Wayang Bocor, Kolaborasi Wayang dan Teater yang Menghibur

0
287
Adegan Wayang Bocor (Foto: MediaIndonesia.com)

JAKARTA, Bisniswisata.co,id: Terinspirasi dari pertunjukan wayang kulit, Seniman Kontemporer Eko Nugroho menghadirkan pertunjukan wayang kontemporer yang diberi nama The Wayang Bocor, yang bertajuk Semeleh (God Bliss). Pertunjukan wayang bocor ini khusus untuk proyek Asia Society di New York, Amerika Serikat.

Tidak mengherankan jika proyek ini diperlihatkan perdana kepada para pencinta seni di New York, North Carolina, dan Los Angles Amerika Serikat. Para pencinta seni di Ibu Kota mengaku terkesan dengan pertunjukan wayang bocor yang digelar semalam di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Senin (17/7) malam.

Pertunjukan berdurasi 80 menit ini menggabungkan antara kesenian wayang dan teater. Dalam pertunjukan ini, Eko menggandeng Sutradara Gunawan Maryanto untuk menghibur publik Ibu Kota. Pertunjukan ini dipersiapkan selama setahun, dan langsung diperlihatkan kepada publik di Amerika Serikat. “Di Amerika kami ingin mempersentasikan hasil karya orang Indonesia,” tuturnya.

Karya Semelah ini sengaja mengangkat isu tentang kehadiran Islam di Jawa. Isu ini sengaja diambil untuk menunjukkan kepada publik bahwa agama merupakan alat untuk menyatukan umat, bukan alat untuk memecah umat seperti yang tengah terjadi di Indonesia saat ini.

Diakuinya, pertunjukan Wayang Bocor adalah proyek penciptaan karya pertunjukan wayang kontemporer dimulai sejak 2008. “Pertunjukan ini terinsipirasi oleh pertunjukan wayang tradisional yang diyakini sebagai budaya Jawa. Wayang berasal dari kata wewayangan yang berarti bayangan,” paparnya

Di mana pertunjukan wayang ini menghadirkan bayangan di balik kelir (layar putih) dengan sorot khusus yang pada jaman dulu disebut blencong. Dan biasanya pertunjukan ini menghadirkan adaptasi cerita Ramayana & Mahabharata. Namun, pada zaman kerajaan Majapahit mulai juga dihadirkan cerita Panji (leluhur Majapahit), sambungnya.

Pada pertunjukan Wayang Bocor, seperti dilansir laman Bisnis.com, Selasa (18/07/2017) pakem pertunjukan wayang tradisi tetap dihadirkan melalui permainan wayang dalam bayangan dengan menggunakan kelir dan sorot lampu.

Namun dalam kehadirannya, tokoh wayang sudah tidak lagi menggunakan tokoh-tokoh dalam wayang tradisi, tetapi digantikan dengan figur yang diciptakan atas sensitivitas imajinasi Eko Nugroho dalam karya yang berbentuk lukisan, patung, gambar, bordir, dan animasi.

Nilai dari pertunjukan ini adalah kolaborasi para seniman dari berbagai disiplin dalam perwujudannya. Eko Nugroho sebagai pemilik ide dan pewujud visual membutuhkan kolaborator dari para seniman dari berbagai disiplin di wilayah seni pertunjukan a.l. penulis naskah, sutradara, manajer produksi, penata lampu, dan penata musik.

Kolaborasi ini juga bertujuan untuk menggali lebih dalam kemungkinan munculnya estetika baru dalam pertunjukan wayang kontemporer yang baru dan segar. (*/BIO)

LEAVE A REPLY