Wisata Halal Harus Diimplementasikan

0
644

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: INDONESIA menyabet tiga penghargaan dunia di ajang the World Halal Travel Award 2015. Prestasi ini memang membanggakan, namun juga tantangan. Membanggakan karena nama Indonesia jadi pusat perhatian dunia sehingga diharapkan dapat mendongkrak kunjungan wisatawan ke republik ini.

“Tantanganya pemerintah beserta stakeholder pariwita perlu segera mewujudkan konsep wisata halal menjadi realitas yang terwujud dalam dunia parawisata Indonesia. Jadi jangan sampai berhenti sebatas apresiasi dan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan saja,” papar Popy Rufaidah, pengamat ekonomi dan marketing dari Universitas Padjadjaran Bandung, Rabu (21/10) malam.

Dilanjutkan, wajib disadari, kemenangan gemilang itu memberi peluang dan tantangan tersendiri bagi Indonesia. “Dengan branding Wonderful Indonesia selama ini, prestasi tersebut menjadi daya tarik tambahan bagi segmen wisatawan Muslim manca negara,” kata Popy.

Namun direktur Program Magister Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis UNPAD itu mewanti-wanti, pemerintah pun tak hanya harus segera menyosialisasikan konsep wisata halal secara teknis dalam wujud panduan, tetapi segera mengimplementasikannya dalam realitas keseharian.

Selama ini, Popy, tentu telah ada kriteria sumber daya pariwisata halal, sumber daya alam halal, fasilitas hiburan halal, fasilitas olahraga dan rekreasi yang halal, dan berbagai standardisasi lainnya.

Popy juga meyakini, konsepsi pariwisata berbasis halal yang telah ada itu tentu mendasarkan kriteria-kriterianya atas arahan lembaga kredibel, misalnya Majelis Ulama Indonesia (MUI). Masalahnya, berbagai hal yang sebenarnya akan membantu semua unsur kepentingan dunia pariwisata untuk mempromosikan wisata halal Indonesia tersebut belum banyak dirasakan publik.

“Perlu sosialisasi yang lebih massif dan terarah, juga memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan industri pariwisata, termasuk seluruh warga,” kata Popy.

Tantangan lainnya, kata peraih PhD dalam manajemen pemasaran itu, adalah membangun branding pariwisata Wonderful Indonesia pada benak pasar pariwisata halal, melalui value creation yang sesuai kebutuhan segmen pasar.

Sapta Nirwandar, penggagas dan kreator pariwisata halal Indonesia menilai potensi pariwisata halal Indonesia terlampau besar untuk dibiarkan tanpa pengembangan. “Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemain utama pariwisata halal di dunia, karena potensi yang kita miliki pun begitu besar, ” kata Penasihat Kehormatan Menteri Pariwisata tersebut.

Modal untuk menjadi pemain utama pariwisata halal dunia itu, kata Sapta, antara lain karena Indonesia memiliki potensi alam dan budaya yang indah, kaya dan beragam. “Belum lagi kita pun memiliki sekian banyak budaya dan peninggalan Islam, yang relevan dengan pariwisata halal,” kata dia. (*/endy)

LEAVE A REPLY