Wisata Komplet di Gunung Api Purba Nglanggeran

0
332
Gunung Api purba Nglanggeran (Foto: Leemoe)

KULONPROGO, bisniswisata.co.id: Meski sudah dikenal sebagai salah satu ikon pariwisata DIY, masih banyak orang yang belum tahu bahwa gunung purba Nglanggeran memiliki paket wisata yang cukup komplit dan murah. Bahkan dalam waktu yang cukup singkat, pelancong dapat mengunjungi beberapa destinasi di area yang sama.

Selain dikenal dengan Embungnya yang eksotis, di Nglanggeran juga terdapat Gunung Api Purba yang dapat didaki dalam waktu kurang lebih satu jam. Meski harus melewati lorong-lorong tebing yang sempit terlebih dahulu, pendaki pasti tidak akan kecewa setelah sampai di puncak. Pasalnya titik teratas Gunung Purba Nglanggeran menyajikan pemandangan mata hari terbit yang begitu cantik.

Tidak sampai di situ. Di sisi timur Gunung Purba, wisatawan dapat melanjutkan petualangan dengan berkunjung ke Kampung Tujuh. Selama berabad-abad area pemukiman tersebut hanya dihuni oleh tujuh kepala keluarga.

Ngelanggeran juga memiliki kekayaan agrowisata cukup tinggi. Anda dapat menjelajahi kebun buah seluas 18 hektare. Adapun buah yang paling terkenal di sana adalah durian dan kelengkeng. Jika beruntung, pengunjung dapat mencicipi buah-buah tersebut.

Agar bisa menikmati paket wisata komplit di Nglanggeran, sebaiknya pengunjung menginap. Baik itu camping menggunakan tenda, atau menyewa kamar melalui fasilitas homestay. Jangan khawatir, harga sewa kamarnya masih terjangkau, Rp 80 ribu per malam.

Fasilitas kamar pun cukup nyaman. Setiap kamar memiliki dua kasur dengan kamar mandi di dalam. Meski tidak ber-AC, udara Ngelanggeran di malam hari akan terasa dingin. Sehingga pengunjung tidak perlu takut kegerahan.

Salah satu anggota tim pengelola Area Wisata Nglanggeran, Wagiman (33) menuturkan, kunjungan ke wilayahnya paling banyak berlangsung pada akhir pekan. “Kebanyakan ya di sini ngecamp, besoknya naik gunung,” katanya.

Saat ini rata-rata kunjungan per hari hanya mencapai 100 orang. Angka ini jauh lebih sedikit di banding 2014 yang bisa mencapai 1.000 orang per hari. Namun demikian, menyusutnya angka wisatawan malah menambah asik petualangan menjelajahi Nglanggeran. Lantaran setiap pengunjung bisa menikmati keindahan alam sekitar dengan tenang, tanpa perlu berjejalan dengan wisatawan lain.

Pengunjung asal Malang, Diah Pitaloka (33) mengaku senang bisa berkunjung ke Nglanggeran. Meski di daerah asalnya banyak terdapat lokasi wisata, menurutnya Nglanggeran sangat unik. “Di sini kan ada sisi edukasinya juga. Kita bisa belajar tentang gunung api purba juga,” tutur Diah. Ia pun berencana untuk kembali berkungjung ke Nglanggeran jika ada kesempatan. (*/END)

LEAVE A REPLY