Wisata Halal Mandalika Dilirik Investor Timur Tengah

0
170
Destinasi wisata Mandalika Lombok Tengah (Foto: Harianterbit.com)

LOMBOK TENGAH, bisniswisata.co.id: Investor asal Timur Tengah tertarik mengembangkan wisata halal di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah. Beberapa duta besar dan investor dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Mesir sudah meninjau KEK Mandalika dan menyampaikan ketertarikannya untuk berinvestasi.

Presiden Direktur PT Indonesia Tourism Develompent Corporation (ITDC) Abdulbar Mansoer pengelola KEK Mandalika, mengatakan, para duta besar dan investor tersebut telah menyampaikan beberapa persyarakat sebelum merealisasikan investasinya di KEK Mandalika.

Ketiga syarat itu adalah adanya tempat ibadah yang nyaman, tersedianya makanan dan minuman yang halal, serta fasilitas untuk keluarga seperti ukuran kamar yang besar. “Sudah ada yang datang. Kata mereka, syarat utamanya hanya ketiga itu saja,” kata ujarnya di Praya, Lombok Tengah seperti dilansir laman Republika.co.id, Kamis (08/12/2016).

Dilanjutkan, ITDC menyiapkan lahan seluas 300 hektare di area timur KEK Mandalika untuk dikembangkan sebagai klaster wisata halal dari total luas lahan 1.175,23 hektare. Klaster halal ini, dapat menarik wisatawan Muslim dari Malaysia dan negara-negara Timur Tengah.

Rencana investasi tersebut masih dalam tahap penjajakan. ITDC bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berupaya menyelesaikan segala permasalahan untuk mempercepat pembangunan KEK Mandalika. Dia berharap, tahun depan, rencana investasi tersebut sudah terealisasi. Klaster halal menempati area bagian timur KEK Mandalika. “Klaster halal akan memiliki blok khusus, tapi tetap terkoneksi dengan bagian barat,” ujarnya.

Diakuinya, keputusan pemerintah memberikan uang kerohiman paling lambat 31 Desember, menjadi langkah strategis mempercepat penyelesaian persoalan lahan seluas 109 hektare yang masih diklaim masyarakat. Hal tersebut membut investor yakin untuk menanamkan modalnya di kawasan yang digadang-gadang akan menjadi destinasi wisata utama di Pulau Lombok tersebut.

Dari 1.175,23 hektare total luas lahan yang dimiliki ITDC, 109 hektare di antaranya masih diklaim oleh masyarakat. ITDC akan membayar kerohiman atas lahan-lahan yang terbukti ada okupasi dan garapan sejak lama. “Pengklaim yang memenuhi kriteria kerohiman akan mendapatkan kerohiman maksimal sebesar Rp 4,5 juta per are,” katanya.

Pembangunan infrastruktur dasar di KEK Mandalika terus berjalan dengan pendanaan penyertaan modal negara (PMN) Rp 250 miliar. Pembangunan fisik yang tengah dikerjakan adalah penataan Pantai Kuta, masjid, pembangunan instalasi air bersih, limbah, dan desa wisata. Selain itu, meliputi pembangunan ruas jalan baru menuju ke area Hotel Pullman, Clubmed, dan hotel lainnya.

Dicontohkan, untuk pembangunan Hotel Pullman, sudah berjalan dengan target beroperasi awal 2019. Sedangkan, pembangunan hotel Clubmed yang akan dimulai akhir 2017, ditargetkan rampung akhir 2019. Di melanjutkan, hotel-hotel lain seperti Westin, Royal Tulip, dan Artotel juga dalam tahap pembangunan. “Ditargetkan pada 2019 sudah akan beroperasi lebih dari seribu kamar. Untuk air bersih dari air laut dan pembangkit listrik tenaga surya ditargetkan akan beroperasi pada 2018,” katanya.

Sekretaris Daerah Pemprov NTB Rosiady Sayuti mengatakan, proses pemberian uang kerohiman untuk pembebasan lahan akan dilakukan dalam waktu dekat. “Insya Allah, pekan ini dikeluarkan surat perintah tugas dari gubernur untuk tim lapangan sehingga bisa bekerja secepatnya,” ujarnya.

Ia melanjutkan, proses verifikasi akan dilakukan di Kantor Bupati Lombok Tengah. Saat ini, tim percepatan penyelesaian lahan sedang mendata nama-nama yang dianggap laik menerima uang kerohiman. Rosiady meminta, para pengklaim untuk menyerahkan semua bukti dokumen yang nantinya akan diverifikasi. “Batas waktu pelaksanaan verifikasi dan penyelesaian pemberian uang kerohiman adalah 31 Desember 2016,” katanya. (*/REP)

LEAVE A REPLY