Waspadai, Hotel Kawasan Puncak Rawan Longsor

0
2269
kawasan wisata puncak bogor

BOGOR, test.test.bisniswisata.co.id: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengimbau masyarakat yang ingin berlibur (wisatawan) pada pekan tahun baru untuk mewaspadai bencana longsor, dan kenaikan permukaan air sungai.

“Perkiraan BMKG musim hujan akan terus terjadi di wilayah Kabupaten Bogor selama Januari, karena itu pengunjung tempat wisata hendaknya berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor, Yoes Sudrjat, di Bogor.

Menurut dia, ada 22 titik lokasi rawan bencana di Kabupaten Bogor dengan kawasan Puncak merupakan salah satu lokasi yang masuk dalam zona merah longsor. Para wisatawan yang berlibur di kawasan Puncak untuk berhati-hati dan waspada terhadap zona merah tersebut dengan memilih lokasi hotel maupun vila yang aman jauh dari tebing maupun tanah labil.

“Pilih lokasi hotel atau vila yang kira-kira aman untuk ditempati, karena longsor bisa terjadi sewaktu-waktu saat musim hujan ini,” ungkapnya seperti dilansir laman Antara, Sabtu (3/1/2015).

Beberapa wilayah yang rawan longsor di kawasan Puncak seperti Megamendung, Cisarua, Riung Gunung, Cipayung, dan Gunung Geuleis. “Waspadai juga banjir, banjir di Bogor tidak seperti di Jakarta yang lama. Banjir hanya sesaat karena luapan air sungai, tetapi dampaknya bisa menimbulkan longsor,” ujarnya.

Yoes mengatakan, sejak malam pergantian tahun 31 Desember 2014 lalu, BPBD Kabupaten Bogor telah menetapkan siaga bencana dengan mengerahkan personel dan peralatan di sejumlah titik rawan. Sekitar 210 personel gabungan telah ditempatkan di lokasi-lokasi rawan bencana seperti Puncak, Cisarua, Pamijahan, Babakan Madang, dan daerah lainnya.

BPBD memiliki 80 orang personel Tim reaksi cepat (TRC) yang sudah di daerah rawan longsor dan macet seperti di Gadog, Cisarua, Megamendung, termasuk kawasan wisata Ciseeng, Gunung Salak Endah dan tempat wisata lainnya.

Tim lainnya yang dilibatkan yakni Taruna siaga bencana sebanyak 70 orang, PMI 60 orang, Satuan Tugas Bencana di Polres, lima regu Pemadam Kebakaran. “Kita juga menyiagakan dua alat berat Beco yang kita tempatkan di jalur Puncak. Hal ini untuk berjaga-jaga bila ada longsor, upaya penanganan bencana bisa lebih cepat, sehingga tidak mengganggu aktivitas warga,” katanya.

Yoes menambahkan pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pengelola wisata yang ada di kabupaten serta menempatkan sejumlah personel untuk berjaga-jaga bila terjadi bencana di lokasi wisata, baik yang disebabkan oleh alam maupun karena kelalaian manusia.

“Perlu diketahui, bahwa Kabupaten Bogor ini peringkat ke lima daerah rawan bencana di Provinsi Jawa Barat. Oleh karena itu masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan, karena sewaktu-waktu bencana longsor dapat terjadi, apalagi jika sudah hujan seharian,” katanya.***

LEAVE A REPLY