutama perihal waris dan gelar. Saat pria bekerja di ladang, maka para ibu bekerja di serambi sembari menenun kain ikat dengan kain warna-warni.

Di tengah pelataran desa Bena terdapat berbagai lambang kepercayaan kuno.Termasuk tumpukan batu yang merupakan kuburan para leluhur. Karena itulah, desadesa di Kabupaten Ngada dinobatkan sebagai calon Situs Warisan Dunia UNESCO di Indonesia.

Untuk menuju kawasan ini, para wisatawan bisa melalui jalan ke Bajawa.Angkutan kota dan ojek dapat menjadi pilihan populer bagi para petualang.Alternatif lain, wisatawan dapat menyewa kendaraan di Maumere atau di Labuan Bajo.

Beberapa destinasi wisata menarik lainnya di Ngada NTT antara lain

01. Bajawa

Bajawa merupakan kota yang berada didalam mangkok atau memiliki bentuk seperti mangkok, dan banyak penduduknya dari pulau jawa. Karena nama “Bajawa” berasal dari kata Ba berarti mangkok, dan Jawa yang artinya Pulau Jawa. Bentuk kota Bajawa yang seperti mangkok ini karena, kota ini dikelilingi oleh gunung dan bukit-bukit.

Jumlah penduduk di Bajawa kurang lebih ada 15 ribu orang. Kota ini juga telah memiliki fasilitas yang cukup memadai untuk menyambut para turis, baik domestik maupun asing.


02. Kawah Wawomuda

Kawah ini di dusun Ngoranale, kelurahan Susu, kecamatan Bajawa, kabupaten Ngada. Untuk mencapainya, harus berkendara selama kurang lebih 15 menit dan mendaki gunung dengan berjalan kaki sekitar 30 menit. Kawah Wawomuda terbentuk pada tahun 2001 setelah gunung Wawomuda meletus. Kawah ini memiliki tiga kawah kecil dengan warna yang berbeda, yaitu kuning, coklat, dan merah kecoklatan. Kawah ini sering pula disebut “Mini Kelimutu”, karena perubahan warna pada kawah ini terjadi dari hasil reaksi vulkanis serta mikroorganisme yang ada di air kawah.

03. Air Panas Mengeruda
Pemandian air panas Mengeruda di desa Mengeruda, kecamatan Soa. Untuk mencapainya dibutuhkan waktu 40 menit untuk berkendara. Di tempat pemandian ini tersedia bebagai fasilitas para turis. Ada 2 pilihan tempat pemandian air panas ada yang dikolam renang renang dan di pinggir sungai. Air di tempat pemandian Air Panas Mengeruda ini memiliki suhu sekitar 40 derajat celsius, dan dipercaya menghilangkan pegal-pegal dan menghilangkan berbagai penyakit kulit karena terdapat kandungan belerang pada air tersebut.


04. Air Terjun Ogi

Air terjun Ogi di desa Faobata, kecamatan Bajawa, Flores. Air terjun ini sangat mudah dicapai karena sangat dekat dengan Bajawa. Letaknya sekitar 7km dari kota Bajawa. Tetapi karena sedikitnya penunjuk jalan yang ada untuk menuju ke lokasi, para pengunjung disarakan bertanya penduduk setempat untuk memperoleh informasi. Air terjun yang memiliki ketinggian kira-kira 30 meter ini, dikelilingi oleh pepohonan rindang, dan udara yang sejuk.

05. Batu Megalitikum
Di tengah lapangan, terdapat juga sebuah lapangan terbuka yang terdapat batu-batu Megalitikum yang merupakan makam para leluhur. Selain, kedua bangunan tersebut, ada bangunan lainnya seperti, Sakalobo. Sakalobo adalah rumah keluarga inti pria, yang telah ditandai dengan adanya patung pria yang sedang memegang parang dan busur panah di atas rumah itu. Dan, Sakapu’u, merupakan rumah keluarga inti perempuan. Pada bagian depan beberapa rumah, dipajang tanduk kerbau dan rahang babi. Ini menandakan bahwa keluarga yang menempati rumah yang telah dipajangi dengan tanduk kerbau telah berbuat suatu kebaikan untuk orang miskin. Sedangkan rahang babi menunjukan babi yang telah dipotong untuk digunakan pada upacara Kasao. Kasao sendiri adalah upacara pembuatan rumah yang digunakan oleh Kampung Bena.

06. Gunung Inerie
Gunung Inerie, adalah gunung tertinggi dari sekian banyak gunung yang berada di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Flores. Gunung ini memiliki ketinggian 2.245 meter diatas permukaan laut, yang berbentuk seperti kerucut. Jika ingin mendaki gunung ini, titik awal pendakian berada di desa Watumeze yang berjarak sekitar 30 menit ditempuh dari Bajawa. Pendakian yang berawal dari desa Watumeze sampai ke puncak gunung ini, dapat memakan waktu tiga jam. Jika sudah sampai ke puncak Gunung Inerie, dapat terlihat pemandangan kota Bajawa, laut Sawu, dan hutan-hutan yang masih hijau rindang di wilayah Kabupaten Ngada, Bajawa. (endy/berbagai sumber)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.